Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Tren berinteraksi di era disrupsi saat ini, banyak terjadi di media sosial dibanding media massa yang menjelaskan suatu proses cara sebuah gagasan berkembang di masyarakat kontemporer. Media sosial menjadi salah satu elemen kontruksi ideologi hingga aktualisasi dari ideologi negara terutama dalam konteks masyarakat kontemporer tanpa perlu memilah generasi muda dan senior.

Pemaparan tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Endah Triastuti, Ph.D. “Pada tahun 80-an ketika gaung internet membuka ruang demokrasi, pemberdayaan, pembebasan, pendidikan, itu masih kencang sekali. Orang melepaskan kelas, identitas, serta judgement dan stereotipe sosial. Lalu pada tahun 2000-an mulai masuk narasi distopia yaitu adanya disrupsi informasi berupa hoaks dan disinformasi,” ujar Endah dalam diskusi Forum Kebangsaan UI bertajuk “Penyusunan Peta Jalan Strategi Kebudayaan Untuk Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan” yang dihadiri oleh Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto. Acara ini diselenggarakan di FISIP UI pada awal Maret 2022.

Temuan dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa internet bukan utopia dan distopia tetapi ke arah heterotopia atau jalan tikus. “Yang dimaksud jalan tikus ini sifatnya netral. Heterotopia ini dilakukan baik yang mengusung intoleransi ataupun sebaliknya. Ini yang saya garis bawahi bahwa media sosial menunjukan praktik-praktik jalan tikus. Mereka yang satu komunitas yang sama itu justru mengintip dan meminjam jargon dari kelompok yang bersebrangan. Sehingga sebenarnya kita semuanya baik yang pro dan kontra tersebut menggunakan ruangan dengan membentuk allied phenomenon,” kata dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.

“Ada beberapa tagar yang dibuat yang seolah-olah ramah terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi ternyata disandingkan dengan tagar-tagar  yang sebetulnya polanya berbeda tetapi semua tagar ini ada di dalam satu postingan. Sehingga jika orang yang tidak cukup punya literasi seolah-olah tagar yang berseberangan tersebut ramah terhadap nilai-nilai kebangsaan,” kata Endah.

Kelompok-kelompok yang kontra nasionalisme, kontra tradisi lokal, serta kontra terhadap wacana kebangsaan, menurut Endah sudah masuk hampir ke seluruh komunitas-komunitas dan lapisan sosial masyarakat, mulai kelas elit hingga kelas bawah menggunakan jalan tikus dengan berbagai cara melalui arisan, pelatihan, dan lain lain. “Yang kesemuanya diproduksi menjadikan narasi kemudian menjadi wacana-wacana dimasukan ke ruang publik melalui jalur tikus dengan memanfaatkan media sosial dengan bahasa-bahasa menarik, logika-logika yang sederhana tetapi orang mudah menerima. Mereka mengakumulasi kapital sosial, kapital simbolik, kapital kultural yang kemudian dikonversi menjadi kapital ekonomi untuk ditawarkan kepada audience dengan memanfaatkan jalur tikus terebut,” katanya.

Endah menjelaskan bahwa untuk diterima dan meyakinkan publik terhadap sebuah pemahaman perlu mengikuti cara mereka berkomunikasi. “Kita (perguruan tinggi) selama ini selalu memaparkan hasil penelitian di jurnal yang terindeks scopus ke masyarakat itu terlalu ketinggian, karena masyarakat tidak membaca jurnal atau hasil penelitian yang ditulis dari scopus. Mereka lebih membaca media sosial dan ini menarik. Perlu adanya strategi untuk meningkatkan literasi dan proses penyadaran masyarakat terhadap muatan nilai-nilai kebangsaan ini melalui media sosial,” ujarnya

Sedangkan dalam pandangan Whisnutama (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2019 – 2020), “Peran digital ini tidak sesederhana apa yang kita lihat hari ini. Karena ada peran algoritma, rekomendasi, dan lainya. Contoh jika kita buka e-commerce, youtube, go-food, atau apapun, kita boleh punya makanan yang mempunyai rasa paling enak tapi jika mesin algoritma tidak merekomendasikannya kira-kira apakah akan dibeli makanan tersebut? Atau punya konten paling kece sedunia, tapi jika mesin youtube tidak merekomendasikannya apakah akan dilihat?” katanya.

