Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Naik Kelas jadi Register

Naik Kelas jadi Register

  • account_circle Teddy Yusuf, Penulis Lepas
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Kata “ilmiah” awalnya hidup santai di percakapan — dipakai untuk memberi kesan “serius”, “masuk akal”, atau sekadar “biar terdengar lebih akademik”. Kata kolokial itu lentur, bahkan kadang jadi kosmetik bahasa: yang penting terdengar rapi, urusan metode belakangan.

Namun ketika Kamus Besar Bahasa Indonesia memasukkannya sebagai entri baku, “ilmiah” naik kelas menjadi register formal. Di posisi ini, kolokial tidak lagi sekadar kesan, tetapi mengandaikan prosedur: metode, verifikasi, dan argumentasi yang dapat diuji.

Masalah muncul karena dua lapisan makna itu tetap hidup berdampingan. Di ruang santri, “ilmiah” bisa berarti selaras dengan turāth, berjejak pada otoritas ulama, dan rapi secara istidlāl. Di ruang akademisi, “ilmiah” berarti memenuhi standar metodologi modern— validitas, reliabilitas, dan keterulangan.

Satu kata, dua dunia, masing-masing merasa sah. Maka sengkarut dalam debat seringkali bukan soal dimana tempat makainya, tetapi soal definisi yang secara latent, sunyi, senyap dan diam-diam namun signifiednya tidak sama. Ketika satu pihak menilai yang lain “tidak ilmiah”, yang sesungguhnya terjadi adalah tabrakan register: yang satu mengukur dengan sanad dan koherensi tradisi, yang lain dengan prosedur dan uji publik.

Karena kamus memberi legitimasi formal, setiap pihak merasa punya landasan. Di sinilah konflik pengertian mengeras membatu — bukan karena dua kelompok ini kurang ilmu, tetapi karena satu kata memikul dua sejarah makna yang belum pernah benar-benar didamaikan.

Kata kolokial yang awalnya cair dan kontekstual dapat “naik kelas” menjadi register formal ketika telah distabilkan dan dilegitimasi, misalnya melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun, proses ini tidak serta-merta menghapus makna lama. Akibatnya, satu kata — seperti “ilmiah” — memikul dua lapisan makna sekaligus: makna populer yang longgar dan makna teknis yang ketat.

Ketegangan muncul ketika dua komunitas berbeda (santri versus akademisi) menggunakan kata yang sama dengan standar yang berbeda. Yang satu bertumpu pada otoritas tradisi dan sanad, yang lain pada metodologi modern dan verifikasi publik. Maka konflik yang tampak sebagai perbedaan pendapat sejatinya adalah benturan register.

Intinya, sengkarut bukan karena kekurangan ilmu, tetapi karena ketidaksamaan level signified yang tidak disadari. Seandainya, urf tradisi akademik tersebut menggunakan penanda berbeda, bukan penanda yang sama, benturan ini sejak awal tidak akan pernah terjadi.

 

  • Penulis: Teddy Yusuf, Penulis Lepas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layanan Publik Lebih Mudah, Pemkot Bandung Kenalkan Smile Connected

    Layanan Publik Lebih Mudah, Pemkot Bandung Kenalkan Smile Connected

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com –Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan transparan melalui peluncuran inovasi Smile Connected. nisiatif layanan digital ini diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur,  Selasa, (3/6/2025). Farhan mengatakan, kehadiran Smile Connected merupakan bagian dari strategi besar Kota […]

  • Ilmu, Adab, dan Arah

    Ilmu, Adab, dan Arah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    GARUT kanal31.com — Pernah mendengar satu cerita tentang sebuah sekolah Islam yang membuatku diam sejenak… bukan karena kurikulumnya canggih, tapi karena sesuatu yang sering kita anggap “sepele”: adab kepada guru.   Katanya, di sekolah itu, sebelum belajar dimulai, siswa tidak langsung buka buku. Mereka berdiri, merapikan posisi duduk, lalu menundukkan kepala sejenak. Bukan ritual kosong—tapi […]

  • Asyik! Cabang Universitas Al-Azhar dan Jordan University Akan Dibuka di Indonesia

    Asyik! Cabang Universitas Al-Azhar dan Jordan University Akan Dibuka di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengabarkan rencana kerja sama internasional, termasuk pembukaan cabang Universitas Al-Azhar Cairo dan Jordan University di Indonesia sepulangnya ke tanah air dari perjalan dari tanah suci. Hal ini disampaikan Menag dalam sambutan di Universitas PTIQ Jakarta Ma’had Al-Qur’an dalam rangka haflatul wada’ Mahasantri Ma’had Al-Qur’an Universitas PTIQ Jakarta tahun […]

  • Dinamika Politik Digital di Asia Tenggara: Seminar Internasional UIN Bandung Bahas Demokratisasi dan Manipulasi Algoritmis

    Dinamika Politik Digital di Asia Tenggara: Seminar Internasional UIN Bandung Bahas Demokratisasi dan Manipulasi Algoritmis

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM -– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Social Media and Politics in Southeast Asia” di Aula FISIP UIN SGD, Lt. 1, Kamis, (13/2/2025) pukul 08.30 – 12.00 WIB. Diselenggarakan oleh Centre for Asian Social Science Research (CASR), seminar ini menghadirkan dua akademisi […]

  • Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • 0Komentar

    GARUT kanal31.com — Nama Nadiem Makarim belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena inovasi pendidikan. Bukan karena Merdeka Belajar. Bukan karena transformasi digital sekolah. Tetapi karena pusaran isu hukum, tekanan opini, dan berbagai narasi yang terus menggiring publik untuk melihatnya sebagai pihak yang harus dipersalahkan. 🔥⚖️   Dan di titik itulah, akal sehat rakyat mulai […]

  • Kualitas Bersaing dan Dilirik Pasar! Gapoktan Ranting’s Anggur

    Kualitas Bersaing dan Dilirik Pasar! Gapoktan Ranting’s Anggur

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kelompok Buruan Sae Kelurahan Mengger (Gapoktan Ranting’s Anggur) kembali membuktikan keberhasilannya dalam mengelola pertanian perkotaan. Pada panen kali ini, mereka berhasil memanen beragam sayuran segar serta anggur berkualitas tinggi yang mulai dilirik pasar ritel Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengapresiasi kelompok ini. Menurutnya, Buruan Sae […]

expand_less