Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar Paparkan Praktik Terbaik Pengelolaan Masjid di Muktamar Internasional Sarawak
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

MALAYSIA, Kanal31.com — Pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar dalam mengelola dan memakmurkan masjid mendapat perhatian di tingkat internasional. Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Jabbar Provinsi Jawa Barat yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. K.H. Tata Sukayat, tampil sebagai narasumber pada Muktamar Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak Zona Selatan (Seri I) yang diselenggarakan Majelis Islam Sarawak (MIS) dan Jabatan Agama Islam Sarawak (JAIS) di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ziarah Mahabbah Majelis Islam Sarawak 1448H/2026M ini berlangsung pada Sabtu–Minggu (18–19/7/2026) di Raia Hotel & Convention Centre, Kuching. Muktamar dihadiri para pengelola masjid dan perwakilan dari sejumlah negara Asia Tenggara serta dibuka oleh Wakil Menteri di Kantor Perdana Menteri Sarawak, Datuk Dr. Haji Abdul Rahman bin Haji Junaidi.
Dalam sesi Berbagi Pengalaman Masjid 1 pada Sabtu (18/7/2026), Dr. Tata menyampaikan materi bertajuk “Praktik Terbaik Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid: Pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar Indonesia.” Melalui paparannya, ia menjelaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pembangunan peradaban yang mampu menjawab kebutuhan umat secara komprehensif.
“Masjid mengemban setidaknya lima fungsi utama, yaitu sebagai wadah peningkatan spiritualitas umat, pusat pengembangan pendidikan, sarana dakwah, tempat pelayanan sosial, penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus simbol peradaban Islam di era modern. Masjid juga dapat menjadi ruang rekreasi yang mendorong masyarakat untuk berkunjung serta menjadi titik pemersatu umat,” tegasnya.
Dengan menyoroti tantangan yang masih dihadapi negara-negara berkembang di Asia Tenggara. Menurutnya, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga meliputi kemiskinan akhlak, keilmuan, metodologi, dan informasi.
“Masjid perlu mengambil peran dalam menjawab kelima persoalan tersebut melalui berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Di akhir pemaparannya, Dr. Tata menegaskan prinsip kepemimpinan yang diterapkan dalam pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar, yakni menyampaikan apa yang telah diamalkan dan mengamalkan apa yang disampaikan sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan dan keteladanan di tengah masyarakat.
Selain sesi berbagi pengalaman, muktamar menghadirkan agenda Bincang Mufti yang membahas fatwa-fatwa terkini mengenai institusi masjid, pidato utama bertema “Umat Maju Makmur” oleh Ketua Majelis Islam Sarawak, Datuk Haji Misnu bin Haji Taha, serta paparan praktik pengelolaan masjid dari berbagai wilayah di Malaysia, di antaranya Masjid Al-Ghazali Kuching dan Masjid Bandaraya Kota Kinabalu, Sabah.
Keikutsertaan Dr. Tata Sukayat dalam forum internasional tersebut menjadi pengakuan atas praktik pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar yang dinilai layak menjadi rujukan di tingkat regional. Di sisi lain, partisipasi dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai pembicara turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendiseminasikan hasil pemikiran, pengalaman, dan praktik terbaik kepada masyarakat internasional.
Hal ini sejalan dengan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengintegrasikan keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi umat.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis DKM Masjid Raya Al-Jabbar

Saat ini belum ada komentar