Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » EDUTEKNO » Inilah 5 Langkah Mudah Kelola dan Pilah Sampah dari Rumah

Inilah 5 Langkah Mudah Kelola dan Pilah Sampah dari Rumah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Pemerintah Kota Bandung terus mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah nyata mengurangi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Edukasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan kota sekaligus membangun kebiasaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Ketua Tim Pengurangan Sampah DLH Kota Bandung, Syahriani, menegaskan bahwa perubahan besar dalam tata kelola sampah kota justru dimulai dari tindakan kecil setiap warga.

 

“Kalau setiap rumah mulai memilah sampah, beban TPS bisa berkurang drastis. Pengelolaan sampah itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi gerakan bersama,” ujarnya, Jumat (21/11/2025)

 

Berikut lima langkah sederhana yang dapat mulai dilakukan warga Bandung:

 

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik

 

Penyediaan dua wadah sampah berbeda dinilai sebagai langkah paling mendasar namun sangat efektif.

 

Organik: sisa makanan, kulit buah, sayur, daun.

 

Anorganik: plastik, kertas, kaca, logam, dan kemasan lainnya.

 

“Kalau dipisah dari awal, proses selanjutnya jadi jauh lebih mudah dan tidak menimbulkan bau,” jelas Syahriani.

 

2. Kelola Sampah Organik Menjadi Kompos

 

Sebagian besar sampah rumah tangga bersifat organik. Dengan sedikit usaha, warga dapat mengolahnya menjadi kompos menggunakan metode Takakura, komposter sederhana, atau biopori. Syahriani mengatakan, organik itu bisa selesai di rumah. Ini yang paling besar dampaknya karena volumenya paling banyak.

 

3. Cuci dan Keringkan Sampah Anorganik

 

Sampah anorganik yang masih kotor sulit didaur ulang dan cepat menimbulkan bau. Warga dianjurkan mencuci botol plastik, kaleng, atau kemasan lainnya sebelum membuang atau menyetorkannya ke bank sampah.

 

“Sampah bersih dan kering nilainya lebih tinggi, jadi warga juga mendapatkan manfaat ekonominya,” tambahnya.

 

4. Kurangi Barang Sekali Pakai

 

Pengurangan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, atau menghindari kemasan sekali pakai. Syahriani mengingatkan, mengurangi dari sumbernya adalah langkah paling efektif. Kalau sampahnya tidak ada, maka tidak perlu diolah.

 

5. Setorkan Sampah Bernilai ke Bank Sampah RW

 

Bandung memiliki banyak bank sampah aktif yang menerima sampah anorganik bernilai seperti plastik, kertas, dan logam. Selain membantu lingkungan, masyarakat dapat memperoleh tambahan tabungan dari hasil setorannya. “Bank sampah itu bukan hanya tempat menabung sampah, tapi juga pusat edukasi lingkungan warga,” kata Syahriani.

 

Edukasi Konsisten Jadi Kunci

 

DLH Kota Bandung menekankan bahwa pembiasaan memilah sampah butuh pendampingan dan edukasi yang terus-menerus. Syahriani menegaskan pentingnya peran RT, RW, kader lingkungan, dan kelurahan.

 

“Kuncinya pembiasaan. Semakin sering warga mendapatkan edukasi, semakin cepat pemilahan sampah menjadi budaya,” tuturnya.

 

Dengan memulai langkah-langkah sederhana ini, warga Bandung dapat memberikan kontribusi nyata untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pemkot Bandung berharap budaya peduli sampah dapat tumbuh dari rumah ke rumah, hingga menjadi gerakan besar di seluruh kota.

 

Ayo mulai hari ini. Bandung bersih dimulai dari rumah kita.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filsafat dan Politik Hukum Islam Perbankan Syariah

    Filsafat dan Politik Hukum Islam Perbankan Syariah

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Perbankan syariah Indonesia mengalami perkembangan pesat. Sejak Pdiundangkannya Undang-Undang Perbankan Syariah Tahun 2008 sampai Tahun 20022, perbankan syariah mengalami perkembangan yang signifikan. Pada Tahun 2022 tercatat jumlah BUS 1.943 kantor, UUS 390 kantor, dan BPRS 626 kantor. Dinamika fatwa DSN-MUI, sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa, telah menghasilkan 140 fatwa terkait keuangan dan perbankan […]

  • Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

    Kemenag: untuk Dakwah dan Kemaslahatan, Pesantren Harus Manfaatkan Teknologi

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Pondok pesantren harus dapat merespons tantangan digital. Adaptasi terhadap teknologi merupakan hal yang tidak dapat dihindari bagi pesantren jika ingin tetap relevan dan berkontribusi dalam masyarakat. “Pesantren harus menjadi pionir dalam memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan kemaslahatan umat,” ujar Staf Khusus Menag Nuruzzaman saat membuka KOPDARNAS 7 Arus Informasi Santri Nusantara (AIS), di […]

  • 5 Program Akselerasi Kota Bandung Menuju World Class City

    5 Program Akselerasi Kota Bandung Menuju World Class City

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kota Bandung tengah bersiap untuk naik kelas menuju World Class City. Tak serta merta tanpa persiapan, Kota Bandung sudah menyiapkan beragam program untuk menunjang kenaikan kelas ini.   Dilansir dari laman Kota Bandung, inilah 5 program-program unggulan Kota Bandung untuk menuju World Class City. 1. Infrastruktur Digital IT  Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) […]

  • Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

    Perebutan Harta Warisan Bisa Jadi Malapetaka

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA Kanal31.com — Harta warisan adalah harta yang panas, jika tidak dikelola dengan baik. Perebutan warisan orangtuanya yang sudah meninggal dunia sering terjadi. Orangtuanya mungkin sedang ditanya di alam kubur tetapi anak-anaknya ribut soal harta peninggalan orangtuanya. Harta warisan bukan hasil jerih payah anak-anaknya.   Pembagian harta warisan yang tidak adil hanya akan membahayakan bagi orang […]

  • Kelana Filsafat di Belantara Sains

    Kelana Filsafat di Belantara Sains

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — “Filsafat adalah seni bertanya yang membuka, bukan ilmu yang menutup perkara.” (Anonimous) Filsafat tidak lahir dari kepastian, melainkan hadir dari kegelisahan. Ia tidak tumbuh di taman jawaban, tapi bersemi di belantara pertanyaan. Maka filsafat bukan menutup perkara seumpama palu hakim di ruang sidang. Ia justru membuka tabir yang menutupi kenyataan, membuka lapisan-lapisan […]

  • 86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Lembaga Mahmud Syaltout Syahidulhaq Qudratullah menyebut, sampai saat ini, belum semua konflik sosial di Indonesia terselesaikan. Namun, dari konflik yang terselesaikan, 86% di antaranya diselesaikan oleh penghulu, penyuluh, dan pembimas. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimtek Implementasi Sistem Peringatan Dini pada KUA Revitalisasi […]

expand_less