Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4, Kamis (25/9/2025).

Workshop bertajuk “Transformasi Kurikulum Prodi Berbasis Cinta, OBE, Rahmatan Lil’alamin, dan SMART, Menguatkan Lulusan Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berdampak di Asia Tenggara” ini menghadirkan narasumber Dr. Rusman, S.Pd., M.Pd, dosen Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia.

Acara ini diikuti oleh 154 peserta yang terdiri atas dosen, pengguna lulusan (user), alumni, dan mahasiswa, dengan tujuan merespons tuntutan dunia kerja yang dinamis serta memperkuat mutu lulusan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., menegaskan bahwa kurikulum yang berlaku lima tahun lalu sudah tidak relevan dengan kebutuhan lulusan saat ini.

Menurutnya mutu lulusan harus sesuai dengan dinamika masyarakat dan dunia kerja. “Mutu lulusan dari prodi yang ada di fakultas harus matching dengan berbagai tantangan di tengah masyarakat. Relevansi tidak boleh diabaikan agar mutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kang Enjang sapaan akrabnya menekankan pentingnya memenuhi standar regulasi dan akreditasi.

“Standar dalam pembelajaran tidak bisa diabaikan, harus sesuai dengan standar BAN-PT. Setiap regulasi dibuat pemerintah untuk kebaikan masyarakat, sehingga harus direspons dengan baik,” tegasnya.

Munculnya gagasan kurikulum berbasis cinta. Menurutnya, hal ini perlu dikaji apakah selaras dengan kerangka kurikulum berbasis KKNI.

“Menjadi keharusan meningkatkan kualitas belajar dan pembelajaran bagi mahasiswa, sekaligus merespons kebijakan dan tantangan sesuai harapan pengguna lulusan,” tambahnya.

Wakil Rektor I UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., menyampaikan makna cinta dalam kurikulum sebagai kedekatan emosional dan spiritual yang memupuk harmoni.

“Love itu bagaimana menghubungkan kedekatan emosional seperti ibu kepada anaknya. Dari sini lahir harmoni, damai, dan gotong royong sebagai turunan dari moderasi beragama,” katanya.

Kurikulum yang diformulasikan harus berdampak nyata. “Kurikulum berbasis cinta bukan hanya kata-kata, tapi harus dipraktikkan,” ujarnya.

Dalam paparannya Narasumber, Dr. Rusman memperkenalkan konsep Panca Cinta sebagai landasan kurikulum berbasis cinta meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

“Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan,” jelasnya.

Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan workshop. Ia berharap kegiatan ini memberikan masukan penting dari mahasiswa alumni dan user dan industri bagi prodi.

“Setelah acara ini, diharapkan Prodi KPI mendapatkan saran konstruktif bagi pengembangan kurikulum prodi KPI UIN Bandung yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Wajah Indonesia

    Dua Wajah Indonesia

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.   Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling […]

  • Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam pidato perdananya di Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten mendukung rakyat Palestina yang masih mengalami penindasan dan ketidakadilan. “Sebagai […]

  • Selamat! Litbang Keagamaan Semarang Rilis Warisan Naskah Nusantara

    Selamat! Litbang Keagamaan Semarang Rilis Warisan Naskah Nusantara

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Balai Ltbang Keagamaan Semarang kini memiliki Repositori Naskah Keagamaan “Wanantara” (Warisan Naskah Nusantara). Wanantara berisi lebih dari 900 naskah maupun manuskrip keagamaan warisan para ulama nusantara yang telah berhasil dihimpun dan didigitalisasi. Keberadaan Wanantara dirilis oleh Sekjen Kemenag Nizar di Yogyakarta, Senin (19/9/2022). Sekjen Kemenag mengapresiasi inovasi yang dilakukan Balai Litbang Keagamaan dalam pelestarian […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

  • Inilah Cara Fordek FST PTKIN 2022, Kuatkan Rekognisi Internasional

    Inilah Cara Fordek FST PTKIN 2022, Kuatkan Rekognisi Internasional

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Dekan (Fordek) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bertajuk sinergi saintek dalam upaya mencapai rekognisi internasional yang berlangsung di Hotel Holiday Inn sejak Jumat-Ahad (15-17/07/2022). Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Wasilah […]

  • Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    • calendar_month Sel, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Komedi dapat menjadi alat paling taktis dan efektif untuk menyuarakan banyak persoalan dewasa ini. Hal ini pula yang nampaknya dilakukan oleh kawan-kawan Stand Up UIN Bandung yang menggelar acara bertajuk, “PoLICIK: Politik Itu Licik” dengan tagline yang tak ubahnya ‘tepi jurang’, “Kuning, Merah, Hijau dan Warna lainnya gak mungkin gak tersinggung”.   Acara yang diselenggarakan […]

expand_less