Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Peran Ormas Islam dalam Komunitas Ekonomi

Peran Ormas Islam dalam Komunitas Ekonomi

  • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung 
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Organisasi kemasyarakatan Islam (ormas Islam) memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan literasi finansial, dan mengembangkan investasi produktif bagi masyarakat. Selain menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial, ormas Islam dapat berfungsi sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat melalui jaringan keanggotaan, kepercayaan sosial, serta nilai-nilai keislaman.

 

Pengembangan Komunitas Ekonomi menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan akademisi, pengusaha, profesional, pelaku UMKM, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Dalam bidang ekonomi, ormas Islam dapat menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pengembangan koperasi, pemasaran digital, serta pemetaan potensi usaha anggota. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

 

Dalam bidang finansial, ormas Islam berperan meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola pendapatan, menyusun anggaran, membangun dana darurat, mengendalikan utang, dan merencanakan masa depan. Literasi keuangan syariah juga perlu diperkuat melalui pemahaman prinsip amanah, keadilan transaksi, larangan riba, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Dalam bidang investasi, komunitas dapat memfasilitasi edukasi mengenai instrumen investasi, analisis kelayakan usaha, kemitraan permodalan, dan pengembangan investasi syariah. Namun, setiap kegiatan harus mengutamakan transparansi, legalitas, pengelolaan risiko, dan perlindungan peserta. Kepercayaan terhadap organisasi tidak boleh menggantikan analisis profesional dalam mengambil keputusan investasi.

 

Keberhasilan komunitas memerlukan tata kelola yang akuntabel, pemetaan potensi berbasis data, peningkatan kompetensi anggota, serta evaluasi dampak ekonomi dan sosial secara berkala.

 

Pada akhirnya, ormas Islam diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Tujuan akhirnya bukan sekadar akumulasi kekayaan, melainkan terwujudnya kesejahteraan, keadilan ekonomi, dan kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.

 

  • Penulis: S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa, Menag: Investasi Dana Abadi Pesantren untuk Negeri

    Selamat! 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa, Menag: Investasi Dana Abadi Pesantren untuk Negeri

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Hasil seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 sudah diumumkan. Ada 834 santri lolos seleksi dan berhak atas beasiswa kuliah yang bersumber dari Dana Abadi Pesantren. Mereka terpilih dari 8.000 santri yang mendaftar dari berbagai pesantren di Indonesia. Hasil seleksi PBSB ini diumumkan pada 12 Agustus 2024, melalui akun masing-masing pendaftar. PBSB […]

  • Zaki Mubarak: MBG Jangan Sampai Menjadi Common Tragedy bagi Dunia Pendidikan

    Zaki Mubarak: MBG Jangan Sampai Menjadi Common Tragedy bagi Dunia Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M. Zaki Mubarak, M.Si., Ph.D., menyoroti dampak kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap masa depan pendidikan nasional. Hal tersebut ia sampaikan dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Membedah Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG: Quo Vadis Pendidikan di Indonesia” yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan […]

  • Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SGD Bandung, Ketua KBNU UIN SGD Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Setiap kali kursi kepemimpinan menjadi perbincangan. Perdebatan terlalu cepat berbelok pada pertanyaan “siapa”, sementara pertanyaan “mengapa ia layak” justru hampir selalu tercecer. Ada semacam “godaan” menjadikan identitas sebagai jawaban atas persoalan yang jauh lebih rumit. Laki-laki atau perempuan, muda atau senior, dari kelompok ini atau kelompok itu, seakan cukup menjadi alasan untuk menilai […]

  • Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Peneliti sejarah sekaligus penulis, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa lahan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo sejak awal bukan merupakan milik individu, melainkan berasal dari taman kota yang dibangun oleh pemerintah. Yudi menjelaskan, sebelum menjadi kebun binatang, kawasan tersebut merupakan taman yang dibuat khusus oleh pemerintah kota sebagai hadiah peringatan 25 tahun Kota Bandung […]

  • Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Cirebon) Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu tujuan wisata sejarah dan religi yang ada di Kabupaten Cirebon. Hal ini karena Sunan Gunung Jati adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Cirebon. Sunan Gunung Jati juga sempat memimpin Kesultanan Cirebon usai diberikan takhta oleh Pangeran Cakrabuana dengan gelar Panetep Panatagama. Sunan […]

  • Top! Pengukuhan Perdana, STAIN Majene Kini Punya Tiga Guru Besar

    Top! Pengukuhan Perdana, STAIN Majene Kini Punya Tiga Guru Besar

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (MAJENE) — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene kini memiliki tiga guru besar. Para profesor ini telah dikukuhkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Abu Rokhmad di kampus STAIN Majene, Senin (19/8/2024). Ini adalah pengukuhan jabatan guru besar pertama sejak STAIN Majene berdiri pada 2016. “Keberadaan guru besar harus dapat mengembangkan ilmu dan […]

expand_less