Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

Dekan Dedi, Mari Kita Banyak Mengkaji Manuskrip Warisan Leluhur!

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
  • comment 0 komentar

BANDUNG, Kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag, M.Hum menawarkan pilihan kepada para Ilmuwan Adab agar lebih banyak mengkaji manuskrip yang merujuk pada tulisan tangan warisan leluhur.

“Sudah banyak hasil penelitian yang besumber pada teks lisan dan teks printing. Kita pun harus melirik tulisan tangan warisan leluhur, untuk menggali akar kata, menganalisis struktur bahasa, dan memahami bagaimana bahasa berubah seiring waktu,” kata Dr. Dedi, saat membuka acara Seminar Internasional “Recent Research Trends in Language, Literature, History, and Culture”, yang digelar secara hybrid, Rabu (09/10/2024).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Dekan I Dr. Rohanda, M.Ag; Wakil Dekan II Dr. Samsudin, M.Ag; Wakil Dekan III Dr. Dadan Firdaus, M.Ag. Juga, para ketua/sekretaris jurusan; Ketua Laboratorium, Kepala Bagian Tata Usaha; dosen dan mahasiswa.

Seminar menghadirkan pemateri: Prof. Greg Barton (Alfred Deakin Institute for Citizenship and Globalisation, Australia);  Ahmad Yunani, M.Hum (The National Research and Innovation Agency, Indonesia);  Dr. Abeer Aly Abdullah Al-Jarbou (King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia); dan  Dr. Muhammed H. Alaqad (The Asian Federation of Translators and Interpreters, Malaysia). Dimedatori dosen FAH M. Rasyid Ridlo, MA.

Dr. Dedi menjelaskan, objek yang berkembang dalam penelitian humaniora terbagi ke dalam tiga kategori: teks lisan, teks tulisan, dan teks printing (cetakan). FAH, sebagai fakultas yang mendalami ilmu-ilmu humaniora, selayaknya melengkapi manuskrip yang merujuk pada warisan leluhur.

Manuskrip, sebagai naskah tulisan tangan, kata Dr. Dedi, mengandung info dan gagasan yang diperlukan dan dipergunakan oleh masyarakat. Karenanya, secara akademis diperkenalkan sebuah kajian filologi, dalam mengkaji teks tulisan untuk menghasilkan gagasan dan pikiran para leluhur.

Filologi mengandung arti studi yang mendalam tentang bahasa dan sastra, dengan penekanan khusus pada sejarah dan evolusi bahasa serta teks sastra (penelitian kata).

“Dalam konteks penelitian, saya menawarkan pilihan; selain bersumber pada buku cetak, kita pun harus melirik tulisan tangan untuk dikaji oleh para ilmuwan. Kita mencoba untuk menggali akar kata, menganalisis struktur bahasa, dan memahami bagaimana bahasa berubah seiring waktu,” jelasnya lagi.

Memang, penelitian bidang filologi tingkat kesulitannya sangat tinggi, sebab naskah kuno pada umumnya berada pada kondisi tidak sempurna bahkan sudah rusak, tidak lengkap, serta tulisan tidak jelas. “Kita bisa terjebak pada beberapa kesalahan, bahkan bisa kehilangan maknanya,” tukas Dekan Dedi.

Khawatir Krisis Demokrasi

Cendekiawan terkemuka Australia, Prof. Greg Barton, menyempatkan hadir di FAH UIN Bandung, untuk menyampaikan gagasannya selama 30 menit. Ia tidak lupa mengupas tentang krisis demokrasi di Indonesia. “Tapi itu jangan khawatir, problemnya harus diatasi. Civil Society pun harus tetap berkembang dan statusnya menjadi opopisi bagi pemimpin baru lima tahun ke dapan,” ujarnya.

Sebagai penulis produktif, panutan kaum muda Indonesia, Prof Greg juga mengurai latar belakang permasalahan politik keislaman di Indonesia saat ini, dan menekankan permasalahan tersebut segera diatasi.

“Sejak Rezim Soeharto hingga saat ini, beberapa masalah termasuk kemiskinan, korupsi, dan ekstremitas sangat memprihatinkan. Namun Indonesia mempunyai potensi untuk mengatasi permasalahan ini dengan cara yang elegan, termasuk potensi ekonomi pada indeks PDB kita,” katanya.

