Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com— Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.

Kata-kata optimisme ini diungkapkan Prof. Dadan saat membuka acara Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi BAN PT untuk Prodi Ekonomi Syariah, di Aula FEBI UIN Bandung, Rabu (23/04/2025).

Proses akreditasi, lanjut Prof. Dadan, bukan sekadar kewajiban, melainkan juga menjadi kesempatan untuk terus memacu diri dan meraih berbagai peluang dalam meningkatkan mutu sebuah prodi atau perguruan tinggi.

Prof. Dadan menyebutkan, dalam skala universitas, UIN Bandung terakreditasi unggul dari BAN-PT. Diharapkan, prodi juga semakin banyak yang meraih unggul, selaras dengan visi UIN Bandung sebagai kampus yang unggul, kompetitif, dan inovatif bebasis Rahmatan lil Alamin.

Dalam konteks ”Rahmatan lil Alamin”, artinya kehadiran prodi, fakultas, dan universitas harus dirasakan kebermanfaatannya di tengah-tengah masyarakat. Kampus jangan menjadi menara gading yang manfaatnya hanya dirasakan oleh sivitas akademika sendiri, apalagi oleh segelintir orang.

Prodi Ekonomi Syariah memiliki distingsi Industri Halal. Profil lulusannya selain menjadi ekonom syariah, praktisi keuangan, praktisi bisnis, juga praktisi industri halal. Ini  selaras dengan Pusat Kajian Halal yang menjadi keunggulan UIN Bandung.

”Sebagai pusat Halalsphere University, keberadaannya semakin berkembang, dan berkomitmen untuk menjadi lembaga yang aktif dalam pengembangan halal di Indonesia dan dunia,” ujanya.

Mempertahankan Idealisme

Proses asesmen lapangan ini dilaksanakan selama dua hari tanggal 23-24 April 2025, dengan tim asesor BAN PT Dr. Moehammad Fathorrazi, MS dari Universitas Jember dan Dr. A. Turmudi, SH, M.Ag dari UIN Walisongo Semarang.

Dalam sambutannya, kedua Asesor BAN-PT menjelaskan bahwa asesmen lapangan (AL) merupakan kegiatan rutin yang bernilai ibadah, yang tujuannnya agar tidak kehilangan idealisme. Selain itu sebagi evaluasi, sampai tahap mana target yang sudah dicapai?

“Jadi  akan kami evaluasi dan konfirmasi data dan informasi yang termuat dalam dokumen Akreditasi, sebagai bagian dari tahapan Akreditasi yang dilakukan di Prodi Ekonomi Syariah FEBI ini,” katanya.

Asesor akan mengklarifikasi apa yang sudah dilaporkan dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) Prodi Ekonomi Syariah. Untuk kelancaran AL ini, kedua Asesor meminta Prodi Ekonomi Syariah menyiapkan data-data yang dibutuhkan.

”Asesor hanya sebagai instrumen, berbeda dengan BAN-PT yang bisa menentukan nilai A dan B-nya. Siapkan data selengkap-lengkapnya, agar kami bisa membela hasil akrditasi Ekonomi Syariah di hadapan BAN-PT,” pintanya.

Acara AL didukung oleh berbagai utusan lembaga dan unit di lingkungan UIN Bandung, antara lain Lembaga Penjaminan Mutu; lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M); UPT Perpustakaan; Bagian Akademik; Rumah Jurnal, dan lain-lain.

Hadir juga Dekan FEBI Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag; Wakil Dekan I Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., M.E.Sy; Wakil Dekan II  Dr. Muhammad Zaky, M.Si; Wakil Dekan III Dr. H. Kadar Nurjaman, SE, MM; Kepala Sub Bagian Tata Usaha Adi Suharyo, M.Ag, M.Kom; Kepala Laboratorium Budi Budiman, M.Ag, M.Si; para ketua/sekretaris Prodi; dan tenaga kependidikan.

Dekan Prof. Dudang berharap Prodi Ekonomi Syariah –yang kini diketuai Dr. Evi Sopiah, M.Ag dan sekretaris Anisa Ilmia, ME–   bisa meraih nilai keunggulan dari BAN-PT. Sebab, sudah banyak upaya dalam mempertahankan mutu akademik, dari mulai input, proses, sampai output-outcome.

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem penjaminan mutu eksternal. Dari akreditasi itu prodi bisa lebih memacu diri serta mengambil peluang untuk meningkatkan mutu prodi. Dan, peningkatan mutu akademik dilakukan setiap saat dan berkesinambungan. Termasuk perlunya optimalisasi tata kelola program studi yang sesuai standar mutu pendidikan tinggi, baik akademik maupun non-akademik.(nanangs)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 1.103 wisudawan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor hari ini, Sabtu, 29 November 2025 resmi dikukuhkan pada Wisuda ke-69 Gelombang Pertama Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (29/11/2025.   Acara itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66 Uninus.   Toga dikenakan, foto diabadikan dan di tengah euforia itu, ada satu […]

  • Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    Nadiem Makarim, Tumbal Politik Kekuasaan? 

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • 0Komentar

    GARUT kanal31.com — Nama Nadiem Makarim belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena inovasi pendidikan. Bukan karena Merdeka Belajar. Bukan karena transformasi digital sekolah. Tetapi karena pusaran isu hukum, tekanan opini, dan berbagai narasi yang terus menggiring publik untuk melihatnya sebagai pihak yang harus dipersalahkan. 🔥⚖️   Dan di titik itulah, akal sehat rakyat mulai […]

  • Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

    Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sering dijumpai “kekeliruan” dalam karya ilmiah, yaitu teori tidak dipakai dalam analisis. Hal ini umum terjadi pada skripsi. Demikian seperti diungkapkan Dr. Lina Meilinawati, M. Hum., Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, saat melakukan penelitian ke sejumlah karya ilmiah (Arief Maulana, 26/05/2021, Unpad). Menurut Pedoman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, skripsi harus mencantumkan teori yang […]

  • Yuk Jadi Investor Muda yang Paham Keuangan Syariah!

    Yuk Jadi Investor Muda yang Paham Keuangan Syariah!

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pasar modal syariah di kalangan mahasiswa. Melalui sinergi strategis bersama Tax Center FISIP dan Program Studi Administrasi Publik FISIP UIN Bandung, GIS menggelar kegiatan bertajuk “Capital Market Investor Goes to IDX Jakarta” […]

  • UIN Bandung Paling Diminati Pendaftar SPAN-PTKIN

    UIN Bandung Paling Diminati Pendaftar SPAN-PTKIN

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) resmi ditutup 19 Maret 2024. Berdasarkan data yang diperoleh pada sistem admin SPAN-PTKIN pertanggal 21 Maret 2024, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi pertama pendaftar dengan jumlah total 25.699 untuk 32 Program Studi; disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 25.573 untuk 25 Program […]

  • Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

    Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Deskripsi Psiko-sosiologis Di kalangan umat Islam, ada lima kelompok orang saat mendengar adzan berkumandang kaitannya dengan shalat. Pertama, kelompok yang segera ke masjid memenuhi panggilan adzan untuk shalat berjama’ah. Adzan baginya adalah panggilan untuk langsung shalat di awal waktu. Kelompok ini ada tiga kelompok lagi. Pertama, karena kebiasaan saja, ketika adzan dia sudah biasa langsung […]

expand_less