Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWAKARTA kanal31.com — Pada Tanggal 09 Oktober 2025 Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin mengelar acara Studium Generale Mahasiswa Baru tahun akademik 2025 dengan menghadirkan Pembicara Prof Dr H Mahmud M.Si (Rektor UIN Bandung 2015-2023). Dr Hj Ifa Faizah Rahmah M.Pd (Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta). Bapak Ruli Akmal Nugraha S.Ikom (Kepala Cabang Bjb Syariah Purwakarta).

Dalam kata sambutannya Dr H Cece Nurhikmah Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin purwakarta menyampaikan bahwa acara Studium Generale ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua, untuk memperluas wawasan keilmuan, memperdalam pemahaman, serta memperkuat semangat dalam menuntut ilmu. Tema yang akan dibahas pada hari ini sangat relevan dengan perkembangan zaman, dan tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan diri kita sebagai mahasiswa STAI, baik dalam aspek akademik, spiritual, maupun sosial.

Kami berharap, melalui acara ini, mahasiswa dapat menyerap ilmu, mendapatkan inspirasi, serta memperluas perspektif terkait berbagai hal yang menjadi tantangan dan peluang dalam kehidupan kita sebagai bagian dari umat Islam di era modern ini dan Sebagai motivasi untuk lpara pecinta ilmu

Acara ini dipandu oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin Muhammad Bajri M. Ag. Dalam prolognya beliau menyampaikan bahwa Studium Generale ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Islam melalui Kurikulum Berbasis Cinta menuju Kampus Berdampak”.

Kegiataan ini dibuka langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Prof Dr KH Abun Bunyamin M.A

Dalam tausiahnya, beliau menekankan tentang pentingnya penguatan kualitas manusia yang beriman, berkarakter, berintegritas, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Perguruan tinggi akan berkualitas dan maju jika diisi oleh orang-orang yang memiliki kualitas yang baik, komitmen yang kuat, sabar dalam menghadapi ujian badai, memperbanyak doa serta tawakal kepada sang pemilik kehidupan, berbakti kepada orangtua yang telah melahirkan dan hormat kepada guru. Itulah kunci kesuksesan hidup di dunia dan di akherat tuturnya

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari tiga prodi, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Perbankan Syariah, Manajemen Pendidikan Islam. Termasuk Civitas Akademik Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin.

Dalam paparannya Dr Ifa Faizah Rahmah menyampaikan materinya dengan pendekatan tafsir. Beliau mengungkapkan bahwa kampus berdampak membangun peradaban melalui ilmu dan empati, kurikulum cinta menumbuhkan kasih dan kesadaran.

Dalam Surah Ar-Rad ayat 17 menggambarkan hakekat Ilmu yang sejati. Dengan pendekatan tafsir dan maknanya bahwa ilmu sejati harus jernih, tulus, dan penuh cinta. Dalam paparannya Dr Ifa biasa disebut mengungkapkan bahwa Nilai-nilai pendidikan dari surah Ar-Rad ayat 17 itu adalah bahwa orang berilmu harus memiliki integritas, kebermanfaatan ilmu, keseriusan kapasitas, dan kesucian jiwa.

Dari sisi kampus berdampak, beliau mengungkapkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar semata, melainkan sebagai agen perubahan. Belajar itu prinsipnya bisa memberikan kemaslahatan semesta. Ada sebuah konsep yang menarik yang disampaikan Dr ifa bahwa kurikulum cinta harus berdasarkan cinta kepada Allah, cinta kepada sesama, cinta kepada ilmu dan alam, serta cinta itu memiliki energi pembelajaran yang menumbuhkan empati.

Bahkan beliau sampaikan bahwa hubungan ayat dengan kampus berdampak itu seperti Air Hujan: Ilmu itu dari Allah yang memberikan manfaat, Lembah yang artinya kapasitas manusia: Kampus menghargai perbedaan, Buih: Ilmu tanpa cinta, yang bisa kita pahami adalah bahwa itu tidak memberikan dampak, Air jernih: Ilmu murni yang menghasilkan lulusan berjiwa bersih.

Dalan tataran implementasi di kampus bahwa kurikulum integratif itu harus dengan niat dan kasih, termasuk didalamnya ada kepemimpinan yang melayani, serta mengabdi yang berbasis cinta dan menciptakan lingkungan kampus yang humanis.

Dalam kesimpulnya beliau menyampaikan bahwa kurikulum cinta memurnikan pendidikan dari Ego dan ambisi duniawi serta dengan cinta, ilmu menjadi cahaya kehidupan.

Pemateri Kedua Bapak Ruly Akmal Nugraha. menyampaikan bahwa Transformasi pendidikan Tinggi Islam dalam pandangan Ekonomi Islam bukan sekedar teori, tetapi sebuah kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan Zaman.

Tantangan pendidikan Tinggi Islam saat ini adalah adanya sistem yang cenderung mekanistik dan berorientasi pasar, adanya kesenjangan antara nilai-nilai spiritual dan praktik ekonomi, adanya fenomena krisis moral dan etika di tengah kemajuan teknologi.

