Rabu, 27 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Anak yang “gagal” di keluarga dan “tidak menjadi apa-apa,” ada di rumah mengurus orang tuanya sampai tua, seringkali lebih bermakna dan terasa manfaatnya ketimbang anak-anak yang “sukses” di kota-kota besar, jabatannya tinggi dan mentereng, jadi ini itu, tapi sulit pulang dan tak ada waktu sering menengok orang tuanya yang sudah report apalagi sakit-sakitan.

Akhirnya, banyak orang tua merasakan, anak yang ada di rumahlah, yang tak pernah jauh, yang tak sulit dipanggil dan disuruh karena selalu hadir di sisi orang tuanya, yang merawat fisik orang tuanya, yang tangannya sering menyentuhnya, yang terasa sebagai anak yang berbakti ketimbang anak-anaknya yang sukses nun jauh disana tapi orang tuanya merasa asing dengan mereka.

Kenyataan ini telah mendefinisikan ulang tentang “anak yang sukses” di dunia modern terutama di masyarakat Muslim. Buat apa anak-anaknya sukses material duniawi di kota besar, di luar negeri, tapi orang tuanya kesepian bahkan tak terurus maksimal ketika mereka membutuhkan kehadiran fisik anaknya, bukan uangnya, jabatannya dan fasilitasnya.

Bila ini dilematis antara tuntutan profesi dengan orang tua yang terabaikan, itu karena lingkungan hidup kita yang ukuran suksesnya adalah kesibukan, materi, jabatan tinggi dan hal-hal duniawi.

Banyak orang tua yang menyesal telah mendidik anak-anaknya dengan konsep modern, tapi ketika orang tua sakit repot, anak-anaknya sulit dihubungi, sulit pulang dan jarang datang, bahkan hingga ibunya atau bapaknya meninggal dunia.

Anak-anak yang sukses itu tak ada, tak hadir, hatinya jauh dan gagap ketika harus membaca do’a untuk ibunya di depannya. Pengetahuan agamanya nihil karena kesibukan dunia yang telah merampas waktunya dan hidupnya. Hidupnya habis untuk perusahaan tempat kerjanya, karena dipikirannya, itulah yang telah memberikan rizkinya bukan Tuhannya.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandji dan Humor Politik 

    Pandji dan Humor Politik 

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Humor politik adalah sublimasi kesadaran tertinggi atas kekecewaan dan penderitaan rakyat pada praktik politik kekuasaan. Rakyat menertawakan para politisi melalui humor untuk melepaskan beban-beban kekecewaan dan penderitaan yang menghimpit. Humor politiknya Pandji Pragiwaksono, dalam stand up komedi Mens Rea, mengingatkan saya pada sebuah buku laris. Tahun 1982, terbit buku “Russia Dies Laughing” terbitan […]

  • Sumber Ekonomi Melimpah, Alumni FEBI tidak Boleh Kehilangan Kreativitas

    Sumber Ekonomi Melimpah, Alumni FEBI tidak Boleh Kehilangan Kreativitas

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. mengaku tidak terlalu cemas pada alumninya menjadi pengangguran alias tidak punya kegiatan, meski Badan Pusat Statistik (BPS) merasa miris dengan maraknya pengangguran di kalangan Generasi Z, hampir mencapai angka 10 juta, hingga menjadi ancaman serius […]

  • 5 Pelajaran Penting dari Ibadah Qurban

    5 Pelajaran Penting dari Ibadah Qurban

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sahabat Mang Geo, dalam Islam ada 2 hari raya internasional. Yaitu: Hari Raya Idul Fitri dan Hari raya Idul Qurban. Seluruh umat Islam di dunia memperingati hari raya ini, dengan ibadah-ibadah yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Dalam tulisan ini Mang Geo akan membahas tentang hakikat Qurban, yaitu apa sih sebenarnya yang terpesan dari […]

  • Seminar Internasional UIN Bandung: Pakar Universiti Putra Malaysia Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Digital Marketing

    Seminar Internasional UIN Bandung: Pakar Universiti Putra Malaysia Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Digital Marketing

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digital marketing, Program Studi Ilmu Komunikasi Humas UIN Bandung menggelar seminar internasional yang bertajuk “Future Trends in Digital Marketing Communication”, di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (12/09/2024). Seminar ini turut menghadirkan narasumber professional, yakni Mohamad Noor Salehhuddin Sharipudin (Universiti Putra Malaysia) yang dipandu oleh Dr. […]

  • Ribuan Jamaah Al Ma’soem Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    Ribuan Jamaah Al Ma’soem Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    SUMEDANG, kanal31.com– Ribuan siswa SMP, SMA, mahasiswa Ma’soem University, serta karyawan dan staf Yayasan Al Ma’soem Bandung mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1446 Hijriyah di Dome Al Ma’soem Jalan Raya Cileunyi No 22 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jumat (31/1/2025). Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Prof. H. Ceppy Nasahi Ma’soem mengatakan […]

  • Tak Punya Pacar, Tak Pernah Gituan, Eh…Santriwati Tiba-tiba Hamil

    Tak Punya Pacar, Tak Pernah Gituan, Eh…Santriwati Tiba-tiba Hamil

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Tak punya pacar, lalu tak pernah gituan lagi, tiba-tiba hamil. Sambil seruput Koptagul, silakan mikir, wak. Otak saya lagi parkir ni, ups. Jagat maya Pekalongan mendadak berubah jadi laboratorium teori paling absurd se-Asia Tenggara. Ini setelah muncul kabar seorang santriwati berinisial F (22), warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, yang disebut hamil sampai […]

expand_less