Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Mimbar Guru Besar untuk Pendidikan Indonesia

Mimbar Guru Besar untuk Pendidikan Indonesia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Di bulan Mei 2025, tepatnya Senin 19 Mei 2025, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam, untuk pertama kalinya menggelar even Mimbar Guru Besar. Even ini merupakan ikhtiar-akademik-strategis untuk mewadahi pemikiran dan gagasan para dosen yang telah meraih jabatan akademik tertinggi tentang pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tentu, pemikiran dan gagasan ini sangat penting untuk diungkap, didiskusikan, dan disampaikan dalam forum yang tepat, agar selanjutnya dapat direkonstruksi secara matang baik dalam konteks pengembangan akademik, perbaikan sosial, maupun politik atau kebijakan pendidikan itu sendiri.

Pengembangan Akademik

Di sejumlah forum akademik bergengsi di ranah internasional, tradisi ini sebenarnya pernah terjadi secara rutin di tahun 1990-an. Salah satunya adalah yang dahulu digagas oleh cendekiawan besar Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), Malaysia, dengan nama Kursi Al-Ghazali. Forum Kursi Al-Ghazali menampilkan para tokoh dari berbagai belahan dunia guna menjadi ruang akademik yang mempertemukan tradisi keilmuan klasik Islam dengan tantangan modernitas. Dari forum itu, lahirlah sejumlah riset dan karya-karya ilmiah yang terpublikasi di dunia internasional.

Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mimbar Guru Besar ini menjadi penting untuk dilakukan. Terutama pasca lahirnya PMA Nomor 7 Tahun 2021 dan KMA Nomor 856 Tahun 2021, perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) mengalami lonjakan jumlah guru besar.

Menurut data yang diperoleh, Kementerian Agama telah melahirkan 959 guru besar sejak akhir 2021 hingga Desember 2023. Sebanyak 461 orang adalah guru besar rumpun ilmu agama dan 498 lainnya merupakan profesor untuk rumpun ilmu umum. Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri, hingga kini setidaknya terdapat 121 guru besar atau 9,77% dari total dosen 1.238 orang.

Kontribusi Guru Besar

Dalam konteks ini, kontribusi akademik dari para guru besar sangat diharapkan; dan kampus UIN Jakarta pun dipandang perlu untuk menyediakan ruang-ruang pengembangan akademik tersebut.

Di sisi lain, terdapat tuntutan akademik bagi institusi PTKI yang tampaknya belum sepenuhnya dijawab. Mandat PP 49 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan yang menegaskan bahwa distingsi PTKI dibanding dengan perguruan tinggi lainnya adalah integrasi ilmu, yakni terjadinya hubungan produktif, baik pada aspek ontologi, epistemologi maupun aksiologi antara ilmu pengetahuan dengan Islam.

Relasi ilmu pengetahuan umum dan ilmu-ilmu keislaman harus didasarkan atas kerangka konsepsi dan terimplementasi dengan baik. Meski telah terdapat sejumlah regulasi seperti Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2498 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Integrasi Ilmu di PTKI dan Surat Keputusan Rektor UIN Jakarta Nomor 864 Tahun 2017 tentang Pedoman Integrasi Ilmu pada UIN Jakarta, ditemui berdasarkan sejumlah riset, integrasi ilmu di PTKI tersebut belum sepenuhnya diimplementasi dengan baik.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengambil ruang strategis itu. Mimbar Guru Besar ini diharapkan akan menjadi simpul intelektual yang menjembatani khazanah pemikiran Islam dengan kompleksitas dunia pendidikan dewasa ini. Ia bukan hanya sekadar forum seremonial, melainkan sebuah institusi gagasan, tempat bersemainya pemikiran dan penyemaian visi peradaban pendidikan Islam serta akan melahirkan dialog akademik bagaimana isu-isu pendidikan Islam itu ditinjau dari berbagai lintas disiplin keilmuan.

Aksentuasi Mimbar Guru Besar terhadap PAI itu memiliki landasan rasional yang signifikan, baik pada aspek akademik maupun aspek praksis. Pada aspek akademik, PAI sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan didaktika atau proses belajar mengajar di lembaga pendidikan yang bernuansa normatif-religius, tetapi juga bagaimana isu-isu PAI itu bersentuhan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti filsafat, sosiologi, psikologi, pedagogi, ekonomi, hukum, ilmu komunikasi, dan lain-lain.

Peradaban Pendidikan

PAI bukanlah sebuah disiplin keilmuan yang berdiri sendiri dengan tanpa memiliki hubungan dengan disiplin ilmu lainnya. Akan tetapi, ia justeru terbentuk oleh karena adanya korelasi dan keterkaitan dengan berbagai disiplin ilmu tersebut.

