Kamis, 28 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

  • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
  • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com

Pagi ini, saat udara masih terasa dingin karena Tatar Pasundan telah diguyur hujan semalaman, mari kita menyeduh “kopi sejarah” sebentar, sembari memandangi kabut tipis yang menyelimuti ingatan tentang sebuah kampung bernama Sempur di Purwakarta.

Di titik itulah, seorang tokoh bernama Mama Tubagus Bakri, atau yang lebih akrab kita sebut Mama Sempur, berdiri sebagai sebuah “carrefour” atau titik silang kebudayaan yang luar biasa dalam peta sejarah sosial intelektual Islam Nusantara.

Tak berlebihan jika saya mengatribusi Mama Sempur ini sebagai “Sang Narator di Persimpangan Zaman”. Jika kita meminjam kacamata Gérard Genette, narasi hidup Mama Sempur dapat diframing sebagai sebuah struktur yang kaya akan “analepsis” (kilas balik) dan “prolepsis” (pandangan jauh ke depan).

Beliau menarik garis keturunan dari kebangsawanan Banten yang heroik, lalu membawanya melintasi samudra menuju tanah suci Mekkah. Namun, kepulangannya bukan untuk memamerkan gelar, melainkan untuk menjadi “narator” yang tidak berjarak dengan kegelisahan umat di lantai ubin masjid dan pesantren yang dingin.

Dalam perspektif “Le Carrefour Javanais” milik Denys Lombard, Mama Sempur merupakan bukti hidup betapa dinamisnya jaringan intelektual Islam transnasional. Beliau bukan produk lokal yang “ujug-ujug” populer.

Beliau adalah simpul penting yang menghubungkan transmisi hadis Syeikh Mahfudz al-Tarmasi, produktivitas pena Syeikh Nawawi al-Bantani, dan ketajaman logika Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Salah satu seloroh dari KH Asep Ghozali (murid Mama Sempur, sekaligus guru saya): “Ilmu itu bukan cuma buat dipajang di jidat supaya kelihatan bercahaya. Ilmu itu buat “memanusiakan manusia”. Mama Sempur itu kiai yang kalau jalan di pematang sawah, alam pun merasa tenang karena beliau tahu cara memuliakan manusia tanpa harus menginjak harga diri siapa pun.”

Kematangan intelektual beliau tercermin dalam sejumlah karyanya yang mencapai lebih dari 60 buah. Salah satunya tercermin dalam “Cempaka Dilaga: Senjata Teks di Medan Laga Sosial”. Kiprah intelektual Mama Sempur bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan sebuah aksi sosial.

Salah satu mahakaryanya, Cempaka Dilaga, adalah metafora yang jenius. “Cempaka” adalah simbol keharuman akhlak, dan “Dilaga” berarti dalam pertempuran. Beliau sadar betul bahwa di bawah tekanan kolonial dan gempuran modernitas yang materialistik, umat sedang berada di medan tempur mentalitas.

Secara naratif, beliau melakukan apa yang disebut Genette sebagai “Metalepsis”: melompat dari dunia teks klasik yang sakral langsung ke dunia nyata yang profan. Beliau menulis dalam bahasa Sunda Pegon—sebuah pilihan politik identitas yang tegas. Dengan menolak aksara Latin (kolonial), beliau menjaga benteng batin rakyat agar tidak tercerabut dari akarnya.

Meminjam gaya Gusdur, yang suka memotret sisi manusiawi, Mama Sempur adalah sosok yang “tidak neko-neko”. Di tengah dunia yang mulai gila hormat, beliau memilih jalur zuhud pada masanya. Beliau menunjukkan bahwa intelektualitas Islam tidak butuh baliho raksasa; cukup dengan ketajaman batin dan tinta yang terus mengalir di atas kertas merang.

Beliau adalah tipikal ulama yang dalam istilah Lombard mewakili “jaringan ulama” yang solid. Beliau bicara tauhid, tasawuf, hingga fikih dengan bahasa yang bisa dipahami oleh tukang arit maupun juragan tanah. Inilah sejarah sosial yang hidup—di mana agama tidak menjadi menara gading, melainkan menjadi jembatan (shirath) pemikiran.

