Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Perjuangan untuk Penghiburan

Perjuangan untuk Penghiburan

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Barangkali, pada akhirnya, seluruh perjuangan manusia adalah perjuangan memenuhi penghiburan.

 

Kita bekerja, mencintai, membangun rumah, menulis puisi, menciptakan musik, berdoa, bermain, berlari, tertawa, dan memeluk satu sama lain. Di balik semua kesibukan itu, mungkin kita sedang berusaha meyakinkan diri: bahwa hidup ini tidak sia-sia.

 

Sebab kita hidup di sebuah dunia kecil di tengah semesta yang tak bertepi, dengan kesadaran yang bahkan belum mampu menjelaskan asal-usul dirinya sendiri.

 

Di atas kita, triliunan galaksi bergerak dalam keluasan yang tak terbayangkan, membawa kuadriliunan bintang dan planet yang tersebar dalam gelapnya kosmos.

 

Di bawah kaki, lempeng-lempeng bumi bergeser dalam kesunyian, mengangkat gunung, membuka samudra, mengguncang daratan. Dunia yang kita sebut kokoh ternyata terus bergerak.

 

Kita pun demikian. Kita lahir, tumbuh, mencintai, kehilangan, menua, lalu mati.

 

Dan di antara semua itu, kita bertanya. Untuk apa semua ini?

 

Apakah semesta memiliki tujuan, ataukah tujuan hanya diciptakan manusia agar keberadaan terasa masuk akal? Dari mana kesadaran muncul? Apakah kehidupan hanya ada di bumi? Mengapa kita dilahirkan? Apa makna hidup? Dan setelah kematian, ke mana kita pergi?

 

Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin tidak akan pernah selesai.

 

Setiap jawaban membuka pertanyaan baru. Setiap pengetahuan memperlihatkan betapa luasnya ketidaktahuan. Semakin jauh manusia menyingkap rahasia semesta, semakin dalam pula gelap yang terbentang di baliknya.

 

Kehidupan menyimpan banyak teka-teki yang mungkin tak akan pernah sepenuhnya kita pahami.

 

Kita tidak memilih untuk lahir. Kita tidak dapat memilih kapan kehilangan datang. Kita mencintai sesuatu yang pasti akan berubah, membangun sesuatu yang kelak runtuh, dan mengumpulkan kenangan dari orang-orang yang suatu hari hanya akan tinggal sebagai kenangan.

 

Kita tahu kematian akan datang, tetapi tidak tahu pasti apa yang akan terjadi setelah itu.

 

Maka manusia membutuhkan penghiburan.

 

Agama memberi tempat bagi jiwa untuk bersandar dengan membuka kemungkinan makna di tengah batas-batas cahaya akal dalam menyingkap misteri. Ia menawarkan harapan bahwa keberadaan bukan kesia-siaan dan kematian bukan akhir.

 

Seni datang dengan cara yang berbeda. Ia tidak selalu menjawab pertanyaan; ia membuat kita sanggup hidup bersama pertanyaan itu. Sebuah lagu tidak menghapus kesedihan, tetapi membuat kesedihan terasa ditemani. Sebuah puisi tidak menjelaskan hidup, tetapi kadang membuat hidup terasa lebih dapat ditanggung.

 

Permainan adalah penghiburan yang lain. Kita menciptakan dunia kecil tempat menang dan kalah tidak menentukan nasib semesta. Kita berlari mengejar bola, menyusun strategi, tertawa bersama, lalu pulang dengan kegembiraan yang mungkin tampak sepele—tetapi justru kegembiraan kecil itulah yang sering menyelamatkan hari.

 

Olahraga, persahabatan, cinta, makanan, perjalanan, percakapan, tawa—semuanya adalah cara manusia berkata kepada dirinya sendiri:

 

aku masih di sini, dan untuk sementara ini, hidup terasa cukup indah untuk dijalani.

 

Maka sungguh ganjil jika di tengah kehidupan yang sudah begitu penuh misteri dan kegelapan, manusia masih memilih menambah penderitaan dengan peperangan, penindasan, perbudakan, penyiksaan, kebencian, dan keserakahan.

 

Untuk apa?

 

Peperangan merenggut kehidupan dan masa depan. Penindasan merampas kebebasan dan martabat. Perbudakan menjadikan manusia alat bagi manusia lain. Penyiksaan menjadikan rasa sakit sebagai alat untuk menundukkan manusia. Kebencian membuat perbedaan terasa seperti alasan untuk saling meniadakan. Keserakahan membuat sebagian orang mengambil lebih dari yang mereka perlukan, sementara sebagian lainnya harus hidup dalam kekurangan.

