Breaking News:
Beranda » BEWARA » UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025).

Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa bersama dan pernyataan empati bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah menghadapi bencana alam.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa krisis ekologis bukan sekadar isu teoretis, melainkan kenyataan yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat. Karena itu, pendekatan spiritual, moral, dan ilmiah diperlukan untuk membangun solidaritas serta kesadaran ekologis yang lebih kuat,” jelasnya.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber terkemuka: Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Ketua Forum Dekan (Fordek) Ushuluddin PTKI se-Indonesia, dan Dr. Budhy Munawar-Rachman, Koordinator Esoterika Forum Spiritualitas sekaligus Penasehat Ahli Menteri Agama RI. Acara dipandu oleh Rika Dilawati, M.Ag., dosen SAA UIN Bandung.

Dalam paparannya, Dr. Budhy Munawar-Rachman menegaskan bahwa Indonesia sebagai masyarakat multikultural memposisikan agama sebagai entitas hidup dan relevan, terutama dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang diperkirakan mencapai titik kritis pada 2050. “Urgensi ekoteologi sebagai perspektif moral bersama lintas agama untuk menjawab krisis ekologis global,” tegasnya.

Menurutnya, ekoteologi tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga moral dan praksis. Merujuk pada gagasan Denny JA tentang 10 Prinsip Spiritualitas Universal, Mas Budhy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan masyarakat merawat bumi sebagai rumah bersama.

Paling tidak terdapat tiga pilar utama maintainer ekoteologi: iman, ilmu dasar ekoteologi, dan amal ekoteologi.

Pengurangan konsumsi plastik, penghematan energi, hingga gaya hidup minimalis disebut sebagai bentuk taubat ekologis yang perlu ditumbuhkan sebagai kebiasaan masyarakat beragama. “Berbagai penelitian global menunjukkan komunitas keagamaan seringkali lebih efektif dalam advokasi lingkungan dibanding lembaga formal internasional,” jelasnya.

Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menjelaskan ekoteologi sebagai teologi feminin, teologi yang menekankan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian terhadap kehidupan. Ia menegaskan bahwa kualitas mental dan intelektual seorang ilmuwan berpengaruh pada kepeduliannya terhadap alam. Dalam perspektif mikrokosmos, manusia memantulkan keteraturan kosmos. “Oleh karena itu, kerapihan, ketelitian, dan etika dalam karya ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari etika ekologis,” paparnya.

Prof. Yudi sapaan akrabnya menekankan bahwa ekoteologi harus melahirkan perubahan perilaku, cara pandang, dan cara berkarya sebagai wujud tanggung jawab spiritual dan intelektual.

Sebelumnya, menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, termasuk meningkatnya frekuensi bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan Resolusi Shakti 2025. Dokumen ini memuat delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam yang ditujukan untuk memperkuat gerakan ekologis nasional dari ruang akademik.

Delapan Pilar Aksi Transformasi Resolusi Shakti 2025 meliputi:

1. Reinterpretasi Teologis – Mengoreksi paradigma antroposentris dan meneguhkan manusia sebagai khalifatullah fil ardh.

2. Transformasi Kurikulum – Menghadirkan kampus sebagai living laboratory ekoteologi dan pusat pembelajaran Islam ramah lingkungan.

3. Konsorsium Riset Interdisipliner – Menghasilkan solusi konkret dari tingkat lokal hingga nasional.

4. Pendampingan Komunitas & Filantropi Ekologis – Menguatkan aksi pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

5. Aliansi Lintas Sektor – Berkolaborasi dengan komunitas adat, organisasi lingkungan, seniman, aktivis, hingga pemerintah.

6. Ekonomi Regeneratif Berbasis Nilai Islam – Mendorong transisi dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkeadilan ekologis.

7. Platform Digital Terbuka – Membangun gerakan ekoteologi yang inklusif dan mudah diakses publik.

8. Kampanye Global – Menempatkan Indonesia sebagai teladan ekoteologi Islam di tingkat dunia.

Nita Ch. Lusaid, Direktur Denny JA Foundation, menegaskan kuliah umum ini menegaskan bahwa ekoteologi merupakan warisan kultural milik bersama yang harus dihidupkan melalui kolaborasi lintas agama, integrasi ilmu ekologi dan spiritualitas, serta aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Menghadapi meningkatnya risiko bencana dan perubahan iklim, suara moral agama, kepemimpinan spiritual, serta komitmen ilmiah menjadi kunci untuk membangun masa depan ekologis yang lebih adil dan berkelanjutan,” bebernya.

Dengan mempertemukan perspektif akademik, spiritual, dan ekologis, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperkuat kontribusi dalam merawat bumi sebagai amanah Ilahi sekaligus tanggung jawab lintas generasi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sisa Harapan

    Sisa Harapan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    Pada akhirnya harapan tak pernah datang sebagai mentari.   Ia lebih sering tiba sebagai bara yang nyaris padam, terkubur di bawah abu hari-hari yang terlalu lama belajar menjadi dingin.   Kita menemukannya bukan karena ia bersinar, melainkan karena jari-jari masih merasa sedikit hangat ketika seluruh dunia berkata: selesai.   Ada saat ketika hidup bukan lagi […]

  • Momentum Perkuat Nilai Keislaman yang Inklusif

    Momentum Perkuat Nilai Keislaman yang Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA kanal31.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri puncak peringatan Milad ke-120 Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/9/2025). Acara ini diikuti ribuan jamaah dan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura.   Dalam sambutannya, KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi – mengapresiasi peran Ponpes Suryalaya dalam membina umat dan mengembangkan […]

  • Pesan Rektor UIN Bandung: Lulusan harus Berkarakter, Adaptif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    Pesan Rektor UIN Bandung: Lulusan harus Berkarakter, Adaptif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

      BANDUNG, kanal31.com — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menyampaikan pesan mendalam kepada 1.500 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi wisuda yang digelar di Auditorium Anwar Musaddad, (12/09/2026). Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjadi lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat nyata […]

  • Prodi IPII UIN Bandung Lahirkan Pustakawan Gen Z

    Prodi IPII UIN Bandung Lahirkan Pustakawan Gen Z

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom mengharapkan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Adab  dan Humaniora UIN Bandung menjadi pustakawan masa depan, yang mampu menghubungkan antara manusia dan teknologi, menjaga nilai etika, privasi, serta keberlanjutan pengetahuan. Menurut Lutfi, mahasiswa sekarang termasuk generasi Z. Mereka akan menjadi pustakawan masa […]

  • PBH Peradi Bandung Buka Pos Pengaduan PPDB

    PBH Peradi Bandung Buka Pos Pengaduan PPDB

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Saat sesi diskusi pada Pelantikan dan Serah Terima Surat Keputusan Struktur Organisasi Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandung, Sabtu 15 Juni 2024, mengemuka isu-isu ketidakadilan yang berlangsung di tengah masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian praktisi hukum. Ketidakadilan tersebut diantaranya menyangkut persoalan PPDB, persoalan mafia tanah, korban leasing atau jerat hutang, serta masalah pelayanan […]

  • Top Buat Kelas Menulis, 500 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Tembus Jurnal Ilmiah

    Top Buat Kelas Menulis, 500 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Tembus Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Publikasi ilmiah mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung tembus 500 artikel. Artikel-artikel itu tersebar di berbagai jurnal ilmiah. Semua itu berkat kerja keras seluruh sivitas dalam pendampingan berbagai kegiatan. Seperti Tugas Akhir (TA), Praktik Kerja Lapangan (PKL), Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), tugas matakuliah, dan lain-lain. Sebagian artikel merupakan […]

expand_less