Ia tak lupa memuji sikap kemasyarakatan yang damai dan toleran.  “Itu perlu diacungi jembol. Namun kita tidak boleh berpuas diri, teruslah meningkatkan kualitas keberagamaan dan bermasyarakat yang sudah baik itu,” ujarnya.

Pemateri kedua, Dr. Abeer Aly Abdullah dari Arab Saudi menjelaskan, ada bahan-bahan kesusasteraan yang harus menjadi perhatian mahasiswa sastra, yakni tentang feminisme, dekontruksionisme, dan dimensi budaya (culture orientation). “Ketiganya berasal dari barat, tapi tidak perlu khawatir, karena sekadar alat dan pendekatan. Kalau langkah awalnya sudah kuat dan niatnya jelas, maka pendekatan apapun tidak akan berbahaya,” jelasnya.

Arkeolog dari BRIN, Ahmad Yunani, M.Hum mengingatkan kepada umat Islam agar hati-hati dengan mencuatnya fenomena makam-makam palsu di Indonesia, terutama di Jawa Tengah dan Banten yang dijadikan tempat ziarah spiritual. Persoalannya bukan pada makam itu sendiri, palsu atau tidaknya, melainkan pada niat dan tujuan para peziarah.

Sedangkan Dr. Muhammed H. Alaqad dari Malaysia banyak berbicara tentang hubungan komunikasi manusia dengan mesin, produk teknologi canggih, yang bisa menggantikan tenaga manusia. Tetapi kebaradaanya tidak perlu dikhawatirkan, dan jangan dijauhi, karena mesin itu sendiri buatan manusia, bisa bermanfaat bagi kemajuan hidup.[nanang sungkawa]

 

 

 

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FEBI UIN Bandung Luncurkan Berbagai Inovasi Program

    FEBI UIN Bandung Luncurkan Berbagai Inovasi Program

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung akan mendesain model laporan akhir mahasiswa yang lebih efisien dan inovatif. Selain model skripsi dan jurnal, mahasiswa bisa membuat Bisnis Plan; sebuah karya tulis ilmiah yang memuat teknik-teknik dalam mencapai tujuan bisnis. Inovasi ini dalam rangka meningkatkan kapasitas mahasiswa/lulusan yang akan menjadi pemikir, penggiat, […]

  • Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI

    Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA kanal31.com — Perhelatan tahunan, Konferensi Internasional dan Simposium Nasional (Simponas) ke-13 ASAI tahun 2025 telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12 sampai 14 Agustus 2025 di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI, mengusung tema:”Religion. Love, and Humanity: Transforming the World Through Compassion and Empathy”. Tema ini diambil, karena Agama-Agama […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak para jurnalis untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Periode 2025–2028 Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Sabtu (20/9/2025). Jurnalis memiliki […]

  • Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Anis Masruri, S.Ag, SIP, M.Si, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi ilmu perpustakaan hampir di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan vokasi (D-3) maupun pendidikan kesarjanaan, mulai dari S-1, S-2, sampai dengan S-3. […]

  • Bila Anda Mimpi Melihat Ular, Inilah 10 Arti dan Maknanya

    Bila Anda Mimpi Melihat Ular, Inilah 10 Arti dan Maknanya

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM — Bagi sebagian orang, ular adalah hewan yang menyeramkan untuk didekati karena mempunyai racun mematikan. Tak jarang, orang-orang akan menghindari dan lari ketika bertemu ular. Selain dapat ditemui di kehidupan nyata, hewan melata ini juga kerap menampakkan dirinya di mimpi. Orang-orang akan berpikir bahwa jika bermimpi melihat hingga kejar-kejaran dengan ular adalah mimpi buruk yang […]

  • Baik-Buruk Indonesia

    Baik-Buruk Indonesia

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, di negeri yang lahir dari laut dan letusan gunung, angin membawa doa dari seribu bahasa, dan hujan jatuh seperti ingatan nenek moyang yang tak pernah selesai diceritakan. Indonesia adalah sawah yang memantulkan langit, jalan kecil dengan warung kopi yang tetap hidup meski listrik padam dan dompet paspasan. Ia rumah bagi tangan-tangan […]

expand_less