Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
  • comment 0 komentar

SPI-BOGOR

Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian.

Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University ini menyampaikan, hal ini akan berbeda dari segi fenomena dan stressornya. Pada wanita yang bekerja maka jenis tantangan dan tekanan pekerjaan akan mempengaruhi stress. Demikian juga keberadaan anak serta dukungan lingkungan sekitar.

“Kematangan diri, perkembangan mental, intelektual, emosional dan spiritual harus saling melengkapi. Ini akan berpengaruh dalam mengelola masalah yang ada,” jelasnya.

Prof Euis menegaskan pentingnya perempuan membangun identitas diri yang positif.  “Jika ingin menjadi ibu dan menganggapnya prestise dan mulia maka jangan terganggu gerakan yang mengatakan bahwa menjadi ibu itu tidak berdaya. Apalagi dengan adanya alasan kesetaraan gender yang menyatakan perempuan hanya berkualitas jika ke luar rumah dan bekerja, memperoleh jabatan yang sama dengan laki-laki dan berkontribusi ekonomi yang sama dengan suaminya,” ungkapnya.

Ia menambahkan women’s empowerment tidak boleh terpisah dari keluarga. Menurutnya, resiliensi merupakan kemampuan bertahan keluarga dalam kondisi krisis.

“Kita tidak pernah tahu seberapa resilien sampai kita mengalami krisis. Namun resiliensi dapat diukur dari potensi yang ada, misal apakah memiliki believe system yang baik, kepercayaan tentang qadha dan qadar. Pola organisasi, komunikasi ataupun tetangga yang baik adalah sistem pendukung keluarga,” jelasnya.

Dalam hal ibu rumah tangga, lanjutnya, stressor bisa terlihat dalam ragam peran perempuan dalam keluarga. Ibu dapat dikatakan sebagai planner, direktur operasional dan manajer keuangan. Jika dijalani, karena pilihan saja, tidak lepas dari stressor apalagi jika karena terpaksa dan tidak ikhlas.

Ketidakikhlasan menurut Prof Euis menyebabkan semua hal yang asalnya positif dan bermakna ibadah dapat menjadi sebaliknya.

“Sebetulnya ibu ikhlas menjalankan pekerjaan rumah tangga tapi karena kesal dengan suaminya jadi tidak ikhlas. Para suami harus paham apa yang membuat istrinya kesal. Ibu juga harus dapat mengelola agar tidak terjadi ketidakikhlasan, kemampuan ini harus dimiliki perempuan dan diperlukan juga pemahaman dari lingkungan maupun suaminya,” jelasnya.

Menurut Prof Euis konflik terjadi karena perebutan sumberdaya yang terbatas yaitu waktu, tenaga fikiran dan finansial.  “Masalah keluarga seringkali tidak signifikan mempengaruhi pekerjaan, tetapi masalah pada pekerjaan signifikan mempengaruhi keluarga,” ujarnya.

Karenanya, imbuhnya, penting untuk memahami tips keseimbangan kerja keluarga. Dimulai dari pemaknaan kembali tujuan keluarga, peningkatan komunikasi, penyusunan rencana dan daftar kebutuhan keluarga serta memaksimalkan dukungan sosial.

Untuk pengelolaan stress Prof Euis menyampaikan hal pertama adalah perlunya pengenalan atas stressor. Kedua memunculkan dan penguatan konsep diri yang positif, pribadi yang hangat dan terbuka. Ketiga optimalkan aset internal dalam menangani kesehatan mental seperti pengetahuan dan nilai agama.

“Dari segi eksternal yaitu pengefektifan jejaring dan dukungan sosial seperti ahli agama, konselor ataupun psikiater,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Bagi seorang muslim misalnya, tentunya dzikir akan membantu dalam mendapatkan ketenangan, menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong” tandasnya.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekan Dedi, Mahasiswa FAH harus Bijak Menggunakan Medsos!

    Dekan Dedi, Mahasiswa FAH harus Bijak Menggunakan Medsos!

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum menyadari bahwa kemajuan teknologi semakin hari semakin tidak terbendung. Berbagai media sosial banjir dengan informasi, sehingga kita harus bijak menyikapinya. Selain bisa dimanfaatkan secara positif, media sosial juga tak urung membuka celah bagi tindakan manipulasi dan kejahatan. […]

  • Layani Pemudik Nataru di Pantura, Masjid Jami Hidayatullah 24 Jam Tak Pernah Dikunci

    Layani Pemudik Nataru di Pantura, Masjid Jami Hidayatullah 24 Jam Tak Pernah Dikunci

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SUBANG Kanal31.com — Masjid Jami Hidayatullah yang berada di Jalan Pantura Ciwaringin, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat menjadi salah satu masjid ramah pemudik. Masjid ini membuka layanan 24 jam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Masjid ini melayani ratusan pemudik yang melintas di jalur Pantura dengan menyediakan ruang ibadah, toilet, tempat wudu, serta area istirahat […]

  • JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih tiga penghargaan pada Pertemuan dan Pemberian Penghargaan Anggota JDIH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (29/9/2025).   Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan […]

  • Dari Keraguan Menuju Kepastian

    Dari Keraguan Menuju Kepastian

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Ketika dunia lama sedang runtuh dan dunia baru tengah mencari pijakan, lahirlah seorang pemikir yang kemudian disebut sebagai Bapak Filsafat Modern, Rene Descartes (1596- 1650).   Pemikiran Descartes tumbuh di tengah situasi Eropa sedang berada dalam masa transisi besar: sebuah dunia lama yang berakar pada otoritas Gereja dan filsafat skolastik Aristotelian mulai […]

  • G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — “APA resolusimu di tahun 2026?” Seorang dosen bertanya dalam sebuah forum diskusi kecil beberapa saat sebelum pergantian tahun 2025 ke 2026. Orang-orang serentak menjawab dengan beragam rencana, agenda, atau program yang sangat personal. Saya tidak lantas ikut menjawab. Saya memilih berhati-hati dan menimbang: apakah pertanyaan itu memang membutuhkan jawaban segera, atau jangan-jangan, pertanyaan […]

  • Keren, ANNABA Gelorakan Spirit Ramadhan Bersama 1.687 Siswa SMPN di Kota Bandung

    Keren, ANNABA Gelorakan Spirit Ramadhan Bersama 1.687 Siswa SMPN di Kota Bandung

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    kanal31.com– Asosiasi Santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah asal Bandung Raya (ANNABA) sukses menggelar acara SENYUMAN (Serunya Menyambut Ramadhan Bersama Annaba) di SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung. Kegiatan berupa pesantren kilat ini yang telah berjalan tanpa terputus selama 13 tahun. Dan, SENYUMAN ke-14 kali ini berkolaborasi dengan 950 siswa/i SMPN 7 dan 737 siswa/i SMPN […]

expand_less