Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR Kanal31.com — Tulisan ke-33 Edisi Ramadan. Kalian yang Muslim wajib tahu tokoh ini. Di tangan beliau, arsitek kejayaan Islam tercipta. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul usai sahur, wak!

 

Beliau adalah Khalifah Al-Walid bin Abdul MaliK atau lebih dikenal Al-Walid I. Bukan “Walid nak Dewi boleh” Bukan ya! Ini Walid, khalifah keenam dari Dinasti Umayyah yang memerintah dari Oktober 705 sampai 23 Februari 715 M. Masa kekuasaannya sekitar 9 tahun 4 bulan, tetapi efeknya seperti proyek pembangunan lima puluh tahun. Jika ada lomba “siapa paling doyan bangun bangunan megah dalam sejarah Islam awal”, kemungkinan besar Al-Walid sudah menang sebelum peserta lain sempat daftar.

 

Ia adalah putra sulung dari Abdul Malik bin Marwan, khalifah yang sebelumnya sukses merapikan birokrasi dan mengarabkan administrasi negara. Al-Walid lahir sekitar 668 M di Madinah, pada masa Muawiyah I masih memegang kekuasaan. Ibunya bernama Walladah binti Al-Abbas dari suku Bani Abs. Masa kecilnya tidak dihabiskan main kelereng di gang Madinah, melainkan tumbuh di lingkungan istana Damaskus yang sedang dijadikan ibu kota baru Umayyah, semacam proyek “pindah ibu kota” versi abad ke-7.

 

Sebagai pangeran, Al-Walid bukan tipe bangsawan yang cuma duduk sambil minum teh kurma. Tahun 695–699 M ia memimpin razia tahunan ke wilayah Bizantium, terutama sekitar Malatya dan Massisa. Tahun 698 ia bahkan memimpin ibadah haji. Di gurun Suriah ia membangun benteng Qasr Burqu’ untuk mengamankan jalur haji. Karakternya dikenal ortodoks, tegas, dan punya satu obsesi yang agak berbahaya bagi kas negara, arsitektur monumental.

 

Ketika ayahnya wafat pada 705 M, Al-Walid naik tahta tanpa drama kudeta. Ia sudah ditetapkan sebagai putra mahkota, sehingga transisi kekuasaan berjalan relatif mulus. Ini sesuatu yang jarang terjadi dalam politik mana pun. Apalagi politik Timur Tengah yang biasanya lebih dramatis dari sinetron Ramadan.

 

Di masa pemerintahannya, wilayah Islam mencapai puncak ekspansi. Para jenderalnya seperti Qutaibah bin Muslim menaklukkan Transoxiana dan Samarkand, Muhammad bin Qasim menembus Sindh di India. Sementara Musa bin Nusayr bersama Tariq ibn Ziyad membuka jalan ke Spanyol pada 711 M. Al-Walid sendiri tidak turun ke medan perang, tetapi memberi otonomi besar pada panglima-panglimanya. Hasilnya, wilayah kekuasaan membentang dari Spanyol sampai India. Kalau dibuat peta, warnanya hampir menutupi setengah dunia yang dikenal saat itu.

 

Namun yang membuat namanya abadi bukan sekadar ekspansi, melainkan proyek arsitektur yang membuat para arkeolog modern masih geleng-geleng kepala. Ia membangun atau memperluas masjid-masjid raksasa.

 

Yang paling legendaris adalah Umayyad Mosque di Damaskus. Tahun 706 M ia mengambil kompleks basilika St. Yohanes Pembaptis yang sebelumnya berdiri di atas kuil Romawi, lalu mengubahnya menjadi masjid megah. Ia mengganti rugi komunitas Kristen Damaskus agar proyek berjalan mulus. Hasilnya adalah masjid dengan aula salat basilika tiga lorong, mosaik emas sekitar 4.000 meter persegi, marmer Corinthian, dan kubah besar. Konon Al-Walid berkata kepada warga Damaskus, mereka sudah punya iklim bagus, air, buah, dan pemandian, lalu ia menambahkan satu kebanggaan baru, masjid ini.

 

Ia juga memperluas Al-Masjid an-Nabawi antara 706–707 M. Luasnya diperbesar dari sekitar 5.094 meter persegi menjadi 8.672 meter persegi. Empat menara ditambahkan, mihrab cekung diperkenalkan, dan struktur bangunan diperkaya mosaik Bizantium serta marmer impor. Rumah istri-istri Nabi dibongkar untuk perluasan, keputusan yang memicu protes sebagian penduduk Madinah, tetapi proyek tetap berjalan. Dalam politik, rupanya sejak abad ke-8 sudah ada fenomena klasik, pembangunan jalan terus, kritik silakan antre.

