Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Ketika saya membahas Iran, pasti ada bilang, “Syiah lho!” Ketika membahas Israel, “Dasar zionist.” Ketika membahas LDII kemarin, “Udah masuk LDII ni.” Terbaru saya membahas majalah misterius “Forum” tak sedikit mencap saya “Intel, BIN, agen, CIA.” Kali ini saya mau membahas komunisme. Mudah-mudahan tak dicap “PKI.” Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Di Indonesia, kata “komunis” kadang sudah bukan istilah politik. Ia berubah menjadi mantra sakti. Cukup bilang, “Dia komunis!” debat bubar, lawan diam, grup WA panas. Mungkin ayam tetangga ikut djcurigai.

 

Padahal komunisme jauh lebih rumit dari sekadar label “kejam dan buas”. Secara teoritis, komunisme berbicara tentang penghapusan kepemilikan pribadi atas alat produksi dan kepemilikan bersama. Karl Marx mengkritik kapitalisme karena melihat segelintir kapitalis menguasai alat produksi. Sementara mayoritas menjadi proletar menjual tenaga untuk hidup.

 

Bagi petani Jawa tahun 1920-an yang tidak punya tanah tetapi harus membayar sewa kepada tuan tanah, pemerataan terdengar seperti kabar baik. Bagi buruh pelabuhan Surabaya yang bekerja 12 jam dengan upah pas-pasan, itu bukan teori. Itu soal nasi.

 

Dari ketidakadilan itulah gerakan komunis Indonesia tumbuh. PKI lahir dari Indische Sociaal-Democratische Vereeniging pada 1914. Pada Pemilu 1955, PKI meraih sekitar 6,23 juta suara dan 80 kursi di Konstituante. Artinya, jutaan rakyat memang melihat komunisme sebagai janji perubahan.

 

Lalu sejarah banting setir. Pada 18 September 1948, Madiun. PKI dan kelompok kiri dalam Front Demokrasi Rakyat memproklamasikan “Republik Soviet Indonesia” dan mengangkat senjata melawan pemerintah Republik Indonesia. Pemberontakan dipadamkan dalam beberapa bulan. Sejumlah pemimpin dan anggota FDR ditangkap dan dieksekusi. Madiun menjadi noda darah sulit dicuci.

 

PKI kemudian bangkit di bawah D.N. Aidit, membangun basis massa buruh, petani, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya. Pada 1965, PKI menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia di luar Tiongkok dan Uni Soviet.

 

Kemudian datang malam 30 September. Pada malam hingga dini hari 1 Oktober 1965, kelompok menamakan diri Gerakan 30 September menculik dan membunuh tujuh perwira tinggi Angkatan Darat: Ahmad Yani, R. Suprapto, M.T. Haryono, S. Parman, D.I. Panjaitan, Sutoyo Siswomiharjo, dan Pierre Tendean. Jenazah mereka dibuang ke sumur tua Lubang Buaya. Ade Irma Suryani Nasution, anak berusia lima tahun, juga tewas tertembak.

 

Apakah PKI terlibat langsung? Sampai sekarang masih menjadi perdebatan akademis. Namun rezim setelahnya menetapkan narasi, PKI berada di balik gerakan tersebut.

 

Setelah itu Indonesia masuk lorong sejarah paling gelap. Penangkapan dan penindakan terhadap orang-orang dituduh terkait PKI terjadi di berbagai daerah. Komnas HAM mencatat sekitar 32.774 orang hilang. Sementara sejumlah riset memperkirakan korban tewas mencapai lebih dari 1,5 hingga 3 juta orang. Komnas Perempuan, berdasarkan 122 kesaksian, mencatat pembunuhan, kekerasan, dan penahanan massal di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan Timur, dan Pulau Buru.

 

Yang mengerikan bukan hanya jumlahnya. Label “komunis” kadang cukup ditempelkan tanpa bukti kuat. Konflik pribadi, sengketa warisan, bahkan rebutan kekasih bisa berubah menjadi tuduhan politik. Musuhan dengan tetangga? Tinggal cari kertas, tulis “PKI”. Selesai. Label berubah menjadi senjata.

