Breaking News:
Beranda » PESONA » Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag RI.

Selain menjabat sebagai Ketua PW ISNU Jawa Barat, Prof. Ulfiah juga merupakan Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang selama ini aktif mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan keagamaan.

Dukungan tersebut disampaikan sebagai respons atas komitmen kuat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI dalam melakukan reformasi birokrasi, peningkatan profesionalisme aparatur, serta perhatian serius terhadap kesejahteraan guru madrasah dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Menurut Prof. Ulfiah, langkah ini merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem pendidikan keagamaan yang berkeadilan, bermutu, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

“Kami di ISNU Jawa Barat memandang bahwa pembenahan tata kelola Kementerian Agama merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Reformasi birokrasi yang transparan, akuntabel, dan profesional harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru. Guru adalah ujung tombak peradaban, penentu kualitas generasi masa depan bangsa,” ujar Prof. Ulfiah, Senin (2/2/2026)

Ia menambahkan bahwa selama ini guru madrasah dan tenaga pendidik di lingkungan Kemenag telah memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam membangun karakter keislaman yang moderat, toleran, dan berakhlak mulia. Namun, tidak sedikit dari mereka yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan, status kepegawaian, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Komitmen Kemenag RI untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan SDM serta meningkatkan kesejahteraan para guru patut kita apresiasi. Ini bukan hanya soal administratif, tetapi menyangkut martabat profesi guru sebagai pilar pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Sebagai akademisi dan pimpinan organisasi sarjana NU, Prof. Ulfiah menilai bahwa keberhasilan reformasi tata kelola di tubuh Kementerian Agama akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan keagamaan. Tata kelola yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, distribusi anggaran yang lebih adil, serta sistem pembinaan guru yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan guru tidak dapat dipisahkan dari penguatan kompetensi dan profesionalisme. Menurutnya, kesejahteraan yang memadai akan mendorong motivasi kerja, dedikasi, serta inovasi dalam proses pembelajaran.

“Guru yang sejahtera secara ekonomi dan psikologis akan lebih fokus mendidik, lebih kreatif dalam mengajar, serta lebih siap menghadapi perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi. Inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan Islam di Indonesia,” jelasnya.

PW ISNU Jawa Barat, lanjut Prof. Ulfiah, siap berperan aktif sebagai mitra strategis Kementerian Agama RI dalam mendukung agenda reformasi tata kelola dan peningkatan kualitas SDM. ISNU sebagai organisasi yang menghimpun para sarjana dan profesional NU memiliki sumber daya intelektual yang dapat memberikan kontribusi nyata, baik melalui kajian akademik, riset kebijakan, maupun pendampingan program pendidikan.

“Kami siap memberikan masukan berbasis riset, membantu menyusun rekomendasi kebijakan, serta terlibat dalam program penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Sinergi antara pemerintah dan kalangan intelektual sangat penting agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Ulfiah juga menyoroti pentingnya aspek kesejahteraan psikologis guru. Menurutnya, beban kerja yang tinggi, tekanan administratif, serta ketidakpastian status kepegawaian sering kali berdampak pada kesehatan mental para pendidik.

“Reformasi tata kelola harus memperhatikan dimensi psikologis guru. Lingkungan kerja yang sehat, sistem evaluasi yang adil, serta dukungan kesejahteraan yang memadai akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Guru yang bahagia akan melahirkan peserta didik yang berprestasi,” tuturnya.

Ia berharap komitmen yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama RI tidak hanya berhenti pada tataran wacana dan regulasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang dirasakan langsung hingga ke pelosok daerah.

“Kita ingin kebijakan ini menyentuh guru-guru di desa, di madrasah kecil, di pesantren-pesantren yang selama ini menjadi benteng pendidikan umat. Jangan sampai reformasi hanya terasa di pusat, sementara di daerah masih tertinggal,” katanya.

Lebih jauh, Prof. Ulfiah menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru juga merupakan investasi jangka panjang bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Jika kita ingin Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah memuliakan guru. Kemenag RI telah menunjukkan komitmennya ke arah itu, dan kami di ISNU Jawa Barat berdiri bersama untuk mendukung langkah mulia tersebut,” ujarnya.

Sebagai organisasi intelektual di bawah naungan Nahdlatul Ulama, ISNU memiliki komitmen kuat dalam mengawal pembangunan pendidikan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat, kebangsaan, dan keadilan sosial. Dukungan terhadap kebijakan Kemenag RI ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral ISNU untuk turut berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.

“ISNU tidak hanya berfungsi sebagai wadah intelektual, tetapi juga sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah. Kami mendukung kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat dan siap memberikan kritik jika ditemukan kebijakan yang kurang tepat,” tegas Prof. Ulfiah.

Menutup pernyataannya, Prof. Ulfiah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi, organisasi profesi, dan tokoh pendidikan, untuk bersama-sama mendukung agenda reformasi tata kelola Kementerian Agama RI.

“Perubahan besar tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan para pendidik. Dengan kebersamaan, kita optimistis kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIAMIS, kanal31.com – Ironis, biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang seharusnya hanya Rp.5 juta, tetapi peserta yang dinyatakan lulus seleksi malah diminta bayar Rp.6 juta. Hal itu diketahui setelah beberapa orang peserta PPG asal Kabupaten Ciamis yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ke reporter kanal31.com membayar Rp.6 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sumber terpercaya yang dihimpun […]

  • Rocky Gerung Tidak Berubah 

    Rocky Gerung Tidak Berubah 

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

      Kritikus bukan berarti harus selalu mengkritik. Pemikir bebas tidak harus mengikuti selera publik. BANDUNG kanal31.com — Ada sesuatu yang menarik dari kegaduhan terakhir tentang Rocky Gerung. Selama bertahun-tahun Rocky dikenal sebagai salah satu suara paling tajam dalam mengkritik kekuasaan. Ia menjadi semacam ikon kritik: setiap kali pemerintah melakukan sesuatu, publik menunggu apa yang akan dikatakannya. […]

  • UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar rangkaian acara seminar My Ilkom dengan tema “Fiqh Jurnalistik”. Seminar ini diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin (25/11/2024). Seminar ini menghadirkan Dr. Bahrudin, M.Ag. (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembicara […]

  • Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

    Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Bagi masyarakat urban saat ini, menyesap secangkir kopi di kafe estetik telah menjadi gaya hidup (lifestyle) yang tak terpisahkan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa geliat kebangkitan kopi Arabika yang hari ini kita nikmati di Jawa Barat sesungguhnya lahir dari tangan dingin masyarakat dan rimbunnya hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung […]

  • Dosen UIN Bandung Dukung Wacana Rektor Perempuan, Tapi Nilai Faktor Kultur Tak Bisa Diabaikan

    Dosen UIN Bandung Dukung Wacana Rektor Perempuan, Tapi Nilai Faktor Kultur Tak Bisa Diabaikan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Wacana Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, agar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dipimpin oleh seorang rektor perempuan terus mendapat respons dari kalangan sivitas akademika. Salah satu dukungan datang dari dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Mochammad Alfan, M.A. Kepada Kanal31.com, Alfan menyatakan sepakat dengan gagasan […]

  • Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ahdi Nuruddin, 85 tahun, berhasil menyelesaikan program doktoral di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa pekan lalu, 13 September 2022. Pria yang tinggal di Tasikmalaya ini menyelesaikan S3 di Jurusan Hukum Syariah dalam empat tahun. Sebelum meraih doktor, Ahdi adalah juga penyandang gelar master dari dua program studi berbeda yakni Ilmu […]

expand_less