Senin, 13 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Tips Sehat Merespon Ragam Komentar di Media Sosial

Tips Sehat Merespon Ragam Komentar di Media Sosial

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com

Tipe orang itu berbeda-beda. Tulisan status kita di media sosial akan dikomentari oleh ragam manusia yang berbeda-beda. Yang niatnya baik pun bisa direspon negatif oleh beragama orang itu. Menghadapi yang begitu, santai saja, gak perlu baper, anggaplah latihan mental untuk mendewasakan kita sendiri. Maka, diperlukan sikap yang bijak untuk meresponnya agar medsosannya aman, nyaman dan sehat.

 

Bagaimana tipsnya?

 

Anggaplah tulisan kita bagus, niatnya untuk berbagi ilmu, tapi responnya macam-macam.

 

Pertama. Setuju dan membenarkan ✅

 

Ini gak ada masalah, ekspresinya macam-macam dari jempol, setuju, mantap, makasih atau “aku sih yes,” dll. Bila tulisan kita bagus, mereka merasa tercerahkan. Ini respon orang-orang yang sehat dan para pembelajar.

 

Kedua. Menambahkan ✅

 

Sebagus apapun tulisan kita, akan selalu ada orang yang menambahkan dari perspektif lain, pengalaman lain, karena pengalaman hidup orang berbeda-beda. Ini juga gak masalah, bagus, meluaskan perspektif. Ini adalah respon mereka yang juga punya pikiran, pandangan dan wawasan sendiri. Tak menyalahkan tapi menambahkan dan melengkapi. Ini juga positif.

 

Ketiga. Tidak relevan ❌

 

Sering, di bawah status kita ada saja komentar yang tak relevan. Gak nyambung dengan topik kita. Yang begitu biarkan saja gak usah ditanggapi. Mereka adalah para penggembira yang memperbanyak komentar di bawah walaupun gak nyambung. Biasanya akan ada komentar dari yang lain yang mempersoalkannya. Misalnya: “Ngomong apa woooyy …” “Mau kmana wooyy…” “Ini ngomongin apa, komentarnya kemana,” “bangun woooyy …” 😄

 

Keempat. Respon negatif ❌

 

Tulisan kita tak menyebut orang atau tak merugikan orang, tapi ada saja yang merespon negatif bahkan sentimen, mengkritik dan menyerang kita. Ini masalahnya di orang itu, bukan di kita. Dia orang bermasalah dan masalahnya diekspresikan pada komentarnya di bawah sadar. Pada yang begini, mau dijawab silahkan, tapi kita jadi capek dan tidak bermanfaat. Bagusnya abaikan saja. Bila kita panas oleh respon negatifnya, berarti kita belum siap menghadapi ragam karakter orang.

 

Kelima. Tersindir 😊

 

Ini sama dengan yang keempat, tulisan kita tak menyebut orang atau tak merugikan orang. Kalau pun kritik, sindiran atau satire isinya umum, tak menyebut nama. Tapi ada orang tersindir, berkata negatif, atau marah. Nah ini, ibarat maling yang mengakui sendiri. Dia gak dituduh tapi marah. Tanpa sadar, dia sedang mengakuinya. Mungkin bukan pelakunya tapi bagiannya atau kelompoknya. Pada yang begini, senyumin saja sambil ngopdud 😊☕🚬

 

Keenam. Ngeyel 😡🥵

 

Ada orang tipe ngeyel. Dijawab gak mau terima, dijelaskan tapi ngeyel. Dia ingin berdebat panjang. Orang ngomongnya dikit, dia panjang lebar menunjukkan kekesalannya. Dia ingin dia sendiri yang benar. Tipe begini abaikan saja, jangan direspon, jangan buang-buang waktu dan energi. Dalam hidup ini, banyak pertanyaan yang tak perlu dijawab. Hindari perdebatan yang tak perlu. Diantara ciri orang yang bertakwa adalah menghindari perkataan yang tidak berguna. Nabi SAW menjanjikan pahala bagi yang mampu menghindari perdebatan yang tak perlu dengan rumah di surga.***

 

Media sosial bisa jadi ruang belajar, melatih mental dan mendewasakan diri. Selamat bermedsosan yang sehat brader. Jangan lupa ngopi 😊☕🚬

 

Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i hari ini menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan. Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kedatangannya di KPK bertujuan untuk melakukan konsultasi dan membahas program antikorupsi di Kementerian Agama. “Kami bahagia sekali bisa diskusi secara terbuka apa yang bisa diperoleh, […]

  • Selamat! Jurnal Lektur Keagamaan Kini Terindeks Scopus

    Selamat! Jurnal Lektur Keagamaan Kini Terindeks Scopus

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan publikasi ilmiah keagamaan. Jurnal Lektur Keagamaan (JLKa) yang terbit sejak 2003 di bawah naungan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, terindeks di Scopus pada 17 Juli 2025. Kabar ini disampaikan Editor in Chief JLKa, Mulyawan Safwandy Nugraha. Dosen […]

  • Sinergi untuk SPBE: Dosen UIN Bandung Isi Pelatihan Manajemen Risiko KOMINFO RI

    Sinergi untuk SPBE: Dosen UIN Bandung Isi Pelatihan Manajemen Risiko KOMINFO RI

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut berkontribusi dalam pelatihan Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (MR-SPBE) yang digelar oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Bandung, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka.   Pelatihan ini merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship (DTS) melalui Government […]

  • Nadiem akan Sekolah Tinggi 

    Nadiem akan Sekolah Tinggi 

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Dimana mendapatkan keadilan? Memang, kita empati, betapa sakitnya Nadiem Makarim, bukan dari politisi/partai politik, melainkan profesional yang berusaha menjadi menteri visioner tapi malah dapat derita besar di ujungnya, divonis 10 tahun penjara, denda 1 miliar dan uangganti 809,5 miliar.   Tapi, bila renungan dihidupkan, jangan-jangan, bisa jadi itu sebuah “keadilan” terutama dalam konteks […]

  • Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

    Menghidupkan Kembali Legenda Java Preanger: Bagaimana Kopi Bandung Selatan Mengguncang Dunia dan Gerakkan Ekonomi Rp70 M

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Bagi masyarakat urban saat ini, menyesap secangkir kopi di kafe estetik telah menjadi gaya hidup (lifestyle) yang tak terpisahkan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa geliat kebangkitan kopi Arabika yang hari ini kita nikmati di Jawa Barat sesungguhnya lahir dari tangan dingin masyarakat dan rimbunnya hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung […]

  • Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan sejak dibuka tahun 2020, Kelas Menulis disiapkan untuk generasi milenial. Yaitu, komunitas mahasiswa jenjang sarjana. Yudi sapaan akrabnya menuturkan Kelas Menulis bergerak dalam pelatihan menulis artikel untuk mahasiswa. Juga bergerak dalam mengelola jurnal ilmiah. “Saat ini, Kelas Menulis punya 4 jurnal […]

expand_less