Rabu, 27 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALBAR Kanal31.com — Khamenei telah syahid. Nanti dibilang tewas, ada yang marah pula. Untuk men-syahid-kan imam tertinggi Iran itu, Israel dan Amerika butuh 30 bom mengerahkan 200 pesawat tempur. Simak narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak!

Tanggal 28 Februari 2026, langit di atas Teheran berubah jadi laboratorium fisika terbesar di Timur Tengah. Bukan eksperimen mahasiswa, melainkan eksperimen geopolitik berskala raksasa. Targetnya satu kompleks milik Ali Khamenei. Rumusnya sederhana tapi kejam, decapitation strike. Jika kepala komando dipenggal, sistem komando dan kontrol diharapkan limbung. Untuk sampai pada “kepastian ilmiah” itu, dikabarkan sekitar 30 bom dan 200 pesawat tempur dikerahkan. Ya, tiga puluh. Dua ratus. Angka yang terdengar seperti inventaris perang dunia, bukan satu target tunggal.

Operasi ini disebut “Operation Epic Fury” oleh Amerika dan “Roaring Lion” oleh Israel. Namanya dramatis, pelaksanaannya matematis. Berbulan-bulan intelijen memetakan pergerakan, membaca pola pertemuan pagi, memindai radar, menghitung respons pertahanan udara Iran. Ketika momentum dianggap tepat, sebuah “target of opportunity” saat para elite berkumpul, tombol ditekan. Elemen kejutan dipilih siang hari, bukan malam. Logikanya sederhana, manusia lebih lengah pada rutinitas terang.

Fase awal mengikuti doktrin SEAD, suppression of enemy air defenses. Radar dan situs misil anti-udara dibuat sibuk menghadapi gelombang ancaman simultan. Dalam teori sistem, ini disebut overload, terlalu banyak input membuat respons melambat. Secara teknis, menciptakan permissive airspace adalah prasyarat agar gelombang utama masuk tanpa risiko tinggi. Beberapa munisi memang berhasil ditembak jatuh, tetapi ketika target datang dari berbagai arah, utara melalui koridor regional, dari Teluk Persia, dari laut, pertahanan berubah seperti server yang kelebihan trafik.

Sekitar 200 pesawat dilaporkan terlibat dalam keseluruhan operasi Israel, termasuk F-35 berteknologi stealth dan F-15/F-16 untuk jarak jauh. Amerika menambah dukungan dari pangkalan Timur Tengah, kapal perusak bermisil, serta dukungan tanker dan fighter dari RAF Lakenheath di Inggris. Drone MQ-9A Reaper digunakan untuk pengintaian dan serangan satu arah, mengorbit sebelum menukik. Aerodinamika bekerja patuh pada hukum lift dan thrust, kecepatan Mach 1–2 memastikan waktu respons musuh dipangkas menjadi detik-detik yang tak cukup.

Lalu datang fase yang paling sinis sekaligus ilmiah, saturation bombing. Hingga 30 bom difokuskan pada kompleks tersebut. Mengapa sebanyak itu? Karena dalam kalkulasi probabilitas, redundansi mendekati kepastian. Jika satu bom punya akurasi 80 persen, tiga puluh bom membuat peluang kegagalan turun drastis. GPS dan laser guidance meminimalkan deviasi hingga hitungan meter. Ledakan menghasilkan gelombang kejut dengan overpressure tinggi, cukup untuk meruntuhkan struktur beton. Foto satelit menunjukkan beberapa bangunan hancur, konsisten dengan penggunaan bom berdaya ledak tinggi, bahkan kemungkinan tipe bunker-buster.

Pada 1 Maret 2026, media Iran mengonfirmasi kematian Khamenei. Empat puluh hari berkabung nasional diumumkan, tujuh hari libur umum, bendera setengah tiang. Di Enghelab Square dan Imam Reza Shrine, ribuan orang berpakaian hitam menangis, membawa foto, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel. Penyiar Press TV terisak menyebut “kemartiran”. Ritual 40 hari dijalankan dengan khidmat.

Namun, di sudut lain kota besar, laporan media seperti BBC dan The New York Times menyebut adanya tarian, klakson, dan sorak “freedom”. Polarisasi sosial tampak telanjang, duka resmi yang terorganisir berhadapan dengan kegembiraan sebagian warga yang muak pada ekonomi buruk dan represi panjang.

Dari perspektif taktik perang, operasi ini adalah demonstrasi supremasi udara modern. Intelijen presisi, teknologi stealth, redundansi balistik, dan serangan multi-arah. Dari perspektif manusia, ini kisah tentang bagaimana satu sosok untuk disyahidkan membutuhkan 30 bom dan 200 pesawat tempur, sebuah ironi ilmiah, untuk memastikan satu nyawa berhenti, begitu banyak energi, logam, bahan bakar, dan perhitungan dikerahkan. Sains bekerja tanpa emosi. Rakyatlah yang menanggung getarnya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Komitmen IAT Tingkatkan Publikasi Ilmiah Mahasiswa

    Inilah Komitmen IAT Tingkatkan Publikasi Ilmiah Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar agenda tahunan Workshop Penulisan Artikel Jurnal (WPAJ). Tahun 2022 adalah penyelenggaraan WPAJ tahun ke tiga. “Ini merupakan agenda tahun ke tiga,” ungkap M. Zia Ulhaq Albana Ketua Umum HMJ IAT. WPAJ ke-3 Tahun 2022 mengambil tema “Tuangkan […]

  • Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

    Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Sesuai prediksi, perundingan damai Iran vs Amerika bakal gagal. Benar adanya. Kedua belah pihak tak mau berdamai. AS ingin Iran tutup total nuklir. Iran jelas tak mau, itulah senjata andalan. Akankah perang kembali meletus? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dua raksasa, Iran dan Amerika Serikat, janjian “berdamai” di Islamabad. Hasilnya malah […]

  • Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIAMIS, kanal31.com – Ironis, biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang seharusnya hanya Rp.5 juta, tetapi peserta yang dinyatakan lulus seleksi malah diminta bayar Rp.6 juta. Hal itu diketahui setelah beberapa orang peserta PPG asal Kabupaten Ciamis yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ke reporter kanal31.com membayar Rp.6 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sumber terpercaya yang dihimpun […]

  • Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANYUWANGI Kanal31.com — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi vokasi. Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) resmi membuka 1.530 kursi mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan kuota tersebut tersebar di 19 program studi jenjang Diploma 3 (D-3) dan Sarjana Terapan (S-1 Terapan). Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri di ujung timur Pulau Jawa, […]

  • Pecahkan Rekor MURI, Begini Pelaksanaan Indonesia Khataman Al-Quran di UIN Bandung

    Pecahkan Rekor MURI, Begini Pelaksanaan Indonesia Khataman Al-Quran di UIN Bandung

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, UIN Sunan Gunung Djati Bandung ikut melaksanakan program Indonesia Khataman Al-Qur’an yang berlangsung di Masjid Ikomah, Minggu (16/3/2025). Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., Kepala Bagian Akademik, Jajang Burhanudin, S.Ag, S.S., M.Hum., Ketua Tim Kerja Bagian […]

  • Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    Inilah Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TARUNA, KANAL31.COM — Rajab adalah bulan Allah, menurut Hadist Nabi Muhammad SAW, amalan puasa yang dikerjakan pada bulan ini memiliki keutamaan. Barang siapa berpuasa satu hari karena iman dan ikhlas, akan mendapat keridhaan Allah yang terbesar. Jika berpuasa dua hari, maka diperolehnya kemuliaan disisi Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Taman Pengajian Al-Qur’an Darunnajah […]

expand_less