Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • comment 0 komentar

Deskripsi Psiko-sosiologis

Di kalangan umat Islam, ada lima kelompok orang saat mendengar adzan berkumandang kaitannya dengan shalat.

Pertama, kelompok yang segera ke masjid memenuhi panggilan adzan untuk shalat berjama’ah. Adzan baginya adalah panggilan untuk langsung shalat di awal waktu.

Kelompok ini ada tiga kelompok lagi. Pertama, karena kebiasaan saja, ketika adzan dia sudah biasa langsung ke masjid. Kedua, kebiasaan tidak juga, tapi karena ingin taat saja, ketika sikonnya pas dia ke masjid saat mendengar adzan, kalau tidak pas ya tidak langsung ke masjid. Ketiga, karena mengejar pahalanya yang besar, 27x lipat.

Kedua, kelompok yang ketika mendengar adzan, baginya itu adalah pemberitahuan waktu shalat sudah tiba, tak harus langsung shalat atau ke masjid. Di pikirannya, itu notifikasi bahwa waktu shalat sudah masuk. Shalatnya awal waktu, tengah-tengah atau di akhir, tergantung suasana hati atau sikon yang sedang dia alami, yang penting dia pasti akan shalat, dan pada waktunya, yaitu sebelum berganti ke waktu shalat berikutnya.

Ketiga, kelompok yang sedang acara penting: Rapat, pembahasan masalah, memutuskan sesuatu, lagi ada tamu resmi di kantor, lagi kuliah di kelas, lagi diskusi atau seminar, atau pikiran lagi fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan dll. Ini sama dengan yang kedua, shalat nanti saja kalau sudah acara selesai biar tenang dan tumaninah, biar hati dan pikiran fokus karena acara sudah beres.

Keempat, mendengar adzan dan tidak sama saja, gak ngaruh, dia ngaku Muslim tapi tidak shalat. Menurut survei, jumlah ini mencapai 38% dari seluruh umat Islam di Indonesia. Bila umat Islam berjumlah 200 juta, maka 76 juta orang Muslim Indonesia tidak shalat.

Kelima, mendengar adzan terganggu. “Mendengar adzan terganggu” itu bukan soal adzannya, tapi soal volume speakernya yang memekakkan telinga, karena jaraknya dekat atau karena suara dan bacaan adzannya menyedihkan. Ada juga yang lucu, bacaannya salah tapi pede, biasanya orang yang sudah tua, baru taat agama di usia senja dan semangat adzan 😊.

Volume speaker sudah lama menjadi perdebatan dan pengaturannya gak beres-beres. Pemerintah sudah mengatur tapi gak ngaruh, anjuran juga gak akan ngaruh karena masyarakat umumnya menganggap “mempersoalkan volume suara speaker adzan” sama dengan “mempersoalkan agama.” “Mengkritik volume speaker masjid” dianggapnya “mengkritik agama Islam.” Orang jadi pada takut.

Ini yang dilematis yang membuat pengaturan suara speaker masjid masih sulit di Indonesia. Umumnya umat Islam sepakat, speaker luar hanya untuk adzan saja, sedangkan pengajian orang dewasa, pengajian anak-anak, nadhaman, shalawatan dll, cukup pakai speaker dalam saja.

Tapi ini juga sulit karena demam speaker sudah melanda umat Islam tanpa melihat relevansinya. Misalnya, pengajian rutin majlis taklim ibu-ibu, suara speakernya keras kemana-mana, ternyata yang hadirnya di masjid cuma 10 orang, jarak antara penceramah dan dengan hadirin pun tak jauh karena masjid kecil.

Kemudian, pengajian anak-anak dan hafalan, pakai speaker luar, pengumuman-pengumuman kerja bakti, arisan, panggilan-panggilan hadir ke pengajian yang berulang-berulang: “Bu Kuraesin, Bu Tatang sama Bu Ade, mangga diantoosos … Pak Ustadz nya sudas dataaang … Jangan lupa konsumsi sama kopinya dibawwaaa …!! 😄 Protes umumnya tidak berani, karena itu kan “agama.” 😊☕🚬

 

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empati dalam Bimbingan Haji, Fondasi Pelayanan Terbaik

    Empati dalam Bimbingan Haji, Fondasi Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di penghujung tahun 2025 kembali diselenggarakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (SPIHU) angkatan III mandiri. Kegiatan rutinan ini terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Forum Komunikasi (FK) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini […]

  • Kemenag Pastikan Layanan Jemaah di Arab Saudi Sudah Siap!

    Kemenag Pastikan Layanan Jemaah di Arab Saudi Sudah Siap!

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025 dan terbang ke Arab Saudi sehari setelahnya. Kementerian Agama memastikan layanan bagi jemaah haji Indonesia selama di Tanah Suci sudah siap. “Sejauh ini kesiapan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Arab Saudi, sudah siap. Sesuai arahan Menteri Agama, kita berupaya mempersiapkannya secara […]

  • Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    Menanti Fajar Kesetaraan di Kampus Hijau: Akankah UIN Bandung Dipimpin Rektor Perempuan?

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      Oleh: Nanang Sungkawa* Riuh tepuk tangan dan tawa renyah seketika memecah keheningan Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa siang (09/06/2026). Di atas podium, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melontarkan sebuah kalimat yang bukan sekadar seloroh, melainkan sebuah sinyalemen politik yang sarat makna. “Sudah sembilan perempuan yang menjabat […]

  • Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rektor Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. berpesan agar pegawai di lingkungan UPI harus menjadi SDM yang speed learner dan lifelong learner. Hal itu disampaikan selepas Rektor mengambil sumpah 324 Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tetap UPI pada Senin (19/09/2022) di Gedung BPU Achmad Sanusi. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya, penting agar pegawai sebagai SDM UPI mampu […]

  • Raih Predikat Q4 di Scimagojr, Jurnal Psikohumaniora UIN Walisongo Terbaik Ketiga Asia

    Raih Predikat Q4 di Scimagojr, Jurnal Psikohumaniora UIN Walisongo Terbaik Ketiga Asia

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Semarang KANAL31.COM Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, terbitan Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Walisongo Semarang, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Setelah menjadi jurnal pertama bidang psikologi di Indonesia yang terindeks di database Scopus, Psikohumaniora meraih peringkat Q4 (quartile 4) dengan lingkup applied psychology, clinical psychology, dan experiment and cognitive psychology. Prestasi ini dirilis oleh Scimago […]

  • Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Jangan bilang kalian tidak tahu MiChat. Terutama kalian para laki-laki hidung belang. Aplikasi MiChat ini terkenal mampu memberikan teman dengan sekejap. Hmm.. Kok bisa? Fitur-fitur yang ada di dalamnya berhasil menarik sebuah komunitas besar, terutama mereka yang bergerak di dunia malam. Masih penasaran? Jadi begini, yang membuat aplikasi ini menarik bagi saya adalah tidak […]

expand_less