Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Londo Ireng: Sejarah, Makna dan Refleksi

Londo Ireng: Sejarah, Makna dan Refleksi

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Istilah Londo Ireng sedang ramai setelah dipakai dalam pidato Presiden Prabowo, sehingga maknanya kembali diperdebatkan. Tetapi kalau kita pisahkan antara sejarah dan retorika politik, gambarnya menjadi jauh lebih jernih.

Secara historis, siapa sebenarnya Londo Ireng?

Awalnya, Londo Ireng bukan sebutan untuk orang Indonesia yang berkhianat. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa: Londo adalah Belanda (orang Eropa). Ireng artinya hitam. Jadi artinya harfiah adalah “Belanda Hitam.”

Yang dimaksud adalah tentara berkulit hitam dari Afrika Barat (wilayah Ghana dan sekitarnya) yang direkrut Belanda pada abad ke-19 untuk memperkuat KNIL setelah kekurangan pasukan Eropa. Mereka memakai seragam Belanda, digaji Belanda, dan berperang untuk kepentingan kolonial Belanda di Hindia Belanda.

Lalu mengapa maknanya berubah?

Di sinilah menariknya sosiologi bahasa. Lama-kelamaan masyarakat tidak lagi memakai istilah itu hanya untuk tentara Afrika. Istilah tersebut bergeser menjadi label moral, yaitu untuk siapa saja yang dianggap lebih membela kepentingan penjajah daripada bangsanya sendiri.

Karena itu, pada masa Revolusi Kemerdekaan, istilah ini sering diarahkan kepada anggota KNIL pribumi atau siapa pun yang dianggap menjadi kaki tangan kolonial. Pergeseran makna seperti ini lazim dalam perkembangan bahasa politik.

Londo Ireng sesungguhnya bukan warna kulit tapi warna keberpihakan. Dalam sejarah, penjajah tidak pernah cukup kuat menjajah sebuah bangsa hanya dengan tentaranya sendiri. Mereka selalu membutuhkan orang-orang lokal yang berpikir seperti penjajah, membela kepentingan penjajah, bahkan memusuhi bangsanya sendiri.

Tetapi di sisi lain, kita juga harus berhati-hati. Tidak semua orang yang mengkritik pemerintah otomatis menjadi “Londo Ireng”. Kritik adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Kalau semua kritik diberi label pengkhianatan, maka sejarah justru sedang diulang dalam bentuk yang berbeda.

Karena itu, ukuran seseorang bukanlah siapa yang ia kritik, melainkan siapa yang sebenarnya ia bela. Kalau seorang akademisi, wartawan, atau aktivis berbicara berdasarkan data demi kepentingan bangsa, ia sedang menjalankan tanggung jawab intelektualnya.

Sebaliknya, jika seseorang, apa pun profesinya, rela mengorbankan kepentingan nasional demi uang, kekuasaan, atau kepentingan asing, maka secara moral ia telah menghidupkan kembali semangat Londo Ireng, meskipun wajahnya pribumi dan bahasa yang dipakainya nasionalisme.

Sejarah mengajarkan satu pelajaran yang keras: Bangsa tidak selalu hancur karena musuh datang dari luar. Sering kali ia melemah karena terlalu banyak orang di dalam yang kehilangan keberpihakan kepada bangsanya sendiri. Bahasa politiknya adalah para pengkhianat, bahasa agamanya adalah orang-orang munafik.

Kesimpulannya, Londo Ireng bukan soal warna kulit, tetapi warna hati. Bukan soal ras, melainkan keberpihakan. Penjajah tidak pernah menang sendirian; mereka selalu menang karena ada anak bangsa yang bersedia menjadi kepanjangan tangannya. Namun, jangan pula setiap kritik kepada penguasa diberi cap Londo Ireng. Ukuran sejatinya sederhana: apakah seseorang sedang membela kepentingan bangsa atau menjualnya demi kepentingan lain. Sejarah tidak pernah kekurangan penjajah, tetapi sering kali kekurangan orang yang berani tetap berpihak kepada negerinya.

Itulah makna historis dan refleksi yang lebih adil. Jangan memutlakkan istilah sebagai cap politik, tetapi jadikan ia cermin untuk menguji integritas, termasuk integritas kita sendiri.

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa, Menag: Investasi Dana Abadi Pesantren untuk Negeri

    Selamat! 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa, Menag: Investasi Dana Abadi Pesantren untuk Negeri

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Hasil seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 sudah diumumkan. Ada 834 santri lolos seleksi dan berhak atas beasiswa kuliah yang bersumber dari Dana Abadi Pesantren. Mereka terpilih dari 8.000 santri yang mendaftar dari berbagai pesantren di Indonesia. Hasil seleksi PBSB ini diumumkan pada 12 Agustus 2024, melalui akun masing-masing pendaftar. PBSB […]

  • 5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM SELAIN mewariskan ajaran Manunggaling Kawula Gusti, Syeh Siti Jenar ternyata juga meninggalkan ilmu-ilmu kanuragan kepada para pengikutnya. Bahkan konon kesaktian tersebut hingga saat ini masih ada dan diamalkan oleh orang-orang yang meyakini ajaran Syeh Siti Jenar. Syeh yang juga bergelar Sunan Jepara ini memperoleh dan mempelajari ilmu kanuragan itu tersebut melalui bebagai laku spiritual. […]

  • Inilah Program Kerja Rumah Jurnal UIN Bandung

    Inilah Program Kerja Rumah Jurnal UIN Bandung

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    BANDUNG-SPI Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sosialisasi Program Kerja Rumah Jurnal yang dibuka oleh Rektor Prof Dr H Mahmud MSi CSEE, di Aula Gedung Pelatihan Profesi Guru, Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, (14/04/2022). Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., CSEE. sangat mengapresiasi ikhtiar Rumah Jurnal dalam rangka meningkatkan […]

  • Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    Ayo Kuliah di Prodi Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Semuanya Ada Beasiswa

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEMBER kanal31.com — Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)-LPDP tahun 2025 untuk Perguruan Tinggi telah dibuka. Program studi (Prodi) tujuan BIB-LPDP tahun 2025 juga sudah diumumkan. Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dr. Wildani Hefni, mengatakan bahwa seluruh Prodi pada fakultas yang dia pimpin masuk dalam daftar tujuan studi BIB-LPDP tahun 2025. Ini tidak […]

  • Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

    Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kementerian Agama bersama dengan Majelis Masyayikh menyusun  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pondok Pesantren Salafiyah. Penyusunan ini dikemas dalam Workshop Pemetaan Kurikulum Pondok Pesantren Salafiyah. Workshop diikuti 30 peserta, terdiri atas perwakilan Pesantren Salafiyah dan Majelis Masyayikh, serta sejumlah Kepala Bidang Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi. “Kami tengah merumuskn kriteria kelulusan santri pesantren salafiyah. Kriteria nantinya […]

  • Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      Oleh: Nanang Sungkawa* Riuh tepuk tangan dan tawa renyah seketika memecah keheningan Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa siang (09/06/2026). Di atas podium, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melontarkan sebuah kalimat yang bukan sekadar seloroh, melainkan sebuah sinyalemen politik yang sarat makna. “Sudah sembilan perempuan yang menjabat […]

expand_less