Dalam kontek inilah, Mimbar Guru Besar diharapkan dapat menjadi ruang kajian akademik yang lebih mendalam dan multidisipliner agar PAI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan intelektual dan spiritual bangsa.

Secara praksis, PAI memiliki ruang pengabdian dan kontribusi sosial yang sangat nyata. Dosen, mahasiswa, dan lulusan PAI akan mewarnai bagaimana siswa-siswi terutama pada lembaga pendidikan sekolah, seperti TK/ SD/SMP/SMA/SMK yang saat ini berjumlah sekitar 53,17 juta dan siswa-siswi pada madrasah, yakni RA/MI/MTs/MA) yang berjumlah sekitar 10,3 juta itu memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan keislamannya. Artinya, peran PAI terhadap siswa pada sekolah dan madrasah sekitar 63,47 juta atau 22,53% dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 281,6 juta jiwa.

Tentu, kontribusi yang demikian besar ini perlu untuk dipersiapkan dengan baik, termasuk prodi-prodi PAI di PTKI diharapkan terus meningkatkan kualitas dan kapabilitasnya sehingga lulusannya kontributif untuk negara dan bangsa.

Dengan memahami latar dan makna Mimbar Guru Besar ini, diharapkan ia dapat menginspirasi bagi dunia akademik dan kampus PTKI di tanah air untuk terus mendorong dan sekaligus memanfaatkan kapabilitas dan kontribusi dosen, khususnya yang telah meraih guru besar, demi keilmuan dan peradaban yang lebih baik. Semoga.

Suwendi, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kokohkan Harmoni Budaya, Masjid Al Jabbar Siap Jadi Pusat Studi Islam

    Kokohkan Harmoni Budaya, Masjid Al Jabbar Siap Jadi Pusat Studi Islam

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Masjid Raya Al Jabbar yang terletak di Jalan Cimincrang Nomor 14, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, semakin memperkokoh eksistensinya sebagai sentra pendidikan Islam di wilayah Jawa Barat. Hal ini dipertegas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam sambutan tertulisnya, yang mengharapkan masjid tersebut bertransformasi menjadi pusat pembelajaran Islam yang inklusif dan memberi pencerahan, sekaligus […]

  • IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi Jadi Bahasan SENTER IX 2024

    IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi Jadi Bahasan SENTER IX 2024

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Seminar Nasional Teknik Elektro (SENTER) IX 2024 bertajuk “IoT dan AI Membuka Era Baru Inovasi Teknologi” sukses diselenggarakan secara hybrid di Aula Abjan Soelaeman, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, (3/10/2024). Dengan menghadirkan dua narasumber: Dr. Hamonangan Situmorang, M.T., Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB; Edi Mulyana, M.T., Dosen UIN Bandung […]

  • Bermaksud Curhat, Eh… Malah Kena Ancam!

    Bermaksud Curhat, Eh… Malah Kena Ancam!

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Kanal31.com– Alih-alih rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bisa menjadi solusi bagi Honorer Kategori 2 (HK2), malah masa depan sebagian HK2 hancur karena keburu berhenti bekerja (pensiun, dalam istilah PNS). Dan, banyak di antara mereka tidak bisa mendaftar P3K karena hanya memiliki ijazah SLTA. “Kalaulah pimpinan UIN Bandung respek terhadap nasib honorer, maka mereka […]

  • Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BANDUNG) — Muhammad Daffa mahasiswa Jurusan Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi. Kali ini, artikel ilmiah yang dia tulis di semester akhir berjudul “Tracing The Nation’s Indentity Through The Diversity of Content and Language of Ancient Manuscripts of Sumedang Larang Palace,” sukses menembus ketatnya persaingan […]

  • Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    Pelatihan, Penulisan Artikel Ilmiah Standar dan Cara Bergabung

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Selama ini kami bergerak di bidang pelatihan penulisan artikel ilmiah standar. Disebut standar mengingat secara umum artikel ilmiah memiliki pola yang baku. Karena polanya yang baku ini sehingga dipastikan pelatihan penulisan artikel ilmiah berlangsung efektif. Kami telah berusaha mencari model pelatihan yang […]

  • UIN Bandung Raih Penghargaan BPJPH, Tegaskan Posisi sebagai Halalsphere University

    UIN Bandung Raih Penghargaan BPJPH, Tegaskan Posisi sebagai Halalsphere University

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali mencatatkan capaian nasional membanggakan melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Dalam ajang bergengsi Indonesia International Halal Festival (IIHF) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia, LP3H UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima penghargaan sebagai lembaga dengan penyelenggaraan […]

expand_less