Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Bapa Aing

Bapa Aing

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Dedi Mulyadi itu manusia unik, dia totalitas, lahir dari bawah, dari rakyat jelata, ketika jadi pejabat dia menghancurkan mitos pejabat yg harus dihormati, melebur dan menyatu dgn rakyat.

Bahasa, ucapan, tak disaring, berbahasa rakyat bledag-bledug apa adanya, “aing, sia, maneh, goblog” biasa keluar dari mulutnya tanpa rasa kagok, sungkan, tak etis, tak ada keraguan tak ada kecanggungan.

Jabatan gubernur dibikinnya tak berwibawa. Tapi itulah uniknya. Gubernur-gubernur lain, Aher, Emil, tak mungkin dan tak akan bisa begitu. Tapi itu tak jadi merendahkan dirinya karena dibarengi dengan banyak prestasi, keakraban total dengan rakyat bawah dan tak dibuat-buat.

Orang tipe Dedi umumnya cerdas, refleksi kehidupannya kuat dan mendalam. Makanya, dia jarang bicara dan pidato pake teks., dia gak akan suka. Teks itu membatasi pikiran. Dia gak mau.

Sepanjang sejarah Indonesia baru kali ini ada pejabat negara, gubernur, seperti ini. Tentu ini sangat menyenangkan rakyat, maka rakyat yang suka nyebutnya “Bapa Aing.” Dia merebut hati dan simpati rakyat kecil, grassroot.

Tapi karena sagala daek dan “sagala bisa,” kekurangan tipe pemimpin begini, selain merakyat juga cenderung “ototiter,” sagala ingin ngatur sendiri, cenderung mangabaikan aturan, tak peduli pada prosesi formal, semua dilabrak, hayang sagala ku sorangan, da ngarasa kabeh bisa.

Kurang percaya ka bawahan, delegation of authority cenderung lemah, dll. Intinya, kekurangannya ada, tapi kelebihannya juga lebih banyak. Jawa Barat dianugrahi gubernur yang benar-benar unik.

Ikutan panjat-pinang, taktak jeung sirah teu paduli ditincakan batur, bobolokot leutak bari nikmat weh deuseurian. Orang biasa juga, yang tak lepas jiwanya, tak kan mau begitu.

Disebut gubernur konten, memang selalu ngonten, wajar, Dedi pun mengakuinya, tapi ari kitu-kitu teuing mah asa kacida. Tapi Dedi mah manusa unik tea, dia gak peduli.

Orang menyebut pencitraan, tapi psikologi menjelaskan tipe manusia pencitraan bukan tipe begini. Pencitraan itu dibuat-buat, tidak totalitas. Tipe pencitraan biasanya manusia penuh formalitas. Dedi tipe manusia lepas apa adanya, blak-blakan, tak suka formalitas dan tak pernah kagok sebagai gubernur berbahasa kasar. Tapi itu tidak negatif, rakyat tetap suka.

Kontroversi pasti, banyak tindakannya yang kurang pas, tidak seharusnya, pejabat gubernur itu terhormat, tak pantas perilakunya begitu, saya juga berpikir begitu, tapi ya dia memang tipe begitu. Gak bisa menurut keinginan kita. Ini soal memahami karakter manusia.

Banyak yang tak suka karena melihat kekurangan-kekurangannya, lebih banyak yang suka karena melihat kelebihan-kelebihannya. Kehidupan ya begitu. Biasa. Soal suka dan tidak, itu ditentukan oleh selera kita. Tapi kalau tujuannya memahami, kita jadi menambah ilmu.

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Penguatan budaya transparansi di lingkungan Kementerian Agama kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoesgiantoro menyampaikan penghargaan atas kinerja PTKN yang berhasil memenuhi standar keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.   Apresiasi tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang digelar di Bidakara Hall, Jakarta, Senin (15/12/2025).   […]

  • Digitalisasi Pendidikan di Morotai: Inisiatif STEI ITB

    Digitalisasi Pendidikan di Morotai: Inisiatif STEI ITB

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Pulau Morotai, Maluku Utara kanal31.com — Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Morotai, 11–13 September 2025, untuk mendorong digitalisasi pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Rangkaian dimulai dengan kuliah umum di Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai bertema “Network and Future Trends” pada […]

  • Hebat! Tim “Kokro” Unpad Juarai Kompetisi “Tarumanagara Startup Summit Expo 2022”

    Hebat! Tim “Kokro” Unpad Juarai Kompetisi “Tarumanagara Startup Summit Expo 2022”

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SUMEDANG Usaha rintisan (startup) mahasiswa Universitas Padjadjaran “Kokro” berhasil menjuarai kompetisi “Tarumanagara Startup Summit Expo 2022” yang digelar BEM Universitas Tarumanagara, 19 – 20 Mei lalu. Pada kompetisi tersebut, tim Kokro berhasil menyabet juara pertama. Kompetisi “Tarumanagara Startup Summit Expo 2022” diikuti oleh puluhan startup milik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pemenang dari […]

  • Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Komedi dapat menjadi alat paling taktis dan efektif untuk menyuarakan banyak persoalan dewasa ini. Hal ini pula yang nampaknya dilakukan oleh kawan-kawan Stand Up UIN Bandung yang menggelar acara bertajuk, “PoLICIK: Politik Itu Licik” dengan tagline yang tak ubahnya ‘tepi jurang’, “Kuning, Merah, Hijau dan Warna lainnya gak mungkin gak tersinggung”.   Acara yang diselenggarakan […]

  • Mengagumi Ulama dan Artisme

    Mengagumi Ulama dan Artisme

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengagumi seorang ulama tanpa ulama itu pernah benar-benar menyadarkan kita secara pribadi, adalah artisme, yaitu psikologi kekaguman yang tak ada bedanya dengan mengagumi sosok, tokoh atau artis pada umumnya.   Pertama, ulama itu bukan untuk dikagumi tapi diserap ilmunya dan diamalkan sebisanya. Bila tak ada yang bisa diserap ilmunya sesuai minat dan kapasitas […]

  • Law Visit Study, Strategi HTN UIN Bandung Bentuk Insan Hukum Paripurna

    Law Visit Study, Strategi HTN UIN Bandung Bentuk Insan Hukum Paripurna

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Sebanyak 110 mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan “HTN Law Study Visit 2025” ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dan Badan Pembangunan Hukum Nasional (BPHN) di Jakarta, Senin, (03/11/ 2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membentuk insan hukum paripurna berbasis […]

expand_less