Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 25 Des 2025
  • comment 0 komentar

KALBAR Kanal31.com — Ikutan ngegosip jadinya. Ini gara-gara KPK, kenapa sih nyebut Aura Kasih. Cobalah sebut Aura Faming, beda jadinya. Mari kita mengenal artis satu anak ini sambil seruput Koptagul, wak!

 

Nama Aura Kasih mendadak terdengar seperti lonceng tua di Gedung Sate. Biasa saja selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba berdentang keras dan semua orang menoleh. Bukan karena lagu baru, bukan karena film anyar, melainkan karena KPK membuka peluang memanggilnya untuk mengonfirmasi dugaan aliran uang dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Di titik ini, Aura Kasih bukan tokoh pinggiran, melainkan pusat perhatian. Wajar jika publik perlu mengenalnya secara utuh, bukan sekadar sebagai “penyanyi yang namanya disebut KPK”.

 

Aura Kasih lahir di Bandung pada 26 Februari 1987. Kota yang sama dengan Gedung Sate, Braga, dan Dago, seolah menjadi metafora hidupnya, naik turun, ramai, dan penuh sorotan. Ia dikenal sebagai penyanyi pop dengan karakter suara sensual dan citra berani yang sejak awal karier memang dekat dengan kontroversi. Album debutnya, Malaikat Penggoda yang dirilis pada 2008, langsung melejitkan namanya. Lagu-lagunya seperti “Mari Bercinta”, “Asmara”, dan “Pemilik Hati” menjadikannya ikon pop era itu, sekaligus figur yang tak pernah sepi komentar publik.

 

Tak berhenti di musik, Aura Kasih merambah dunia akting. Ia membintangi sejumlah film dan sinetron, di antaranya Asmara Dua Diana dan Radio Galau FM. Dari panggung ke layar lebar, dari konser ke karpet merah, ia membangun karier di industri hiburan dengan satu modal utama, popularitas yang konsisten. Popularitas inilah yang membuat namanya terasa kontras ketika muncul dalam pusaran penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023 senilai Rp409 miliar, dengan dugaan Rp222 miliar atau lebih dari 50 persen digunakan tidak sebagaimana mestinya dan mengalir menjadi dana nonbudjeter.

 

Dalam kehidupan pribadi, Aura Kasih juga akrab dengan sorotan. Ia pernah menikah dengan Eryck Amaral, seorang pengusaha asal Brasil, pada 2018 dan resmi berpisah pada 2021. Dari pernikahan itu, ia memiliki seorang putri bernama Arabella. Kisah rumah tangganya kerap menjadi konsumsi publik, menegaskan bahwa hidupnya memang selalu berada di ruang terbuka, seperti Alun-Alun Bandung, siapa pun boleh melihat, menilai, dan berkomentar.

 

Ketika KPK, melalui juru bicaranya Budi Prasetyo, menyebut kemungkinan memanggil Aura Kasih, konteksnya sangat spesifik. Konfirmasi informasi dugaan aliran uang. Statusnya bukan tersangka, bukan pula saksi yang sudah dipanggil, melainkan pihak yang mungkin dimintai klarifikasi jika bukti permulaan dinilai cukup. KPK menegaskan, informasi dari masyarakat masih diuji dan meminta data awal yang valid. Ini penting dicatat agar publik tidak terjebak pada kesimpulan liar hanya karena nama besar bertemu lembaga antirasuah.

 

Di sinilah Aura Kasih menjadi simbol menarik. Ia mewakili pertemuan dunia hiburan dengan dunia kekuasaan, dua ruang yang sering dianggap terpisah. Padahal, nyatanya bisa bersinggungan. Seperti Jalan Asia Afrika yang mempertemukan sejarah, pariwisata, dan politik dalam satu ruas, nama Aura Kasih kini berada di persimpangan antara citra selebritas dan proses hukum. Bukan sebagai inti perkara, tetapi sebagai potongan puzzle yang sedang diperiksa.

 

Dengan mengenal profilnya secara lengkap, publik bisa melihat bahwa yang sedang terjadi bukan sekadar gosip selebritas, melainkan proses klarifikasi dalam kasus besar. Aura Kasih tetap Aura Kasih, penyanyi asal Bandung, figur pop dengan karier panjang dan kehidupan yang selalu disorot. Bedanya, kali ini sorotan datang dari Gedung Merah Putih KPK, bukan dari lampu panggung. Justru di situlah rasa “baru tahu” itu muncul dalam cerita korupsi ratusan miliar, bahkan ikon pop pun bisa ikut disebut dalam bab yang tak pernah mereka rencanakan.

 

Sumber foto: msn.com

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Jember — Di akhir tahun 2023, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerbitkan delapan buku baru. Penerbitan buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan keilmuan di bidang syariah dan hukum. Penerbitan buku tersebut mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni. Dia mengapresiasi dedikasi […]

  • Transendensi Ilmu, Tulisan, dan Buku

    Transendensi Ilmu, Tulisan, dan Buku

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Bagi para penulis, guru, dosen, akademisi, pemikir, dan intelektual…   Di usia 40-an, umumnya kita bangga pada berapa banyak tulisan dan buku yang telah ditulis dan diterbitkan. Yang dikejar adalah nama dan jumlah karya.   Memasuki usia 50-an, orientasi mulai bergeser. Bukan lagi berapa banyak buku yang terbit, melainkan berapa banyak yang benar-benar […]

  • Unmuha Gencarkan Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    Unmuha Gencarkan Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-ACEH. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) mengadakan workshop mengenai “Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus”. Kegiatan workshop dalam rangka memotivasi para dosen dilingkungan fakultas hukum untuk bisa produktif menulis artikel dan mempublikasikannya ke dalam Jurnal Nasional maupun Internasional yang terakreditasi. Kegiatan Workshop penulisan jurnal internasional terindeks scopus tersebut mengundang narasumber Heru Susetyo, S.H., LL.M, M.Si, […]

  • Cegah Intoleransi lewat Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Bahasan Menag – Cendekiawan Kristen

    Cegah Intoleransi lewat Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Bahasan Menag – Cendekiawan Kristen

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa upaya mencegah intoleransi memerlukan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. “Sekalipun ada undang-undang yang paling baik pun juga, itu bukan jaminan. Ada hal yang […]

  • 3 Cara Merawat Cahaya Isra Mi’raj

    3 Cara Merawat Cahaya Isra Mi’raj

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Menjaga Shalat, Menjernihkan Hati, dan Meneguhkan Ketaatan   السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ […]

  • Menakar Kesiapan UIN Bandung Menyambut Era Rektor Perempuan

    Menakar Kesiapan UIN Bandung Menyambut Era Rektor Perempuan

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Oleh: Nanang Sungkawa* Jika Anda melangkah ke koridor utama gedung rektorat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, lalu menatap deretan bingkai foto para pemimpin tertinggi dari masa ke masa, Anda akan menangkap sebuah garis linier yang belum retak oleh sejarah. Seluruh nakhoda yang pernah memimpin universitas ini adalah laki-laki. ———— KINI, menjelang momentum suksesi kepemimpinan (2027), […]

expand_less