Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Tel Aviv dalam Bayang-bayang Neraka Rudal Iran

Tel Aviv dalam Bayang-bayang Neraka Rudal Iran

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR Kanal31.com — Kita update perang Iran vs Israel-AS, 5 Maret 2026. Kali ini saya fokus pada ibu kota Israel, Tel Aviv. Seperti apa kondisinya saat dihujani rudal Iran. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Tel Aviv dulu dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur. Pantai penuh pesta, startup unicorn tumbuh seperti jamur musim hujan, dan hummusnya konon bisa membuat lidah merasa menemukan tujuan hidup. Namun sekarang kota itu seperti panggung reality show paling mahal di dunia. “Sirine: The Remix Edition.” Bedanya dengan reality show biasa, yang kalah di sini bukan pulang ke rumah, tetapi bisa pulang ke sejarah.

 

Sejak tengah malam sampai pagi ini, sirine sudah meraung lima kali. Itu bukan alarm lembut yang menyuruh orang bangun yoga atau meditasi. Ini alarm yang maknanya sederhana. Lari ke shelter atau siap jadi statistik rudal. Warga Tel Aviv yang biasanya bergegas ke co-working space kini melakukan olahraga baru, sprint ke bunker sebelum langit menjatuhkan kejutan balistik.

 

Parkiran bawah tanah berubah menjadi hotel darurat versi kiamat. Tenda berdiri rapat, selimut tipis berserakan, bayi menangis bersahut-sahutan dengan gonggongan anjing peliharaan. Aromanya khas sekali, kopi dingin, keringat, dan kecemasan kolektif. Orang-orang duduk di lantai beton makan roti tawar sambil mendengar dentuman intersepsi Iron Dome di atas kepala. Jika dilihat dari jauh mungkin tampak seperti festival kembang api, tetapi semua orang tahu ini kembang api yang salah timing bisa berubah menjadi tragedi.

 

Langit Tel Aviv sering penuh garis cahaya rudal yang dicegat. Jejaknya melintang seperti lukisan cahaya di udara malam. Propaganda pro-Iran di media sosial sudah teriak, “Tel Aviv burning.” Kenyataannya tidak seapokaliptik itu. Kebanyakan rudal memang berhasil dihentikan. Debris jatuh di area terbuka, korban hari ini dilaporkan luka ringan dan trauma. Kata “ringan” di sini terasa sangat sinis, karena setiap sirine membuat jantung orang melompat sampai ke tenggorokan.

 

Masalah berikutnya adalah keluar dari kota ini tidak semudah keluar dari rapat dinas yang membosankan. Bandara Ben Gurion yang dulu sibuk seperti mal akhir pekan baru partial reopen tadi malam. Pagi ini dua pesawat El Al mendarat membawa pulang warga Israel yang sempat terjebak di luar negeri. Reuni keluarga di bandara dengan soundtrack sirine dan potensi rudal balistik. Sebuah adegan dramatis yang bahkan Hollywood mungkin perlu berpikir dua kali untuk memfilmkannya.

 

Menteri Transport Miri Regev mengatakan pemerintah akan melakukan “segala cara” untuk membawa pulang warga Israel dengan aman. Kedengarannya heroik. Namun penerbangan keluar kota masih sangat terbatas. Katanya baru mulai perlahan besok, itupun maskapai Israel dulu. Akibatnya ribuan orang asing, termasuk warga Amerika yang biasanya paling percaya diri di planet ini, sekarang antre bus sampai lima jam menuju perbatasan Mesir.

 

Pilihan lain adalah menunggu charter flight yang mungkin datang, mungkin juga tidak. Departemen Luar Negeri Amerika sudah memberi imbauan dramatis. “Leave immediately using any available commercial transportation.” Masalahnya sederhana, banyak transportasi komersialnya tutup.

 

Evakuasi massal resmi dari Tel Aviv juga tidak ada. Pesan pemerintah kira-kira begini, tetap di rumah, ikuti instruksi Homefront Command, dan semoga sistem pertahanan bekerja dengan baik. Terjemahan bebasnya, bertahanlah sebisa mungkin.

