Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
  • comment 0 komentar

SPI-BOGOR

Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian.

Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University ini menyampaikan, hal ini akan berbeda dari segi fenomena dan stressornya. Pada wanita yang bekerja maka jenis tantangan dan tekanan pekerjaan akan mempengaruhi stress. Demikian juga keberadaan anak serta dukungan lingkungan sekitar.

“Kematangan diri, perkembangan mental, intelektual, emosional dan spiritual harus saling melengkapi. Ini akan berpengaruh dalam mengelola masalah yang ada,” jelasnya.

Prof Euis menegaskan pentingnya perempuan membangun identitas diri yang positif.  “Jika ingin menjadi ibu dan menganggapnya prestise dan mulia maka jangan terganggu gerakan yang mengatakan bahwa menjadi ibu itu tidak berdaya. Apalagi dengan adanya alasan kesetaraan gender yang menyatakan perempuan hanya berkualitas jika ke luar rumah dan bekerja, memperoleh jabatan yang sama dengan laki-laki dan berkontribusi ekonomi yang sama dengan suaminya,” ungkapnya.

Ia menambahkan women’s empowerment tidak boleh terpisah dari keluarga. Menurutnya, resiliensi merupakan kemampuan bertahan keluarga dalam kondisi krisis.

“Kita tidak pernah tahu seberapa resilien sampai kita mengalami krisis. Namun resiliensi dapat diukur dari potensi yang ada, misal apakah memiliki believe system yang baik, kepercayaan tentang qadha dan qadar. Pola organisasi, komunikasi ataupun tetangga yang baik adalah sistem pendukung keluarga,” jelasnya.

Dalam hal ibu rumah tangga, lanjutnya, stressor bisa terlihat dalam ragam peran perempuan dalam keluarga. Ibu dapat dikatakan sebagai planner, direktur operasional dan manajer keuangan. Jika dijalani, karena pilihan saja, tidak lepas dari stressor apalagi jika karena terpaksa dan tidak ikhlas.

Ketidakikhlasan menurut Prof Euis menyebabkan semua hal yang asalnya positif dan bermakna ibadah dapat menjadi sebaliknya.

“Sebetulnya ibu ikhlas menjalankan pekerjaan rumah tangga tapi karena kesal dengan suaminya jadi tidak ikhlas. Para suami harus paham apa yang membuat istrinya kesal. Ibu juga harus dapat mengelola agar tidak terjadi ketidakikhlasan, kemampuan ini harus dimiliki perempuan dan diperlukan juga pemahaman dari lingkungan maupun suaminya,” jelasnya.

Menurut Prof Euis konflik terjadi karena perebutan sumberdaya yang terbatas yaitu waktu, tenaga fikiran dan finansial.  “Masalah keluarga seringkali tidak signifikan mempengaruhi pekerjaan, tetapi masalah pada pekerjaan signifikan mempengaruhi keluarga,” ujarnya.

Karenanya, imbuhnya, penting untuk memahami tips keseimbangan kerja keluarga. Dimulai dari pemaknaan kembali tujuan keluarga, peningkatan komunikasi, penyusunan rencana dan daftar kebutuhan keluarga serta memaksimalkan dukungan sosial.

Untuk pengelolaan stress Prof Euis menyampaikan hal pertama adalah perlunya pengenalan atas stressor. Kedua memunculkan dan penguatan konsep diri yang positif, pribadi yang hangat dan terbuka. Ketiga optimalkan aset internal dalam menangani kesehatan mental seperti pengetahuan dan nilai agama.

“Dari segi eksternal yaitu pengefektifan jejaring dan dukungan sosial seperti ahli agama, konselor ataupun psikiater,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Bagi seorang muslim misalnya, tentunya dzikir akan membantu dalam mendapatkan ketenangan, menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong” tandasnya.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    Ingin Kuliah di Poliwangi? Tersedia 1.530 Kursi Mahasiswa Baru 2026

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANYUWANGI Kanal31.com — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi vokasi. Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) resmi membuka 1.530 kursi mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan kuota tersebut tersebar di 19 program studi jenjang Diploma 3 (D-3) dan Sarjana Terapan (S-1 Terapan). Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri di ujung timur Pulau Jawa, […]

  • Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

    Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Tren berinteraksi di era disrupsi saat ini, banyak terjadi di media sosial dibanding media massa yang menjelaskan suatu proses cara sebuah gagasan berkembang di masyarakat kontemporer. Media sosial menjadi salah satu elemen kontruksi ideologi hingga aktualisasi dari ideologi negara terutama dalam konteks masyarakat kontemporer tanpa perlu memilah generasi muda dan senior. Pemaparan tersebut merupakan […]

  • Pentingnya Peran AI dan Medsos dalam Membentuk Generasi Z yang Kritis di Era Global

    Pentingnya Peran AI dan Medsos dalam Membentuk Generasi Z yang Kritis di Era Global

    • calendar_month Rab, 4 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung melalui Centre for Asian Social Science Research (CASSR) berhasil mengadakan seminar internasional bertajuk “AI, Social Media, and Gen Z in Globalized Contexts: Challenges and Opportunities”, Selasa (3/12/2024) Acara ini merupakan kerja sama dengan Yayasan Khazanah Global Nalar Hakekat (GNH) dengan […]

  • Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-BANDUNG Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penguatan Jurnal yang dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., di Hotel Shakti, Rabu (25/05/2022). Yoga Dwi Arianda, ST., Kepala Seksi Jurnal Imliah Nasional, Busro, S.Ud, […]

  • Dekan Dedi Dorong Alumni, Terus Belajar dan Tingkatkan Skill

    Dekan Dedi Dorong Alumni, Terus Belajar dan Tingkatkan Skill

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum. mendorong semua alumninya untuk terus belajar dan meningkatkan skill, agar memiliki daya tawar dan mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Motivasi ini disampaikan oleh Dekan Dedi pada saat melepas calon wisudawan (alumni) di […]

  • Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Suwendi, Dosen Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN merupakan langkah strategis untuk melahirkan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kompetensi agamawan yang ilmuwan atau ilmuwan yang agamawan. Dua kompetensi sekaligus, ahli agama dan ahli ilmu pengetahuan, terekonstruksi dalam kebijakan transformasi lembaga ini. Inilah sesungguhnya di antara alasan lahirnya PP 46 tahun 2019 tentang […]

expand_less