Tak Cukup Akademik: UIN Bandung Dorong Mahasiswa Jadi Kreator di Era AI dan Kompetisi Global
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com – Menghadapi dinamika pasar kerja global yang kian menantang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengambil langkah taktis melalui Pusat Karier. Institusi ini menegaskan bahwa ijazah saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan karier masa kini.
Seminar yang bertajuk “From Campus to Global Career: Membangun Kapasitas, Integritas, dan Daya Saing Lulusan di Dunia Kerja Modern ini”, dibuka oleh Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.
Menghadirkan narasumber Dr. Tia Mariatul Kibtia (dosen Hubungan Internasional Binus University/pengamat Timur Tengah); Hervina Dwi Yuniar (Branch Manager West Java South Jobstreet by Seek); Nuri Agus Ramadhani (Pemimpin Divisi Sumberdaya Insani BJB Syariah); dan Roslani Cristanti (Chief of Executive Officer (CEO) One Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor III dan para Wakil Dekan 3 di lingkungan UIN Bandung.
Seminar ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan cetak biru bagi mahasiswa untuk bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi sosok yang adaptif, kreatif, dan berintegritas tinggi.
Kepala Career Development Center (CDC) UIN Bandung, Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag. mengungkapkan, dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar kecerdasan di atas kertas. Menurutnya, fondasi profesionalisme di era modern berpijak pada kombinasi antara skill digital dan karakter yang kuat.
“Kami menyadari bahwa sukses tidak hanya ditentukan di dalam kelas. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri —seperti dukungan dari Bank BJB Syariah dan Jobstreet by Seek— sangat krusial untuk membekali mahasiswa dengan wawasan konkret,” ujar Dr. Heri, yang juga ketua Panitia Seminar.
Menurut Dr. Heri, mahasiswa harus mampu memadukan kecerdasan akademik dengan kemampuan adaptasi, keterampilan digital, dan integritas yang menjadi “mata uang” utama di dunia profesional masa depan.

Rektor Prof. Rosihon, dalam sambutannya, menyodorkan visi yang lebih tajam. Ia menantang para mahasiswa untuk mendobrak batasan lama. Baginya, mahasiswa lulusan UIN Bandung harus memiliki mindset sebagai job creator (pencipta lapangan kerja).
“Mahasiswa jangan hanya terpaku menjadi pencari kerja. Manfaatkan media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang ada saat ini untuk membuka peluang sendiri,” tegas Prof. Rosihon, di hadapan para peserta yang memenuhi Ruang Seminar Perpustakaan Lt 4 UIN Bandung, Rabu (29/04/2026).
Rektor juga menyoroti pentingnya resilience (daya tahan) dan kemampuan kolaborasi dalam tim yang beragam. Jika mahasiswa mampu membangun kesiapan sejak di bangku kuliah —melalui komunikasi yang baik, literasi digital, dan karakter tangguh— mereka tidak hanya akan terserap oleh industri, tetapi juga mampu memimpin perubahan di kancah global.
Melihat antusiasme yang tinggi, Rektor berharap agar kegiatan yang memacu motivasi dan inspirasi karier seperti ini dapat dilakukan secara rutin, bahkan setiap bulan. Harapannya, seminar ini menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa untuk mulai merancang strategi karier mereka secara matang, terukur, dan berorientasi pada masa depan.
Dengan semangat ini, UIN Bandung berkomitmen terus menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan realitas industri, memastikan lulusannya siap melangkah dari kampus menuju panggung karier dunia.(nas)



- Penulis: Sungkawa Abdisunda

Saat ini belum ada komentar