Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Selamat Jalan, Angga!

Selamat Jalan, Angga!

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Namanya Airlangga Pribadi Kusman. Biasa dipanggil Angga.

Saya mulai mengenalnya di penghujung dekade 1990-an. Saat itu saya adalah aktivis senior Majelis Sinergi Kalam (Masika) Pusat, sementara Angga aktivis muda Masika Surabaya.

Ketika saya melakukan riset untuk program S2-leading S3 di Australian National University, saya banyak menerima undangan menjadi pembicara dari berbagai daerah. Namun undangan dari Masika Surabaya selalu datang dengan semangat yang khas. Di sanalah saya bertemu dengan para pentolannya—Angga, Iman, Dimas, Rusdi, Adi, dan yang lainnya—yang hingga kini masih menjalin relasi hangat dengan saya.

Sejak perjumpaan pertama, Angga segera menampakkan dirinya sebagai anak muda yang tidak mudah selesai dengan jawaban. Ia paling rajin melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis dan mengajak berdiskusi tentang buku-buku terbaru yang dibacanya. Belakangan saya tahu, ia termasuk aktivis Surabaya yang paling bersemangat memburu dan mengoleksi buku.

Angga pernah ditempa dalam pergerakan mahasiswa Islam, tetapi minat keislamannya tidak berhenti pada simbol. Ia lebih tertarik pada dimensi struktural: kekuasaan, ketimpangan, dan pembebasan. Islam Semangka, istilah yang rasanya pas untuknya: hijau di luar, merah di dalam.

Selepas studi di ANU pada 2004, saya harus membawa pulang tumpukan buku ke Tanah Air. Saat itu saya masih sangat miskin, bahkan tak punya tempat untuk menampungnya. Angga datang dan menyediakan rumah orang tuanya sebagai tempat bernaung buku-buku saya.

Buku-buku itu menemukan rumah. Dan tanpa kami sadari, persahabatan kami makin memperluas pendar aura gugusan buku.

Ketika kemudian saya menjadi dosen tamu di Program Pascasarjana FISIP UI, Angga mendaftar di sana. Suatu hari ia datang ke rumah saya, meminta saya menjadi pembimbing tesisnya tentang politik wacana. Ia menjadi satu-satunya mahasiswa pascasarjana UI yang pernah saya bimbing. Setelah itu saya kapok—honornya super kecil (😁 maaf), sementara saya selalu berusaha membimbing dengan penuh tanggung jawab.

Selepas S2, Angga melanjutkan doktoralnya di Murdoch University, Australia. Disertasinya kemudian diterbitkan Palgrave Macmillan pada 2019: The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era.

Dalam kajian tentang intelektual dan sosiologi pengetahuan, ia melanjutkan percakapan yang pernah saya mulai tentang genealogi inteligensia Indonesia, dengan medan yang lebih khusus: Jawa Timur. Dengan pengaruh mazhab Murdoch, ia membacanya melalui lensa struktural—melihat intelektual bukan sebagai pikiran yang mengambang, tetapi sebagai bagian dari pusaran kekuasaan dan masyarakat.

Boleh dibilang, disertasi Angga merupakan hasil perjumpaan dari dua arus, dua gugus pendekatan dan peralatan kajian.

Selepas Murdoch, Angga masih sempat saya ajak bergabung sebagai tim pakar UKP-PIP, yang kemudian berkembang menjadi BPIP.

Setelah saya meninggalkan lembaga itu, Angga melanjutkan petualangan intelektualnya sendiri. Ia terus membaca dan menulis. Suatu ketika ia datang meminta saya menjadi pembahas peluncuran bukunya, Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia (2022). Sayang, kesibukan membuat saya tak bisa memenuhi permintaannya.

Dari kejauhan saya melihatnya semakin tekun menggeluti tema antikemapanan, demokrasi ekonomi, dan nasionalisme emansipatoris. Seolah seluruh perjalanan intelektualnya menemukan satu benang merah: mencari jalan agar gagasan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi energi pembebasan.

Sekonyong-konyong, pada suatu senja, ketika Jakarta dihujani debu vulkanik, kabar itu datang melalui grup WhatsApp:

Angga telah pergi.

Saya terdiam.

Ada kematian yang datang seperti petir. Ada pula yang datang seperti senja: perlahan, tetapi ketika kita sadar, cahaya telah pergi.

Angga pergi dalam usia relatif muda. Namun ia meninggalkan warisan pemikiran yang relatif matang—gagasan yang telah ditempa oleh buku, pergulatan akademik, dan kegelisahan sosial; gagasan yang telah siap diwariskan kepada kaum muda, kepada generasi pelanjut.

