Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Munafik, Akar dari Banyak Masalah Indonesia 

Munafik, Akar dari Banyak Masalah Indonesia 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Salah satu tesis yang sering muncul dalam diskusi tentang Indonesia, termasuk dalam esai terkenal Moechtar Lubis bahwa karakter manusia Indonesia itu adalah munafik. Kita tidak bisa menolak, ada banyak fakta yang mendukung pandangan tersebut. Kita sering melihat jarak antara nilai yang diucapkan dan perilaku nyata.

 

Misalnya, mengecam korupsi, tetapi memaklumi korupsi “asal kelompok sendiri.” Menuntut kejujuran, tetapi menganggap wajar kebohongan kecil yang menguntungkan diri sendiri. Mengagungkan agama dan moralitas, tetapi tidak selalu konsisten dalam praktik publik. Menuntut pemimpin bersih, tetapi masih ada politik uang yang diterima oleh banyak pemilih.

 

Dalam konteks itu, masalah penting Indonesia memang bukan sekadar sistem, melainkan budaya politik dan budaya sosial. Sistem itu dilahirkan dan dibentuk oleh budaya masyarakatnya.

 

Tetapi tidak benar juga bila dikatakan manusia Indonesia lebih munafik dibanding bangsa lain. Hampir semua bangsa memiliki unsur kemunafikan. Yang membedakan, biasanya adalah apakah sistem sosial dan politik mampu membatasi dampaknya.

 

Di banyak negara maju, orang tidak otomatis lebih suci atau lebih bermoral. Namun institusi mereka sering lebih kuat. Seorang pejabat yang berbohong bisa kehilangan jabatan. Seorang pengusaha yang menyuap bisa kehilangan bisnis. Konsekuensi nyata membuat kemunafikan menjadi lebih mahal.

 

Karena itu, selain benar bahwa kemunafikan adalah sumber masalah kita, saya merumuskan akar masalah Indonesia sedikit berbeda yaitu kesadaran warga yang belum matang bertemu dengan sistem yang longgar dalam memberi konsekuensi terhadap perilaku buruk. Lebih dari sekadar mengutuk kemunafikan, kombinasi itulah yang berbahaya.

 

Kalau kesadaran rendah tetapi sistem kuat, kerusakan masih bisa dibatasi. Kalau sistem lemah tetapi kesadaran tinggi, masyarakat masih bisa menopang dirinya. Yang sulit adalah ketika keduanya tidak beriring kuat secara bersamaan.

 

Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Indonesia tidak kekurangan orang saleh. Indonesia bahkan tidak kekurangan orang yang tahu mana salah benar. Yang kurang adalah keberanian kolektif untuk konsisten menjalankan yang benar ketika itu bertentangan dengan kepentingan pribadi, kelompok, atau kekuasaan.

 

Di situlah persoalan “kemunafikan” yang dikritik Moechtar Lubis menjadi relevan. Bukan semata-mata karena orang Indonesia tidak tahu nilai yang baik, melainkan karena terlalu sering terjadi pemisahan antara nilai yang diyakini, nilai yang diucapkan, dan nilai yang dijalankan dalam kehidupan publik. Ketika jarak itu menjadi kebiasaan sosial, ia dapat menjelma menjadi salah satu sumber utama krisis politik, ekonomi, dan hukum yang hingga kini terus berulang.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Tangerang) — Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi prosesi 12 tahunan Gotong Toapekong di Kota Tangerang. Ia juga mengucapkan selamat karena tradisi masyarakat Tionghoa ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. “Kami atas nama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Pengurus Boen Tek […]

  • Top! Mahasiswa UGM Juara 1 Desain Kendaraan Listrik di Ajang Formula-E Jakarta

    Top! Mahasiswa UGM Juara 1 Desain Kendaraan Listrik di Ajang Formula-E Jakarta

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Ajang Formula-E Jakarta yang digelar pada awal bulan Juni 2022 ini turut menjadi tempat unjuk kemampuan oleh mahasiswa UGM. Diketahui, selain mengadakan Grand Prix Formula-E, lembaga penyelenggara Formula-E Jakarta, Jakpro, turut mengadakan kompetesi desain kendaraan listrik untuk tingkat mahasiswa sebagai acara penyerta. Melalui kompetisi ini, tim mahasiswa UGM pun menunjukkan bahwa mereka mempunyai desain kendaraan listrik […]

  • 4 Ilmu Kanuragan Tersohor di Jawa

    4 Ilmu Kanuragan Tersohor di Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM ILMU kanuragan tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Jawa zaman dahulu. Disamping untuk menjaga diri, ilmu kanuragan juga akan meningkatkan derajat seseorang yang memilikinya hingga nantinya mendapat gelar sebagai jawara. Ada beberapa ajian kanuragan yang sangat terkenal dalam dunia persilatan, baik itu aliran ilmu hitam maupun ilmu putih. Bahkan konon saat ini masih ada […]

  • Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) Pusdiklat Tenaga Administrasi Balitbang Diklat Kemenag meraih prestasi dalam komitmen pengembangan SDM pengelola keuangan negara (PKN). Pusdiklat Kemenag meraih terbaik III pada acara yang digelar Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan ini diberikan pada gelaran Forum Koordinasi Pembelajaran Keuangan Negara. Mengusung tema Standardisasi Kompetensi SDM dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan […]

  • Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father

    Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Anggota DPR – MPR RI, Dr. H. Abidin Fikri, SH., MH. menekankan perlunya kesadaran bersama memahami rangkaian proses historis lahirnya gagasan kebangsaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan komunitas Nyala Muda di Bandung, Minggu (9/8/2026). Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar tersebut dihadiri oleh aktivis […]

  • Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong agar kawasan Teras Cihampelas semakin menggeliat. Pemkot Bandung berharap, kawasan Teras Cihampelas dapat menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebelumnya Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, Teras Cihampelas merupakan ikon Kota Bandung yang luar biasa. “Kita ingin bangga sama Cihampelas. Kita sedang mengidentifikasi, di […]

expand_less