Pendidikan tinggi Islam saat ini memiliki visi misi mencetak individu yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter dan berintegritas moral, serta mampu mewujudkan Islam sebagai Rahmatulil Alamin melalui kontribusi nyata dalam berbagai bidang termasuk ekonomi Islam.

Termasuk beliau menyampaikan tentang pentingnya integrasi cinta dan ekonomi Islam dalam transformasi pendidikan karena orientasi pendidikan adalah bukan hanya sekedar menciptakan profesional semata melainkan mampu mencetak agen perubahan yang berlandaskan moral, etika dan Nilai-nilai Islam serta mengintegrasikan ilmu ekonomi dengan etika Islam, tasawuf, dan Ilmu sosial untuk membentuk pemahaman yang komprehensif dan mampu menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter mulia, termasuk kejujuran, empati, dan tanggung jawab.

Dalam pengembangan kurikulum harus merancang kurikulum yang tidak hanya mengajarkan teori ekonomi Islam tetapi juga praktik yang berbasis cinta dan etika. Di akhir paparannya beliau menekankan pentingnya mencetak lulusan yang holistik, cerdas, berkarakterdan berempati, menghasilkan pemimpin masa depan yang beretika dan bertanggung jawab.

Bagi Institusi harus mampu meningkatkan reputasi sebagai lembaga pendidikan yang unggul secara intelektual dan moral, menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sosial termasuk kampus harus mampu menciptakan ekosisten ekonomi yang lebih adil, inklusif, berkelanjutan serta menumbuhkan saling berbagi dan peduli ujarnya mengakhiri paparannya.

Pemateri ke 3 Prof Mahmud menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta adalah gagasan yang bagus, karena mengintegrasikan dengan nilai-nilai empati, kasih sayang dalam proses pembelajaran di kampus, disamping itu juga akan membentuk generasi ulama dan intelektual muslim yang berkarakter, berintegritas serta berdampak positif terhadap masyarakat, membangun fasilitas Kampus ramah lingkungan dan mendukung proses pembelajaran serta mampu mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berbasis kebutuhan masyarakat

Dalam paparan terkait tranformasi pendidikan tinggi Islam, beliau menekankan bahwa transformasi tidak hanya sebatas bangunan kampus, melainkan mindset pun harus bertransformasi supaya kampus sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin purwakarta bisa maju dan bersaing dengan kampus kampus yang lain. Termasuk jika mau bertransformasi dari sekolah tinggi ke Institut pun harus memiliki kematangan, ada tim yang kuat dari sisi kualitas manusianya supaya transformasi kampus bisa berjalan dengan baik tanpa hambatan, terpenting luruskan niat, komunikasi dibangun dengan pihak otoritas terkait, jejaring diperkuat serta berdoa kepada Allah supaya segala visi misi untuk memperkuat kualitas manusia di kampus bisa berjalan dengan baik.

Kesimpulannya yang disampaikan beliau adalah memperkuat kualitas manusia, mindset dirubah, jejaring diperkuat, kerja tim yang solid bahkan pengalaman beliau ketika memimpin UIN Sunan Gunung mampu menyatukan seluruh elemen yang berbeda menjadi satu, karena kunci keberhasilan kampus adalah bersatu dan bersama untuk menjadikan kampus lebih maju dan kuat.

Muhammad Bajri M.Ag, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin Purwakarta

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

    Penguatan Integrasi Agama dan Budaya Lokal dalam Kurikulum Program S2 Studi Agama-Agama

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com –Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar Workshop Kurikulum bertajuk “Memahami Agama dan Budaya Lokal melalui Kasepuhan Adat Gelaralam” di Aula Lantai 4 (Cinema), Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengembangkan kurikulum yang mampu mengintegrasikan kajian agama dengan khazanah kearifan lokal, sehingga kajian akademik tidak […]

  • Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.   Bagi dosen UIN […]

  • Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

    Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Hari pertama Lebaran. Hari yang mestinya dipenuhi aroma opor, gema takbir yang masih tersisa di dinding rumah, dan pelukan keluarga yang menghangatkan dada. Tapi di ruang tamu, di antara kue kering yang mulai melempem dan sirup yang terlalu manis, obrolan justru pahit, antrean BBM.   Topik yang sama. Lagi. Lagi. Seolah-olah kita tidak […]

  • 3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kedutan atau juga dikenal dengan istilah twitching adalah hal yang umum terjadi dan biasanya akan hilang sendiri. Namun, pada kondisi tertentu, otot kedutan juga bisa menjadi tanda dari suatu penyakit saraf. Otot kedutan atau muscle twitching adalah gerakan halus pada area kecil otot yang tidak disengaja Dikutip dari kanal YouTube Tafsir Mimpi, kedutan di […]

  • Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Bandung menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Aula Anwar Musaddad, Rabu (02/05/2024). Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Dijelaskan, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin […]

  • Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran

    Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Sains telah membuktikan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi, hal ini layaknya keterangan dalam Alquran. Disebutkan, pada akhirnya Bulan akan meledak. Dirangkum dari buku ‘Sains dalam Alquran’ karya Nadiah Thayyarah dijelaskan, jika penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa Bulan terus-menerus menjauh dari Bumi. Pakar astronomi mengatakan, Bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi terus menjauh, […]

expand_less