Tubuhnya pergi. Tetapi pertanyaannya masih berjalan.

Buku-bukunya masih menunggu pembaca.

Pikirannya masih mengetuk pintu zaman.

Sekali lagi, bangsa ini kehilangan elan vital, seorang pemikir yang gigih dan tak mudah berdamai dengan kemapanan.

Dan saya kehilangan seorang sahabat intelektual.

Selamat jalan, Angga.

Maafkan saya tidak bisa mengantarmu ke tempat peristirahatan terakhir.

Aku pun masih di sini, bergelut dengan sisa hidup yang semakin ringkih. Masih membaca, masih menulis, masih menyimpan percakapan-percakapan yang belum selesai.

Barangkali suatu hari nanti, di fase kehidupan yang lain, kita akan berjumpa kembali.

Kau datang membawa sebuah buku, seperti dulu.

Lalu dengan mata yang penuh ingin tahu, kau bertanya:

“Kang, bagaimana menurut akang?”

Dan kali ini, Angga, semoga kita punya waktu yang panjang untuk berbincang.

Tentang buku.
Tentang Indonesia.
Tentang pembebasan.
Tentang hidup—dan barangkali tentang kehidupan pasca kematian.

Selamat jalan, sahabat.

Pertanyaanmu belum selesai.

Dan mungkin memang tidak perlu selesai.

Sebab ada pertanyaan yang justru menemukan keabadiannya setelah orang yang mengucapkannya pergi.

Beristirahatlah dengan tenang!

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadilah Cahaya yang Mengukir Masa depan Penuh Makna

    Jadilah Cahaya yang Mengukir Masa depan Penuh Makna

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com- Jadilah cahaya yang mengukir masa depan penuh makna. Demikian pesan yang disampaikan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. kepada para wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-103, yang digelar di Gedung Anwar Musaddad, Kamis (29/05/2025). Masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. Dan ini bisa diraih dengan syarat bersyukur kepada […]

  • Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    Ayo Bangun Desa Sadar Hukum: Kolaborasi Pendidikan dan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GARUT, kanal31.com  — Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Muhamad Kholid, SH, MH menegaskan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Desa, terutama dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui pendekatan edukatif dan dialogis. Penegasan itu disampaikan dalam acara Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Penguatan […]

  • Munafik, Akar dari Banyak Masalah Indonesia 

    Munafik, Akar dari Banyak Masalah Indonesia 

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Salah satu tesis yang sering muncul dalam diskusi tentang Indonesia, termasuk dalam esai terkenal Moechtar Lubis bahwa karakter manusia Indonesia itu adalah munafik. Kita tidak bisa menolak, ada banyak fakta yang mendukung pandangan tersebut. Kita sering melihat jarak antara nilai yang diucapkan dan perilaku nyata.   Misalnya, mengecam korupsi, tetapi memaklumi korupsi “asal […]

  • Pemberdayaan Berbasis Syariah, Solusi Nyata untuk Komunitas Marginal Garut

    Pemberdayaan Berbasis Syariah, Solusi Nyata untuk Komunitas Marginal Garut

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pendampingan usaha berbasis hukum ekonomi syariah menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan masyarakat rentan dalam mengelola usaha dan meningkatkan pendapatan. Program yang dilaksanakan di Desa Karyamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, ini menyasar perempuan kepala keluarga atau penanggung nafkah utama serta buruh tani yang menghadapi keterbatasan penghasilan dan aset produktif.   Melalui […]

  • Wakil Rektor III UIN Bandung Buka Liga Sepakbola Mahasiswa PTKIN 2024: Junjung Sportivitas dan Selamat Bertanding

    Wakil Rektor III UIN Bandung Buka Liga Sepakbola Mahasiswa PTKIN 2024: Junjung Sportivitas dan Selamat Bertanding

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Husnul Qodim didampingi oleh Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan, H. Wawan Gunawan, MM, Pembina Liga, Dede Lukman, M.Ag., Ketua Umum Liga, Parid Alparizi membuka secara resmi Liga Sepakbola Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) 2024 yang berlangsung di Lapangan UIN Bandung kampus II. Liga […]

  • 5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    ARAB kanal31.com –bSudah dua pekan masa operasional haji berlangsung, masih kerap dijumpai jemaah yang kebingungan ketika tiba di Bandara Arab Saudi. Untuk mengatasi hal tersebut, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyampaikan sejumlah tips penting agar proses kedatangan berjalan lancar. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan jemaah: 1. Pastikan Paspor Selalu […]

expand_less