Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Lebarkan Sayap ke Asia, FAH UIN Bandung Gandeng SEASREP dan Kampus Mancanegara

Lebarkan Sayap ke Asia, FAH UIN Bandung Gandeng SEASREP dan Kampus Mancanegara

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin mantap mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Langkah strategis ini ditandai dengan gelaran Kuliah Bersama dan Diskusi Internasional sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP) di Aula FAH, Jumat (24/7/2026).

Mewakili Dekan Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum., Wakil Dekan I FAH, Dr. Rohanda, M.Ag menegaskan komitmen fakultas untuk terus membuka diri terhadap internasionalisasi dan membangun iklim akademik yang dinamis.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan yang sangat besar bagi kami dapat menjadi tuan rumah bagi akademisi dan mahasiswa berprestasi dari berbagai institusi ternama di Asia Tenggara dan Jepang. Kami berharap agenda ini menjadi awal dari kolaborasi akademik jangka panjang yang saling menguntungkan,” ujar Dr. Rohanda saat menyambut para tamu mancanegara.

Momen berskala global ini dihadiri oleh jajaran akademisi lintas negara yang kian mempererat jejaring studi kawasan. Dari Filipina, hadir delegasi The National Historical Commission of the Philippines (NHCP) yang diwakili oleh Mr. Josef Alec Dizon Geradila, Mr. Gerwill Isidro Cruz, Milagros Canlas Aguilar, dan Girard Jeune Reyes Bauyon.

Dari Jepang, ada perwakilan Yamagata University, Prof. Go Matsumoto dan Mr. Masao Imamura. Pun, dari Indonesia hadir Kepala Departemen Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Abdul Wahid. Tidak lupa hadir jajaran sivitas akademika FAH UIN Bandung: para ketua/sekretaris jurusan, para dosen, Kaba TU FAH H. Asep Hadiat, SH, MH, dan para tenaga kependidikan.

Suasana diskusi semakin hangat dengan hadirnya para mahasiswa dari Filipina, Jepang, dan FAH UIN Bandung yang antusias menimba ilmu bersama.

Kehadiran rombongan SEASREP dinilai memegang peranan krusial dalam memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya di bidang sejarah, kebudayaan, sastra, dan studi kawasan.

Sesi utama seminar internasional menghadirkan sejarawan kenamaan FAH, Dr. Moeflich Hasbullah, sebagai narasumber utama dengan panduan moderator Dr. Ruminda, M.Ag. (Sekretaris Jurusan Sastra Inggris FAH). Lewat kolaborasi ini, FAH UIN Bandung tak hanya memperluas wawasan mahasiswanya, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai hub akademis yang diperhitungkan di tingkat regional.

Pesan Sejuk bagi Dunia Multikultural

Dalam seminar, cendekiawan Moeflich Hasbullah menyampaikan pesan kesejukan kepada semua yang hadir. Ia menegaskan bahwa harmoni yang terbangun di Jawa Barat merupakan salah satu contoh paling signifikan dari proses islamisasi damai di kawasan Asia Tenggara.

“Transformasi keagamaan di Jawa Barat adalah salah satu contoh paling signifikan dari proses islamisasi yang damai di Asia Tenggara. Islam dan budaya Sunda saling memeluk, bukan memukul,” ujar Moeflich di hadapan para peserta seminar.

Berbeda dengan belahan dunia lain yang kerap diwarnai pergesekan politik keras, sejarah mencatat kehadiran Islam di Tanah Pasundan tidak bertindak sebagai “penakluk” yang menggerus tradisi setempat. Islam meresap secara bertahap melalui saluran-saluran yang sangat humanis: perdagangan maritim yang adil dan terbuka, hubungan kemasyarakatan yang hangat, pendidikan pesantren yang merakyat, serta diplomasi kultural para ulama dan penguasa lokal.

Mengapa integrasi ini dapat berjalan begitu mulus? Menurut Moeflich, rahasianya terletak pada irisan nilai-nilai etika yang sudah mengakar kuat pada masyarakat Sunda jauh sebelum Islam datang. Prinsip dasar Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin) bertemu secara alami dengan filosofi hidup Sunda, yaitu Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh.

“Irisan nilai inilah yang membuat tradisi lokal tidak terkikis. Sebaliknya, identitas Sunda menjadi wadah sosial yang hangat bagi ekspresi keagamaan masyarakatnya,” ujarnya.

Pengalaman Jawa Barat ini membawa pesan berharga bagi masyarakat dunia, khususnya para peneliti dan akademisi internasional. Model ini membuktikan dua hal penting: Pertama, Islam tidak monolitik: Islam adalah tradisi keagamaan global yang kaya dan dapat terekspresikan secara beragam sesuai konteks sejarah serta budaya lokalnya. Kedua, religius tanpa kehilangan akar: Seseorang tidak perlu mencabut akar budayanya untuk menjadi seorang muslim yang taat.(nas/shandi.rg)

 

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Kampus Berintegritas, FST UIN Bandung Perkuat Komitmen

    Menuju Kampus Berintegritas, FST UIN Bandung Perkuat Komitmen

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda Penilaian Lapangan Pembangunan Piloting Project Satuan Kerja WBK oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal […]

  • Cirebon Jadi Ajang Konsolidasi IKASUKA Jabar, Kepemimpinan Baru Resmi Terpilih

    Cirebon Jadi Ajang Konsolidasi IKASUKA Jabar, Kepemimpinan Baru Resmi Terpilih

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, kanal31.com — Ikatan Keluarga Alumni IAIN/UIN Universitas Islam Negeri (IKASUKA) Sunan Kalijaga Jawa Barat menggelar Konsolidasi dan Musyawarah Daerah (Musda) di Kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Kota Cirebon, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema “Father to Uplift, Connect, and Reflect”, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi keluarga besar alumni IAIN/UIN Sunan Kalijaga untuk memperkuat konsolidasi […]

  • Da’i Hadir sebagai Penggerak Sosial di Akar Rumput

    Da’i Hadir sebagai Penggerak Sosial di Akar Rumput

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik dan mengapresiasi peran dan kontribusi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) selama lebih dari setengah abad membina da’i (juru dakwah) dan menggerakkan dakwah di berbagai pelosok negeri. Hal tersebut disampaikan Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Muhammad Fuad Nasar yang hadir mewakili Menteri Agama pada Pelepasan Da’i […]

  • Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ada masa ketika pengetahuan diyakini sebagai cermin yang jernih, yang memantulkan dunia sebagaimana adanya. Manusia merasa berada di posisi istimewa dalam semesta sebagai makhluk rasional yang mampu menyingkap hakikat realitas melalui kekuatan akalnya. Di bawah terang pencerahan, keyakinan ini menjadi hampir seperti iman baru, bahwa segala sesuatu yang dapat dipahami dengan jelas […]

  • Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

    Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Pada Tanggal 09 Oktober 2025 Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin mengelar acara Studium Generale Mahasiswa Baru tahun akademik 2025 dengan menghadirkan Pembicara Prof Dr H Mahmud M.Si (Rektor UIN Bandung 2015-2023). Dr Hj Ifa Faizah Rahmah M.Pd (Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta). Bapak Ruli Akmal Nugraha S.Ikom (Kepala […]

  • Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BOGOR Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian. Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, […]

expand_less