Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Gandeng Muamalat Institute, UIN Bandung Cetak Lulusan Ekonomi Syariah Siap Kerja dan Berkah

Gandeng Muamalat Institute, UIN Bandung Cetak Lulusan Ekonomi Syariah Siap Kerja dan Berkah

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com – Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah kini bukan lagi sekadar jalur alternatif. Seiring meroketnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan kebutuhan industri yang kian tinggi, jurusan ini telah menjelma menjadi jalur utama menuju karier masa depan yang sangat menjanjikan.

Merespons peluang emas ini, Prodi Ekonomi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggandeng Muamalat Institute. Sinergi strategis ini dirancang khusus untuk melahirkan talenta siap kerja yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

Langkah nyata ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang langsung dirangkaikan dengan Pembekalan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir (PKMTA), yang Aulan FEBI UIN Bandung, akhir pekan lalu. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Direktur Eksekutif Muamalat Institute Dyah Ekowati; Region Head Jawa Barat dan Kalimantan 1, Erick Ermawan; serta nara sumber HCBP Region Jabarkal 1 Bank Muamalat Indonesia Mantiq Al Kindy dan dosen Prodi Ekonomi Syariah Dr. Irni Cahyani, ME.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., dengan tegas mematahkan stereotip lama. Menurutnya, masuk jurusan Ekonomi Syariah tidak berarti hanya belajar teori agama di dalam kelas. Lebih dari itu, mahasiswa digembleng dengan ilmu makro dan operasional yang sangat luas.

“Karier bagi lulusannya tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga berkah. Kenapa? Karena prodi ini mengajarkan bagaimana ekonomi dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, bebas riba, yang ujung-ujungnya kemasalahatan bagi masyarakat,” ujar Prof. Dudang optimis.

Selama masa kuliah, mahasiswa dibekali dengan arsitektur keuangan yang matang. Mulai dari operasional perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga analisis produk investasi halal. Dengan modal ilmu ini, pilihan karier lulusannya membentang luas, di antaranya bisa jadi Praktisi Perbankan dan  Keuangan Syariah, Konsultan Bisnis Halal, Pengelola Lembaga Filantropi (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), serta bisa menjadi Akademisi dan Peneliti.

Kunci Sukses Tembus Dunia Kerja

Membangun karier yang sukses tidak bisa dilakukan dalam semalam. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Bandung  Dr. Evi Sopiah, M.Ag. mengingatkan bahwa masa kuliah adalah fase krusial untuk merencanakan masa depan secara matang.

Dr. Evi menjelaskan, ada empat pilar penting yang wajib diasah oleh mahasiswa agar transisi dari dunia kampus ke dunia kerja berjalan mulus: 1) Jangan ragu untuk terjun langsung melalui praktikum, magang, dan proyek kolaboratif bersama industri; 2) Dunia kerja modern menuntut individu yang berintegritas, jujur, dan memiliki etos kerja keras; 3) Aktif berorganisasi untuk mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership), komunikasi, dan kerja tim yang tidak diajarkan di buku teks; dan bangun lingkaran pergaulan yang saling memotivasi dan aktif berbagi informasi peluang kerja.

Kerja sama baru ini membawa angin segar bagi seluruh sivitas akademika UIN Bandung, khususnya Prodi Ekonomi Syariah. Melalui kesepakatan yang ditandatangani oleh Dr. Evi Sopiah dan Dyah Ekowati dari Muamalat Institute —sebagai lembaga training, edukasi, dan sertifikasi syariah terkemuka— berkomitmen meningkatkan kualitas SDM kampus melalui berbagai program pengembangan talenta (talent development).

Istimewanya, Muamalat Institute memberikan akses karpet merah bagi mahasiswa dan dosen Ekonomi Syariah UIN Bandung untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan sumber daya mereka sebagai laboratorium pembelajaran nyata.

Dengan kolaborasi matang antara universitas, raksasa industri, serta sikap proaktif dari mahasiswa, lulusan Ekonomi Syariah UIN Bandung kini siap melangkah percaya diri menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi yang adil dan menyejahterakan. (nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Bandung Terima Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Unit Bisnis dari Universitas Lambung Mangkurat

    UIN Bandung Terima Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Unit Bisnis dari Universitas Lambung Mangkurat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Tedi Priatna, M.Ag didampingi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Husnul Qodim, MA menerima Kunjungan Studi Tiru Tata Kelola Unit Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang berlangsung di Gedung O. Djauharuddin […]

  • Sisa Harapan

    Sisa Harapan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    Pada akhirnya harapan tak pernah datang sebagai mentari.   Ia lebih sering tiba sebagai bara yang nyaris padam, terkubur di bawah abu hari-hari yang terlalu lama belajar menjadi dingin.   Kita menemukannya bukan karena ia bersinar, melainkan karena jari-jari masih merasa sedikit hangat ketika seluruh dunia berkata: selesai.   Ada saat ketika hidup bukan lagi […]

  • Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BOGOR Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian. Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, […]

  • FST UIN Bandung Unjuk Gigi: Dari Pencipta Inovasi Unggulan hingga Pelopor Zona Integritas

    FST UIN Bandung Unjuk Gigi: Dari Pencipta Inovasi Unggulan hingga Pelopor Zona Integritas

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Kuliah Perdana dan Orasi Ilmiah yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Dr. KH Romo R. Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum, di Aula Anwar Mujsaddad, Kamis (03/09/2026). Acara kuliah Umum, yang bertemakan “Peran Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN dalam Membangun […]

  • Uang Sertifikasi Dosen PTKIS Disunat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    Uang Sertifikasi Dosen PTKIS Disunat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat tengah diterpa isu tak sedap. Kanal31.com mendapati pengaduan dari dua orang dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang meminta identitasnya tidak ditulis. Dalam pengaduannya kedua dosen itu mengeluhkan tentang pemotongan dana sertifikasi dosen. “Saya hanya memberi satu juta rupiah, kalau rekan saya […]

  • Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Iu Rusliana menyoroti sejumlah kasus sosial yang viral bermunculan di Jawa Barat (Jabar). Ia mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) Jabar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak bermunculan kasus serupa.   Beberapa di antaranya kasus yang viral seperti kasus bayi Raya yang […]

expand_less