Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Kemerosotan Pemimpin

Kemerosotan Pemimpin

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, republik ini mula-mula dibangun oleh manusia yang menjadikan pengetahuan, integritas, dan kesederhanaan sebagai tiang pengabdian. Dari reruntuhan kolonialisme, mereka melahirkan Pancasila, Konstitusi, persatuan, serta martabat Indonesia di panggung dunia.

 

Mereka berbeda pandangan, tetapi yang dipertarungkan terutama gagasan, bukan pembagian kekuasaan. Conflict of ideas lebih kuat daripada conflict of interests. Mereka boleh berbeda jalan, tetapi tetap dipersatukan oleh satu cakrawala: Indonesia.

 

Kini hukum itu seperti berbalik. Ketika zaman menuntut kapasitas yang semakin tinggi, mutu kepemimpinan justru merosot. Janji berlari lebih cepat daripada kemampuan; citra lebih subur daripada kompetensi. Dahulu kebodohan adalah musuh politik, kini kedalaman berpikir justru kerap menjadi gangguan bagi kenyamanan kekuasaan.

 

Regresi ini bukan sekadar kegagalan individu, melainkan buah ekosistem yang melemah: pendidikan kehilangan daya pembentukan watak, kaderisasi politik meredup, sementara demokrasi lebih menghargai elektabilitas daripada kapasitas.

 

Dari sanalah lahir pemimpin plastik: ketika isi tak cukup, kemasan diperindah; ketika kemampuan belum terbentuk, citra diperbesar. Ia mencintai kilau emas sepuhan, tetapi asing terhadap nur emas murni—sibuk mengelola kesan, namun gagal memikul amanat.

 

Yang paling berbahaya adalah ketika mediokritas menjadi kebiasaan. Standar diturunkan perlahan hingga bangsa kehilangan kemampuan membedakan keunggulan sejati dari sekadar gemerlap. Kemerosotan pun berubah dari penyimpangan menjadi sistem.

 

Maka Indonesia tidak kekurangan politisi, melainkan kekurangan negarawan: manusia yang mampu berpikir melampaui diri, kelompok, dan musim politiknya. Republik hanya akan pulih ketika kapasitas, integritas, dan kedalaman kembali menjadi ukuran kepemimpinan—agar besarnya amanat sejarah tidak dipikul oleh manusia yang hanya pandai tampil, tetapi tidak sanggup menuntun.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Jadilah cahaya yang mengukir masa depan penuh makna. Demikian pesan yang disampaikan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. kepada para wisudawan Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-105 Lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (15/11/2025). Masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. […]

  • Kurator Digital, Wajah Baru Profil Lulusan Ilmu Perpustakaan UIN Aceh

    Kurator Digital, Wajah Baru Profil Lulusan Ilmu Perpustakaan UIN Aceh

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    ACEH kanal31.com –Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menambahkan ‘kurator digital’ sebagai salah satu profil utama lulusan yang akan dikembangkan mulai tahun akademik 2025/2026. Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin mengatakan, profil lulusan ini dirancang untuk merespons tantangan transformasi digital di dunia informasi, arsip, dan […]

  • Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

    Untuk Menjadi Sarjana Sastra Arab bisa melalui Platform Antologi Puisi

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) akan memberlakukan tugas akhir dengan platform antologi. Sebagai pengganti skripsi, mahasiswa membuat kumpulan puisi yang menjadi karya utama. Puisi-puisi ini harus memenuhi kaidah-kaidah sastra yang dipelajari selama perkuliahan. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung H. Mawardi, M.A. CLCE, menyatakan hal […]

  • Inilah Keistimewaan Al-Qashwa Kendaraan Rasul Saat Menyiarkan Islam

    Inilah Keistimewaan Al-Qashwa Kendaraan Rasul Saat Menyiarkan Islam

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Ketika kita mendengar nama Unta (الإبل), pikiran kita langsung tertuju ke jazirah Arab atau gurun pasir. Hewan berkaki empat ini merupakan salah satu hewan tunggangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hewan ini punya keistimewaan yang tidak dimiliki hewan lain di muka bumi. Karena keistimewaannya, Allah menyebutnya di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ghasyiyah Ayat 17 yang artinya. “Maka tidakkah […]

  • Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.  menyampaikan peringatan keras mengenai perubahan dunia yang sangat cepat. Perguruan tinggi tengah berada dalam tekanan besar dari berbagai arah: industri yang dinamis, ekspektasi masyarakat yang meningkat, hingga perubahan konstalasi global. Peringatan itu disampaikan Dekan saat memberikan sambutan […]

  • Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Kata-kata optimisme ini diungkapkan […]

expand_less