“Jadi, Indonesia ini butuh kedaulatan digital. Karena pada saat kita dikuasai data, maka perilaku kita akan tergantung oleh platform-platform digital itu termasuk budaya kita sendiri. Saat ini, teknologi Artificial Intelligence sedang bangkit, untuk menjual sesuatu sebagai bagian dari marketing itu bagus untuk ekonomi digital, tetapi ketika teknologi ini sudah memengaruhi orang  untuk membeli barang atau sesuatu itu juga bisa mempengaruhi budaya, sosial, politik dan bahkan ideologi,” ujar Whisnu yang juga dikenal sebagai sosok yang mumpuni di bidang industri kreatif media.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Jabar Berpotensi Defisit, GMNI Desak BPK Gelar Audit Khusus

    APBD Jabar Berpotensi Defisit, GMNI Desak BPK Gelar Audit Khusus

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, Kanal31.com– Potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 yang disebut mencapai Rp5,7 triliun menjadi sorotan berbagai pihak. DPRD Jawa Barat menyatakan masih menunggu hasil evaluasi keuangan daerah, sementara Pengurus Alumni (PA) GMNI Jawa Barat mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus. Wakil Ketua Komisi III DPRD […]

  • Perang

    Perang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perang, dalam wajahnya yang paling jujur, adalah kegagalan akal dan kebangkrutan nurani. Ketika peluru menyalak dan rudal melesat dari satu negara ke negara yang lain, yang hancur bukan hanya bangunan dan infrastruktur, melainkan juga hidup manusia, harapan, dan rasa percaya. Dalam setiap reruntuhan, terkubur mimpi anak-anak yang belum sempat tumbuh, kasih ibu […]

  • Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    Bila Iran Berkuasa, Akan Dzalim Pada Muslim Sunni? 

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Mari kita, umat Islam, menatap masa depan dengan pikiran positif, guys. Bila Iran menang perang melawan AS-Israel dan menjadi penguasa dunia Islam, karena Iran itu Syi’ah, lalu katanya, kalau sudah berkuasa dia akan jadi jahat dan dzalim pada Muslim Sunni yang dikuasainya. Banyak yang tadinya anti penjajahan, kalau sudah jadi penguasa, jadi jahat […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025). “Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1446 […]

  • PPIH Bertemu Kemenhaj Saudi, Begini Pesan Deputi untuk Persiapan Haji 2026

    PPIH Bertemu Kemenhaj Saudi, Begini Pesan Deputi untuk Persiapan Haji 2026

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEDDAH kanal31.com — Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang juga Penanggung Jawab Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Hilman Latief bertemu dengan Deputi Bidang Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Hasan Munakirah. Keduanya mendiskusikan sejumlah hal yang terjadi pada penyelenggaran haji 2025 sekaligus persiapan haji tahun depan. Pertemuan ini berlangsung di […]

  • Perluas Wawasan Mahasiswa, Prodi Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Kuliah Bersama Praktisi Bank Muamalat

    Perluas Wawasan Mahasiswa, Prodi Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Kuliah Bersama Praktisi Bank Muamalat

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Upaya peningkatan wawasan dan pemahaman praktis mahasiswa terhadap dunia perbankan syariah terus dilakukan. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar “Kuliah Bersama Praktisi Bank Syariah” yang dilaksanakan di Bank Muamalat Indonesia KCP Buahbatu, Rabu (15/4/2026).   Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi ini […]

expand_less