 

Semua itu tumbuh ketika manusia lupa bahwa kehidupan bukan hanya miliknya sendiri.

 

Jika waktu kita terbatas, mengapa menggunakannya untuk saling menghancurkan?

 

Kita tidak membawa apa pun ketika datang ke dunia, dan tidak membawa apa pun ketika pergi. Yang tinggal adalah jejak dari cara kita memperlakukan kehidupan dan sesama.

 

Maka barangkali tugas kita sederhana: jangan membuat dunia lebih berat bagi mereka yang sudah berat menjalaninya.

 

Biarkan anak-anak tumbuh tanpa ketakutan. Biarkan yang lemah tidak diinjak. Biarkan yang miskin tetap memiliki martabat. Biarkan manusia bekerja tanpa diperbudak. Biarkan perbedaan tidak menjadi alasan untuk membenci. Biarkan cinta tumbuh tanpa kekerasan. Biarkan seni dan pikiran bernapas tanpa dibungkam.

 

Kita tak tahu mengapa kita ada. Tetapi kita tahu bagaimana seharusnya kita ada: tanpa menambah luka, tanpa merampas harapan, tanpa memadamkan cahaya.

 

Jika hidup adalah misteri, jadilah penghiburan dalam mengarunginya.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawal Demokrasi, UIN Bandung Bedah Urgensi RUU Pemilu 2029 Bersama Prof. Ramlan Surbakti

    Kawal Demokrasi, UIN Bandung Bedah Urgensi RUU Pemilu 2029 Bersama Prof. Ramlan Surbakti

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Rancangan Undang-undang Pemilu 2029 dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Acara yang ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan fondasi keilmuan politik ini berlangsung khidmat di Aula FISIP Lantai 1, Sabtu (5/9/2026). Seminar ini […]

  • Top! 6 Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa Kuliah di Timur Tengah

    Top! 6 Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa Kuliah di Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebanyak enam siswa berprestasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekanbaru berhasil meraih beasiswa kuliah di sejumlah universitas di Timur Tengah. Enam siswa MAN 1 Pekanbaru tersebut hari ini dilepas keberangkatannya oleh Kakanwil Kemenag Riau bersama keluarga besar MAN 1 Pekanbaru dan wali murid. Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda mengatakan enam orang alumni MAN […]

  • Kolaborasi Alumni-Kampus Menuju UIN Bandung Unggul, Inklusif, dan Progresif

    Kolaborasi Alumni-Kampus Menuju UIN Bandung Unggul, Inklusif, dan Progresif

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (PP IKA) periode 2025–2030 sebagai momentum strategis memperkuat sinergi antara alumni dan almamater. Acara yang berlangsung di Gedung Anwar Musadad, Kampus I UIN Bandung ini turut menandai Pengurus Pusat yang dikomandoi oleh Drs. H. Cucu Sutara, MM, […]

  • Sejak Mahasiswa, Fakultas Psikologi UIN Bandung Siapkan Calon Pemimpin Jujur dan Disiplin

    Sejak Mahasiswa, Fakultas Psikologi UIN Bandung Siapkan Calon Pemimpin Jujur dan Disiplin

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      KANAL31.COM — Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Dr. H. Ujang Rohman, M.Ag meminta mahasiswanya agar memahami dengan baik apa yang menjadi pondasi dalam meningkatkan keterampilan berorganisasi/kepemimpinan. Di tengah kesibukan perkuliahan, juga berbagai kegiatan berorganisasi, mahasiswa hendaknya membudayakan kejujuran dan kedisiplinan. Demikian Dr. Ujang Rohman, saat memberikan sambutan Pembinaan Mahasiswa, di […]

  • Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    PEKALONGAN, kanal31.com–  Pariwisata halal selama ini sering diperdebatkan secara dangkal, seolah-olah penyeragaman destinasi atau sekadar urusan stempel halal pada makanan. Hal itu terjadi karena regulasinya yang masih tumpang-tindih dan belum terintegrasi secara utuh dalam sistem hukum nasional. Sebuah riset komprehensif  Dr. Heris Suhendar –-dosen UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dalam Sidang Senat Terbuka Doktoral yang […]

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 3Komentar

      Oleh Aisyah As-Salafiyah, IAI Tazkia KANAL31.COM-Tahukah para Muslimah, bahwa investasi penting bukan hanya bagi laki-laki saja, namun juga untuk perempuan terutama Muslimah milenial yang kelak akan banyak mengelola keuangan rumah tangga. Muslimah perlu memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam mengelola keuangan, mengembangkan uang, sekaligus memanfaatkan uang dengan baik. Ketika fakta menunjukkan bahwa harga kebutuhan […]

expand_less