 

Ekonomi kota ikut terguncang. Tel Aviv yang dulu dielu-elukan sebagai ibu kota teknologi dunia kini masuk mode WFH paksa. Bukan karena tren digital, tetapi karena setiap beberapa jam orang harus lari ke bunker. Startup founder melakukan rapat Zoom sambil memegang helm. Investor mungkin mulai menghitung ulang risiko. Presentasi bisnis terlihat bagus, tetapi sirine rudal jelas tidak ada dalam proyeksi keuntungan.

 

Pariwisata nyaris berhenti total. Pantai kosong kecuali burung camar yang tampaknya juga mempertimbangkan pindah wilayah. Harga minyak global ikut naik akibat ketegangan di Selat Hormuz, dan efeknya sampai ke kafe-kafe kota. Latte favorit di Rothschild Boulevard terasa seperti membeli bahan bakar jet.

 

Akhirnya Tel Aviv terasa seperti kota yang sedang bermain Russian roulette dengan rudal. Pertahanannya kuat, tetapi setiap sirine membuat orang bertanya dalam hati, hari ini giliran siapa.

 

Jika nuan membaca ini sambil santai minum kopi di tempat aman, anggap itu kemewahan besar. Di Tel Aviv sekarang, ketenangan adalah barang langka. Semua orang mencoba terlihat normal, sambil diam-diam menunggu apakah malam nanti sirine akan kembali meraung.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Rektor III UIN Bandung Buka Liga Sepakbola Mahasiswa PTKIN 2024: Junjung Sportivitas dan Selamat Bertanding

    Wakil Rektor III UIN Bandung Buka Liga Sepakbola Mahasiswa PTKIN 2024: Junjung Sportivitas dan Selamat Bertanding

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Husnul Qodim didampingi oleh Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan, H. Wawan Gunawan, MM, Pembina Liga, Dede Lukman, M.Ag., Ketua Umum Liga, Parid Alparizi membuka secara resmi Liga Sepakbola Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) 2024 yang berlangsung di Lapangan UIN Bandung kampus II. Liga […]

  • Jadilah Cahaya yang Mengukir Masa depan Penuh Makna

    Jadilah Cahaya yang Mengukir Masa depan Penuh Makna

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com- Jadilah cahaya yang mengukir masa depan penuh makna. Demikian pesan yang disampaikan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. kepada para wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-103, yang digelar di Gedung Anwar Musaddad, Kamis (29/05/2025). Masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. Dan ini bisa diraih dengan syarat bersyukur kepada […]

  • Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, kanal31.com – Satnarkoba Polresta Bandung kembali menorehkan prestasi besar dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Satnarkoba Polresta Bandung berhasil mengamankan total 1.924.769 butir obat keras tertentu, termasuk tramadol dan eximer, yang siap diedarkan di wilayah Bandung Raya. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, dalam konferensi […]

  • Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

    Sa’ad bin Abi Waqqash, Sang Pembuka Gerbang Persia

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Tulisan ke-28 Edisi Ramadan. Kisah sahabat kali ini, tentang komandan perang yang cerdas. Dalam keadaan sakit ia memimpin perang untuk menaklukkan imperium raksasa. Dialah sang pembuka gerbang Persia. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Sejarah kadang punya cara unik menertawakan manusia. Di satu sisi, banyak tokoh modern sibuk mengukur kehebatan lewat jumlah […]

  • 7 Kiat Sukses Penerbitan Artikel Mahasiswa

    7 Kiat Sukses Penerbitan Artikel Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Wahyudin Darmalaksana, pegiat kelas menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memberikan kiat praktis agar mudah menerbitkan artikel ilmiah untuk mahasiswa. Yudi, sapaan akrabnya, menjelaskan saat ini merupakan era penerbitan artikel mahasiswa jenjang sarjana. Tentu ada kiat untuk sukses di bidang ini. Kiat ini pasti berkembang di masa depan seiring dengan ditemukannya strategi yang lebih […]

  • Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Pameran tunggal Irama Langit karya Maman Tocharman, seorang seniman kawakan asal Sumedang, digelar pada 20–30 November 2024 di Lobby Utama Lt. 1, Gedung FPSD UPI, Bandung. Pameran ini menampilkan karya seni berbahan kayu yang memadukan refleksi spiritual dan keindahan alam. Menghadirkan pengalaman estetis yang mendalam bagi para pengunjung. Dilansir dari laman Kota […]

expand_less