Tentunya, warisannya tak pernah lekang. Kiprah Mama Sempur adalah pengingat bagi kita yang hidup di zaman serba digital ini. Beliau membuktikan bahwa menjadi “tradisional” bukan berarti tertinggal.

Beliau adalah sintesis dari akar pesantren yang dalam dengan dinamika global yang luas. Jika hari ini kita masih menemukan wajah Islam yang manusiawi dan berwibawa di Jawa Barat, barangkali itu adalah sisa-sisa doa dan goresan pena dari sang penjaga Sempur ini. Seorang intelektual yang mampu berdiri tegak di persimpangan zaman tanpa sedikit pun kehilangan jati diri.

 

 

  • Penulis: Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen Kemenag Monitor Uji Pengetahuan PPG di UIN Bandung

    Sekjen Kemenag Monitor Uji Pengetahuan PPG di UIN Bandung

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG,kanal31.com– Sebanyak total 15.247 guru binaan Kementerian Agama (Kemenag) mengikuti Ujian Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Sabtu (02/11/2024). UP PPG yang digelar secara daring dan dipusatkan pada 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Ke-10 LPTK tersebut adalah UIN Alauddin Makassar, UIN Mataram, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Raden […]

  • Lima Prodi UIN SGD Terakreditasi Unggul BAN-PT

    Lima Prodi UIN SGD Terakreditasi Unggul BAN-PT

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Lima Program Studi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung terakreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kelima prodi itu adalah: Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah (MD) dan Hukum Pidana Islam (HPI). “Alhamdulillah berkah ramadhan. Kita menyambut gembira atas terbitnya SK […]

  • Perempuan ASN Harus Jadi Teladan di Keluarga dan Masyarakat

    Perempuan ASN Harus Jadi Teladan di Keluarga dan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Helmi Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya istri aparatur sipil negara (ASN), dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan masyarakat yang berakhlak. Hal ini disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama se-Kalimantan Timur. “Jadilah istri sebagai penyejuk hati suami. Jadilah istri yang menjadi […]

  • 25 Guru Madrasah dan Pesantren Ikuti English Language Teacher Training

    25 Guru Madrasah dan Pesantren Ikuti English Language Teacher Training

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebanyak 25 guru madrasah dan pesantren se-Kota Salatiga dan sekitarnya antusias mengikuti English Language Teacher Training (ELTT) yang pertama bertajuk 1st Orientation Workshop yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) UIN Salatiga, di Gedung KH. Ahmad Dahlan, Jumat (12/08/22). Master Trainer dan Kepala Pusat UPTPB, Dr. Hanung Triyoko mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk mengajarkan […]

  • Ini Baru Keren! Aktivis Lulusan Tepat Waktu Dapat Anugerah UIN Bandung

    Ini Baru Keren! Aktivis Lulusan Tepat Waktu Dapat Anugerah UIN Bandung

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

     KANAL31.COM (BANDUNG) — Ushuluddin Festival 2023 (U-Fest 2023) menjadi acara pamungkas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Periode 2022-2023. U-Fest 2023 digelar di Aula Anwar Musaddad, Selasa, (12/12/2023). Prof. Dr. Husnul Qodim, M.Ag., Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, didaulat untuk menyematkan anugerah sekaligus membuka acara U-Fest […]

  • Perkuat Rekognisi Global, SPECTRA 2026 Akuntansi Syari’ah UIN Bandung Gelar Seminar Internasional

    Perkuat Rekognisi Global, SPECTRA 2026 Akuntansi Syari’ah UIN Bandung Gelar Seminar Internasional

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Upaya memperkuat rekognisi global terus dilakukan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, salah satunya melalui penguatan jejaring akademik internasional dan pengembangan keilmuan berbasis kolaborasi lintas negara. Komitmen ini diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui penyelenggaraan Sharia Premier Accounting Championship Tournament (SPECTRA 2026) yang dibuka […]

expand_less