Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Pesantren dan Feodalisme 

Pesantren dan Feodalisme 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Di pesantren, hidup dua kultur: Takzim dan feodalisme. Takzim adalah tradisi hormat pada guru, kyai, ulama karena ilmunya, feodalisme adalah penghormatan karena status, gelar, jabatan dan keturunan. Takzim adalah bagian dari adab mencari ilmu. Feodal adalah bagian dari kultur kekuasaan kuno dimana derajat orang dibedakan berdasarkan kelas sosial.

 

Di banyak pesantren, keduanya seringkali menyatu dan ketika masyarakat Muslim semakin modern dan berpikir makin kritis, batasan keduanya mulai dipertanyakan. Masalahnya, karena banyak kyai-ulama tanpa sadar menikmati penghormatan itu tanpa mengikis unsur feodalismenya.

 

Untuk mengembalikannya pada jalur yang benar, pesantren perlu memisahkan mana takzim, mana feodalisme. Adab dalam ilmu dan takzim ke guru-ulama adalah ajaran Islam, feodalisme adalah peninggalan tradisi kerajaan Hindu Jawa dan warisan kolonialisme Eropa.

 

Takzim pada guru-ulama hanya karena satu alasan: Ilmu dan akhlaknya, atau otoritas dan integritasnya. Penghormatan karena status dan keturunannya, apalagi berlebihan, adalah feodalisme. Islam tak mengajarkan penghormatan pada manusia karena status, keturunan, kekayaan dan kebangsaannya.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia … Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang non-Arab dan bagi orang non Arab atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan”.

 

Ketika Abdullah bin Umar, anak Umar bin Khattab, pernah merendahkan temannya dan ingin dihormati karena ia merasa sebagai anak Khalifah, Umar memanggilnya dan menyuruh Abdullah menempelkan kepala dan pipinya ke tanah, lalu menyuruh temannya yang direndahkannya itu untuk menginjak pipi Abdullah bin Umar dengan kakinya. Umar marah dan berkata: “Tidak ada penghormatan dan merasa lebih mulia seseorang dari yang lainnya karena jabatan bapaknya.”

 

Nabi Muhammad SAW dan Khalifah Umar mengajarkan dan merintis penghapusan feodalisme di dunia Islam. Kemuliaan manusia di hadapan Tuhan hanya satu: ketakwaannya!

Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raker FAH 2026, Diawali Momen Spesial “The Humanis Awards”

    Raker FAH 2026, Diawali Momen Spesial “The Humanis Awards”

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2026 di Aula FAH, Selasa (20/01/2026). Acara ini diawali dengan momen spesial bertajuk “Humanis Award”, sebuah bentuk apresiasi nyata terhadap prestasi mahasiswa. Dalam ajang “Humanis […]

  • Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Karya ilmiah tidak boleh ada typo atau kesalahan teknis penulisan. Di dalam penulisan skripsi atau tugas akhir, kesalahan teknis penulisan bukan bagian dosen pembimbing, melainkan tugas penulis untuk menghindari, mencermati, dan memperbaikinya. Saat ini, era konten sehingga dosen pembimbing lebih fokus melihat konten meliputi kedalaman isi. Apabila naskah karya ilmiah ditemukan banyak kesalahan teknis dalam […]

  • Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LOMBOK kanal31.com — Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal ini ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok. “Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open […]

  • Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    Dobrak Stigma, Rakernas PPPSIH-PTKIN Bidik Integrasi Hukum Islam-Nasional

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Lanskap pendidikan hukum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersiap menghadapi babak baru. Cetak biru masa depan tersebut mulai digodok dalam rangkaian Pelantikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Perkumpulan Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum (PPPSIH)PTKIN se-Indonesia, yang digelar di Aula Utama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, Rabu (17/06/2026). Pertemuan […]

  • Quick Count Pilgub Jabar Data Masuk 66,7%: Dedi-Erwan Unggul 60,54%

    Quick Count Pilgub Jabar Data Masuk 66,7%: Dedi-Erwan Unggul 60,54%

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan tercatat unggul dibandingkan tiga paslon lainnya dalam hitung cepat atau quick count Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2024 versi lembaga Indikator Politik Indonesia. Berdasarkan hasil quick count pada pukul 15.32 WIB dengan 66,67 persen suara yang masuk, Dedi-Erwan memperoleh suara 60,54 persen. Kemudian, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie memperoleh […]

  • Publikasi Artikel Ilmiah Jadi Jalan Kelulusan Dua Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Bandung

    Publikasi Artikel Ilmiah Jadi Jalan Kelulusan Dua Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Bandung

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Prestasi membanggakan ditorehkan dua mahasiswa (Hakiki Ramadhan, Sabila Syifa Noorazlina) Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Keduanya dinyatakan lulus munaqasah melalui skema tugas akhir berbasis publikasi artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi nasional. Ketua Jurusan Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Evi Sopiah, […]

expand_less