Breaking News:
Beranda » BEWARA » Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM

Kementerian Agama bersama dengan Majelis Masyayikh menyusun  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pondok Pesantren Salafiyah. Penyusunan ini dikemas dalam Workshop Pemetaan Kurikulum Pondok Pesantren Salafiyah.

Workshop diikuti 30 peserta, terdiri atas perwakilan Pesantren Salafiyah dan Majelis Masyayikh, serta sejumlah Kepala Bidang Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi.

“Kami tengah merumuskn kriteria kelulusan santri pesantren salafiyah. Kriteria nantinya akan ditetapkan oleh majelis masyayikh,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur di Bogor, Senin (19/9/2022).

Workshop, lanjut Waryono, juga mempersiapkan pendataan santri Salafiyah sebagai bagian dari data peserta didik secara nasional. Langkah ini antara lain untuk mengidentifikasi pesantren yang benar-benar murni salafiyah dan santrinya tidak terdata sebagai santri muadalah, diniyah formal, dan juga bukan siswa madrasah/sekolah.

“Jadi kami melakukan pendataan para santri yang benar-benar murni belajar di Pesantren Salafiyah,” jelasnya.

Melalui sambungan virtual Zoom Clouds Meeting, Ketua Majelis Masyayikh Pesantren, Abdul Ghaffar Rozin, menjelaskan tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pesantren Salafiyah yang saat ini tengah digodok oleh Majelis Masyayikh. Menurutnya, SKL Pesantren akan menjadi acuan pada uji kompetensi santri pondok pesantren Salafiyah ke depan dan tentunya akan berkaitan erat dengan kurikulum pesantren.

“Saat ini sudah ada Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Agama Islam nomor 4832 tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah, artinya SKL yang tengah disusun tidak berangkat dari ruang kosong,” ujar Gus Rozin, panggilan akrabnya

Menurutnya, SKL dalam Surat Keputusan tersebut setidaknya memuat dua hal. Pertama, Kompetensi Inti Keagamaan Islam yang terdiri atas kompetensi inti sikap, kompetensi inti pengetahuan, dan kompetensi inti keterampilan. Kompetensi ini harus dipenuhi oleh lulusan pesantren salafiyah untuk jenjang ula, jenjang wustha, dan jenjang ulya.

“Kedua, kompetensi dasar keagamaan Islam berdasarkan rumpun ilmu yang harus dipenuhi oleh lulusan pesantren salafiyah. Kompetensi ini meliputi al-Qur’an, Hadits dan Ilmu Hadits, Tauhid dan Ilmu Kalam, Tarikh, Fiqh dan Ushul Fiqh, Akhlak dan Tasawuf, serta ‘Ulum al-Lughah, untuk setiap jenjang,” tutur Gus Rozin.

Namun demikian, lanjut Gus Rozin, sebagai produk yang lahir sebelum hadirnya Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren, SK tersebut perlu dikaji ulang. “Misalnya, SKL ini perlu pula memasukkan Kompetensi Dasar dan Inti dari mata pelajaran umum,” terangnya.

Lebih lanjut Gus Rozin menjelaskan bahwa peran dari Majelis Masyayikh sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 di antaranya adalah untuk melindungi kemandirian dan kekhasan pendidikan Pesantren, meningkatkan kualitas mutu pendidikan pesantren, dan memajukan penyelenggaraan Pendidikan Pesantren.

“Selain itu Majelis Masyayikh juga memiliki peran untuk menguatkan pengelolaan dan keberlanjutan Pesantren, dan peran dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya pesantren,” terang Gus Rozin.

Menurutnya, sampai saat ini sosialisasi terkait kebijakan pendidikan pesantren tersebut telah dilakukan secara bertahap. “Adapun agar informasi ini dapat tersebar secara menyeluruh, maka dibutuhkan kerja sama dengan beberapa pihak,” pungkas Gus Rozin.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Objektivitas Etika dan Arsitektur Literasi Islam di Nusantara  Kanal31.com — Menapaki tinggalan sejarah cukup memberikan nuansa dan makna tersendiri bagi penelusurnya. Tentunya, Sejarah bukan sekadar deretan angka mati atau kronologi linear yang harus dihapal untuk ujian, melainkan sebuah struktur yang bernapas dalam bentangan “longue durée” (bentangan durasi panjang).   Jika kita memandang Jawa melalui lensa Denys […]

  • Mentafakuri Kebesaran Allah dalam Takbir

    Mentafakuri Kebesaran Allah dalam Takbir

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung 
    • 0Komentar

    Harmoni Ibadah, Keluarga, dan Alam Semesta BANDUNG kanal31.com — Tulisan ini mengkaji makna spiritual, sosial, dan kosmologis dari praktik keagamaan selama Ramadan yang mencapai puncaknya pada Idul Fitri. Dengan pendekatan reflektif-integratif, artikel ini menyoroti konsep takbir sebagai kesadaran tauhid, puasa sebagai sistem pendidikan multidimensional, serta peran keluarga dan interaksi manusia dengan alam sebagai manifestasi kebesaran Allah. […]

  • Iran dan Umat Islam Abad 21

    Iran dan Umat Islam Abad 21

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Penasihat Parlemen Iran: “Tangan Amerika Harus Dipotong, Jalannya Lewat Leher Netanyahu!” Whaaaw …. Saya ingin membongkar psikologi ucapan itu dan memberi makna untuk renungan umat. Apa yang menarik dari ucapan itu yang dikatakan Iran pada Amerika dan Netanyahu? Jawabannya: Dignity! Self-pride, self-esteem alias harga diri. Harga diri umat. Harga diri umat otomatis […]

  • Dr. Dedi Harapkan Mahasiswa FAH Cerdas dan Lekat Ibadah

    Dr. Dedi Harapkan Mahasiswa FAH Cerdas dan Lekat Ibadah

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com–  Kegiatan Praktik Ibadah bukan sekadar melaksanakan tahapan akademik, melainkan juga dapat mendorong mahasiswa –sebagai Generasi Z– agar menyadari pentingnya keakhiratan. Demikian penegasan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H.  Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum saat membuka acara Praktikum Ibadah 2024 dan Kuliah Umum mahasiswa semester 1, di Aula […]

  • IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi Jadi Bahasan SENTER IX 2024

    IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi Jadi Bahasan SENTER IX 2024

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Seminar Nasional Teknik Elektro (SENTER) IX 2024 bertajuk “IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi” sukses diselenggarakan secara hybrid di Aula Abjan Soelaeman, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, (3/10/2024). Dengan menghadirkan dua narasumber: Dr. Hamonangan Situmorang, M.T., Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB; Edi Mulyana, M.T., Dosen UIN Bandung […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

expand_less