Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

  • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.

 

Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam pergaulan global. Perjalanan luar negeri presiden adalah instrumen hal tersebut. Ia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari orkestrasi besar untuk mengamankan kepentingan nasional.

 

Presiden tidak hanya membawa dirinya sebagai individu, tetapi sebagai representasi simbolik dan substansial dari negara. Setiap pertemuan bilateral, forum internasional, atau bahkan percakapan informal di sela-sela konferensi memiliki potensi menghasilkan dampak strategis yang tidak selalu dapat diukur secara instan.

 

Ada dimensi keamanan yang sering luput dari perhatian. Dalam banyak kasus, perjalanan luar negeri menjadi ruang untuk meredakan ketegangan, membangun saluran komunikasi, dan mencegah konflik. Diplomasi preventif semacam ini jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus ditanggung jika konflik benar-benar terjadi.

 

Lebih dari itu, presiden sedang memainkan peran sebagai penjaga stabilitas ekonomi nasional. Kesepakatan investasi, perdagangan, dan kerja sama teknologi yang dibangun melalui kunjungan luar negeri berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Apa yang tampak sebagai biaya perjalanan sejatinya adalah investasi jangka panjang.

 

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian geopolitik, kehadiran presiden di berbagai forum internasional adalah bentuk afirmasi eksistensi negara. Negara yang tidak hadir akan kehilangan suara. Negara yang kehilangan suara akan kehilangan pengaruh. Dan negara yang kehilangan pengaruh akan rentan terhadap tekanan eksternal.

 

Memang betul hasil dari perjalanan luar negeri tidak langsung terlihat. Namun, ia membangun trust—modal tak kasat mata yang sangat menentukan dalam hubungan antarnegara. Kepercayaan ini menjadi fondasi bagi kerja sama di masa depan.

  • Penulis: Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Rektor Unsoed yang Baru Saja Ditangkap KPK

    Mengenal Rektor Unsoed yang Baru Saja Ditangkap KPK

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Jumat Keramat, biasanya KPK menangkap bupati korup. Mungkin sudah bosan, bidikan diarahkan ke rektor, pimpinan tertinggi universitas. Sebagai korban perdana, Rektor Universitas Soedirman (Unsoed), Prof Akhmad Sodiq baru saja digelandang KPK ke jeruji. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Nama lengkapnya Prof Dr Ir Akhmad Sodiq M Sc Agr IPU ASEAN Eng. Gile […]

  • Selamat ! UIN Sunan Kalijaga Masuk Jajaran Top 20 Universitas Islam Terbaik di Dunia

    Selamat ! UIN Sunan Kalijaga Masuk Jajaran Top 20 Universitas Islam Terbaik di Dunia

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM UIN Sunan Kalijaga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Beragam kolaborasi akademik dan pengembangan lembaga dilakukan guna memperluas peluang kerja sama dan kebermanfaatan baik dalam skala nasional maupun internasional. Salah satu rekognisi yang diraih UIN Sunan Kalijaga pada bulan September ini adalah berhasil masuk dalam jajaran 20 (dua puluh) besar universitas Islam terbaik […]

  • 5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    5 Tempat Makan yang Perlu Dikunjungi bagi Pencinta Pedas

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Bandung bukan hanya dikenal sebagai kota yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk, tetapi juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia, Bandung memiliki berbagai macam hidangan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu daya tarik kuliner […]

  • DKM Al Jabbar Gelar Raker, Bahas Program Strategis Masjid Raya Istimewa

    DKM Al Jabbar Gelar Raker, Bahas Program Strategis Masjid Raya Istimewa

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Jabbar periode 2025-2030 menggelar rapat kerja di Ruang Edukasi, Selasa (16/12/2025).   Dipimpin langsung Ketua DKM Dr. KH. Tata Sukayat, M.Ag, raker diikuti jajaran pengurus yang dilantik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 9 Desember lalu.   Menurut Tata Sukayat, program Masjid Raya Al Jabbar mengacu […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

  • KDM, Pentingnya Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda

    KDM, Pentingnya Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan bahwa peradaban tertinggi dalam falsafah Sunda terletak pada “rasa”, bukan pada tulisan maupun aturan yang dimodifikasi. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang digelar di Gedung Aula Anwar Musaddad, Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).   “Dalam […]

expand_less