 

Pada 1966, Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang dan melarang penyebaran komunisme, Marxisme, serta Leninisme. Alasannya antara lain dianggap bertentangan dengan Pancasila, menggunakan kekerasan, dan menjadi tuntutan gerakan mahasiswa 1966 melalui Tritura. Ketetapan itu masih berlaku hingga kini.

 

Tahun 1967, Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan RRT karena pemerintah Orde Baru meyakini keterlibatan RRT dalam G30S/PKI. Hubungan baru dipulihkan 8 Agustus 1990.

 

Sekarang muncul pertanyaan menarik, kalau komunisme begitu buruk, mengapa Tiongkok justru tumbuh pesat?

 

Jawabannya malah bikin dahi berkerut. Tiongkok tumbuh bukan karena label “komunis”, tetapi karena reformasi ekonomi berorientasi pasar sejak 1978. Analisis IMF mencatat produktivitas naik dari rata-rata 1,1 persen per tahun pada 1953–1978 menjadi 3,9 persen pada 1979–1994.

 

Antara 1978 dan 1992, pangsa output perusahaan negara turun dari 56 persen menjadi 40 persen. Perusahaan kolektif naik dari 42 menjadi 50 persen, sedangkan usaha swasta dan patungan naik dari 2 menjadi 10 persen.

 

Politiknya tetap satu partai, tetapi ekonominya membuka pintu bagi pasar, investasi asing, dan insentif keuntungan.

 

Komunisme di Indonesia bukan sekadar cerita tentang sebuah ideologi. Ia adalah campuran gagasan pemerataan, konflik politik, pemberontakan, tragedi kemanusiaan, dan trauma sejarah. Pelajaran terpentingnya mungkin sederhana, jangan biarkan sebuah label menggantikan bukti. Sebab ketika tuduhan cukup untuk menghukum seseorang, yang dikubur bukan cuma manusia. Akal sehat ikut dimasukkan ke gorong-gorong.

 

“Bang, kalau dulu pemerintah suka mencap rakyat dengan PKI. Sekarang sepertinya terbalik, rakyat sering mencap pemerintah yang PKI.”

 

“Ya, banyak saya baca komentar seperti itu. Itu bukti komunisme, bisa dilarang, tapi pemikirannya tak bisa dihentikan. Bagus kita seruput Koptagul, wak!”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 Tahap 1 berjalan lancar, serta sistem dan servernya stabil. “Sistem dan server SPMB 2025 dalam kondisi stabil dan aman. Meskipun ada gangguan teknis yang sempat terjadi di hari kedua, itu merupakan kendala bersifat lokal, bukan sistemik, dan telah […]

  • Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BOGOR Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian. Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, […]

  • Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, didampingi Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, Mahmud, Asep Muhyiddin, secara resmi mengukuhkan 20 Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka bertajuk “Membumikan Kepakaran, Menguatkan Kebermanfaatan, Mengunggulkan Kontribusi Nyata bagi Peradaban.” Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN Sunan […]

  • 5 Arah Kebijakan Penelitian PTKIN. Apa Aja?

    5 Arah Kebijakan Penelitian PTKIN. Apa Aja?

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Penelitian menjadi aspek penting dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) telah merumuskan lima arah kebijakan untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas riset PTKIN. Lima kebijakan ini dijelaskan Direktur Pendidikan Tinggi keagamaan Islam, Sahiron, dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kepala Pusat Penelitian PTKIN (Rakornas Forum Kapus Penelitian […]

  • UIN Bandung Tuan Rumah PESONA I PTKN, Perkuat Harmoni Lintas Agama

    UIN Bandung Tuan Rumah PESONA I PTKN, Perkuat Harmoni Lintas Agama

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Prof Dr H Mahmud MSi CSEE, menyatakan kesiapannya untuk menyambut para tamu peserta Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari tanggal 8-13 Agustus 2022. Kegiatan nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat […]

  • Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Penguatan budaya transparansi di lingkungan Kementerian Agama kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoesgiantoro menyampaikan penghargaan atas kinerja PTKN yang berhasil memenuhi standar keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.   Apresiasi tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang digelar di Bidakara Hall, Jakarta, Senin (15/12/2025).   […]

expand_less