 

Di Yerusalem ia menyelesaikan dan memperluas Al-Aqsa Mosque, melengkapi proyek besar yang sebelumnya dimulai oleh ayahnya. Aula salat hipostyle dengan 15 lorong dibangun, mosaik menghiasi dinding, dan pekerja didatangkan dari Mesir serta Bizantium.

 

Selain itu ia membangun Masjid Agung Sana’a, memperluas Ka’bah di Makkah, dan mendirikan kota Anjar di Lebanon.

 

Di luar proyek bangunan, Al-Walid juga dikenal menjalankan program kesejahteraan sosial yang cukup maju untuk zamannya. Ia memberi tunjangan bagi fakir miskin dan penderita penyakit kronis seperti kusta. Mereka diberi uang rutin agar tidak perlu mengemis. Sekitar 707 M ia mendirikan rumah sakit khusus penderita kusta di Damaskus, lengkap dengan perawat, sumur, dan fasilitas publik. Setiap Ramadan ia mengadakan jamuan besar untuk orang yang berpuasa. Ia juga pernah memecat gubernur Hijaz yang menghukum ulama terkenal Sa’id bin Musayyib, lalu menggantinya dengan Umar ibn Abd al-Aziz yang lebih dikenal adil.

 

Al-Walid wafat pada 23 Februari 715 M di Dayr Murran dekat Damaskus, setahun setelah wafatnya gubernur kuatnya, Al-Hajjaj ibn Yusuf. Ia dimakamkan di Bab ash-Shaghir. Tahta kemudian jatuh ke saudaranya, Sulayman ibn Abd al-Malik.

 

Warisan Al-Walid tidak berupa pidato politik atau slogan kampanye, melainkan bangunan yang masih berdiri lebih dari 1.300 tahun kemudian. Sejarawan modern seperti Hugh Kennedy menyebut masa pemerintahannya sebagai puncak kekuatan Umayyah, masa ketika kekuasaan Islam meluas ke dua benua dan arsitekturnya mulai menunjukkan kemegahan peradaban.

 

Singkatnya, jika para politisi modern suka memotong pita proyek yang baru berdiri tiga bulan, Al-Walid memotong pita proyek yang masih dikagumi dunia lebih dari satu milenium kemudian. Ironisnya, sebagian bangunan politik modern, belum lima tahun sudah minta renovasi. Begitulah sejarah, kadang satu khalifah abad ke-8 lebih tahan uji dari seribu proyek abad ke-21.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bukan sekadar menang atau kalahnya pasangan calon dan partai politik. Namun, Pemilu 2024 harus lebih menekankan pembelajaran positif bagi masyarakat. “Kita sudah punya pengalaman lima kali pemilu, namun yang belum kita belajar adalah bagaimana agar pemilu serentak […]

  • Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan  Call for Papers AICIS 2024

    Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan Call for Papers AICIS 2024

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (SEMARANG) Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama mengundang para akademisi dan peneliti untuk ikut dalam Call for Paper pada The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Kesempatan mengikuti program ini dibuka mulai 11 Desember 2023 sampai 14 Januari 2024. “Mulai hari ini, kami undang para peneliti dan akademisi untuk ikut berpartisipasi dalam call […]

  • Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com—Bagi mahasiswa, Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sektor kehutanan, terutama di Perhutani Bandung Utara, menjadi jembatan kritis antara teori akademis dan realitas operasional. Demikian penegasan Administratur KPH Bandung Utara, melalui Rahmat Sungkawa selaku Kepala Seksi Madya Keuangan, Sumber Daya Manusia(SDM) Umum, dan Informasi Teknologi, saat menerima kegiatan PKL mahasiswa Universitas Terbuka (UT), belum lama […]

  • Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya. Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau […]

  • Ayo Tinjau Integrasi Seni dan Teknologi Bersama Prof. I Gede Wenten

    Ayo Tinjau Integrasi Seni dan Teknologi Bersama Prof. I Gede Wenten

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG  Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB mengadakan webinar bertajuk Dialog Seni dan Tenologi pada Rabu (20/7/2022). Pada Webinar kali ini, FSRD ITB mengundang narasumber Prof. I Gede Wenten dipandu dengan penanggap Dr. Andryanto Rikrik Kusmara. Pelaksanaan webinar berlangsung secara daring melalui platform Zoom. Prof. I. […]

  • UIN Jakarta Tindaklanjuti Hasil Asesmen GPAI Ditjen Pendis

    UIN Jakarta Tindaklanjuti Hasil Asesmen GPAI Ditjen Pendis

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta mengadakan tes pemetaan kapasitas Baca Tulis Alquran (BTQ) dan praktek ibadah kepada semua mahasiswa aktifnya. Selain itu, berbagai upaya strategis telah dan akan terus diupayakan sehingga diharapkan tidak ada wisudawan Prodi PAI yang tidak mampu BTQ dan […]

expand_less