Breaking News:
Beranda » BEWARA » Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
  • comment 17 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com— UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki 55 Guru Besar (profesor). Mereka pemegang otoritas tertinggi di bidang akademik, karena perannya sebagai motor penggerak berbagai aktivitas di kampus. Mereka juga menjadi ikon universitas karena kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga performa lembaganya menjadi bergengsi dan bereputasi.

Karena perannya yang istimewa, wajar kalau ada regulasi yang mensyaratkan calon rektor UIN Bandung/PTKIN itu harus dari kalangan profesor. Seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 68/2015, pasal 3 huruf b bahwa persayarata khusus calon rektor harus lulusan S3 dan memiliki jabatan fungsional Profesor.

Berdasarkan hasil penelusuran kanal31.com, dari 55 gubes, hanya 22 yang dianggap layak menjadi calon rektor. Jumlah itu didasarkan pada persyaratan umum, Pasal 3 Persyaratan Bakal Calon Rektor/Ketua, nomor 3 PMA No 68/2015. Secara eksplisit, pasal tersebut berbunyi calon rektor itu harus: (3) berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor/Ketua yang sedang menjabat.

Bisa ditafsirkan bahwa yang dianggap layak mencalonkan rektor UIN Bandung/PTKIN, adalah yang memiliki kelahiran maksimal tahun 1967. Dan, dari 22 yang dianggap layak, diprediksi hanya 10 gubes yang memiliki “keberanian” mendaftarkan diri menjadi calon rektor.

“Keberanian” menjadi kata penting dalam proses suksesi di UIN Bandung. Sebab tidak semua yang layak itu berani tampil ke depan untuk memimpin, selain terbentur persyaratan berpengalaman manajerial, juga berkembangnya budaya ewuh-pakewuh, dan adanya pengaruh tekanan politik pragmatis.

Kesepuluh gubes itu adalah: Prof Rosihon Anwar (NU/HMI), Prof Muhtar Solihin (Al-Washliyah/HMI), Prof Hj Nina Nurmila, Prof Hj Ulfiah (NU/PMII), Prof Muhammad Ali Ramdhani (NU), Prof Ah Fathonih (HMI/PUI), Prof Tedi Priatna (HMI), Prof Ahmad Ali Nurdin (PUI/HMI), Prof Bambang Qomaruzzaman (NU), dan Prof Ahmad Sarbini (HMI).

Berdasarkan studi empiris, ditunjang observasi secara komprehensif, masyarakat akademik UIN SGD Bandung kini tengah menanti informasi seputar pemilihan rektor ini. Bahkan sejumlah pertanyaan muncul, kapan dan bagaimana mekanisme pemilihan rektor UIN Bandung?

Kira-kira berapa gubes yang akan lolos uji kualifikasi untuk dipilih oleh Menteri Agama? Apakah gubes yang berani mencalonkan Rektor itu mewakili kelompok-kelompok, atau ada di antaranya yang menjadi representasi masyarakat akademik? Atau akan terjadi konsensus yang mengerucut kepada satu calon yang dianggap akomodatif, dengan janji akan diberikan jabatan tertentu?*

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (17)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof Bambang Qomaruzzaman Jadi Pendaftar Pertama dalam Pemilihan Rektor UIN Bandung 2023-2027 

    Prof Bambang Qomaruzzaman Jadi Pendaftar Pertama dalam Pemilihan Rektor UIN Bandung 2023-2027 

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag, berhasil mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas kepada panitia di hari pertama saat dibuka Pendaftaran Bakal Calon Pemilihan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2023-2027, Jumat (28/4/2023). Tepat pukul 14.29 WIB, berkas Prof Bambang langsung diserahkan sendiri yang diterima oleh Panitia Pemilihan Rektor, Dr. […]

  • Selamat! Prodi Ilmu Politik UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    Selamat! Prodi Ilmu Politik UIN Bandung Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Program Studi S1 Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini ditetapkan melalui Surat Keputusan BAN-PT: S1 Ilmu Politik dengan Nomor SK: 289/SK/BAN-PT/Ak/S/II/2026. Akreditasi Unggul merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional yang […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Selamat! Menkes RI Tetapkan RSGM Unpad Jadi Rumah Sakit Pendidikan

    Selamat! Menkes RI Tetapkan RSGM Unpad Jadi Rumah Sakit Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk Fakultas Kedokteran Gigi Unpad oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Penetapan tersebut didasarkan atas Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/1419/2022 tentang Penetapan RSGM Unpad sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama untuk Fakultas Kedokteran Gigi Unpad pada tanggal 12 September 2022. […]

  • 5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan di Indonesia bisa terbilang unik dari negara lain. Hal ini bisa dilihat dari adanya pondok pesantren (Ponpes) yang berisikan Pendidikan modern, umum dan agama Islam. Seiring berjalannya waktu, Pesantren menjadi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama. Pada masa itu, banyak pesantren modern yang menjelma menjadi lembaga pembelajaran ilmiah, seperti lembaga pendidikan umum. […]

  • 3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ajaran Islam tidak hanya meliputi ibadah ritual, tetapi juga tatanan sosial masyarakat. Sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kepemimpinan atas umat Islam diselenggarakan dalam berbagai format. Sejumlah pemikir menguraikan kriteria kepemimpinan yang ideal menurut agama ini. Pada masa klasik, yakni sejak abad kedelapan hingga ke-15, para penulis yang menggeluti tema politik cukup banyak. Di antaranya […]

expand_less