Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu giliran untuk menjadi korban dari sebuah sistem yang rusak.

Krisis Panutan: Demi Kuasa, Semua jadi Abangan 

Di media sosial, ketidakpercayaan publik sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kalimat-kalimat satir seperti, “Besok ada kebijakan gila apalagi?” menjadi makanan sehari-hari. Tak ada lagi sosok yang bisa dijadikan pegangan. Gelar-gelar terhormat seperti Kyai, Gus, atau Buya seolah kehilangan maknanya begitu mereka masuk ke pusaran politik praktis.

Semuanya mendadak menjadi “kaum abangan” yang hanya memuja materi dan kursi. Logika mereka picik: tanpa kuasa, tidak ada harga diri. Akibatnya, hukum dikangkangi dan janji “demi rakyat” hanya menjadi mantra kosong yang diucapkan oleh mereka yang sedang berkuasa maupun yang sedang haus kekuasaan. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, apa harga hidup kita ini?” Namun sayangnya, hari ini keberanian itu bukan dipakai untuk membela kebenaran, melainkan untuk mempertahankan ego dan kursi.

Amarah yang Salah Sasaran (Horizontal Rage)

Setiap hari, masyarakat dipaksa menelan kenyataan yang jauh berbeda dari retorika pejabat. Ini bukan sekadar rasa kesal, ini adalah tumpukan amarah yang mencari jalan keluar. Celakanya, karena rakyat tak berdaya melawan “raksasa” di atas, amarah itu meledak ke samping—kepada sesama warga yang dianggap lebih lemah.

Kasus dosen yang meludahi kasir adalah potret sempurna bagaimana “akal sehat” yang dirawat puluhan tahun bisa hangus dalam hitungan detik. Fenomena ini mengingatkan kita pada ucapan filsuf Hannah Arendt tentang The Banality of Evil (banalitas kejahatan), di mana dalam sistem yang bobrok, orang-orang biasa bisa melakukan tindakan yang sangat tidak masuk akal dan jahat tanpa merasa bersalah.

Berjalan di Atas Tumpukan Jerami

Kita semua yang masih mencoba bertahan dengan akal sehat harus sadar bahwa kita sedang berjalan di atas tumpukan jerami kering. Setiap berita tentang ketidakadilan adalah percikan api. Kita tidak tahu kapan ledakan besar itu akan terjadi, karena setiap hari “tangki kekecewaan” kita terus diisi paksa oleh keadaan.

Seperti yang pernah diingatkan oleh Bung Hatta:

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.” Dan hari ini, ketidakjujuran kolektif itulah yang sedang membakar sumbu amarah kita semua yang suatu saat siap meledak.

 

Nurholis, Founder Kanal31.com

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruling Kerinduan Ruhani

    Seruling Kerinduan Ruhani

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pada hamparan waktu yang berharga untuk pertemuan, seorang sufi Sang Guru Agung duduk di tepi sungai, memainkan seruling dengan hati yang teriris, suara merdu yang mengguncang jiwa. Ia dikelilingi oleh murid-murid yang dengan setia mendengarkan alunan seruling tersebut, sambil menanti waktu untuk meluapkan hasrat kepenasarannya.   Saat Sang Guru selesai meniup serulingnya, salah […]

  • Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

    Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Guru BK (Bimbingan dan Konseling) di sekolah/madrasah sangat mempengaruhi kondisi perkembangan psikologi siswa. Karenanya, perlu adanya peningkatan kualitas layanan guru BK, agar agar maksimal dalam mengembangkan potensi siswa, terutama karirnya pasca lulus sekolah. Inilah yang medasari pentingnya dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Psikologi UIN Bandung dan Kementerian Agama Kabupaten […]

  • Tingkatkan Wawasan, Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Bandung Studi Visit ke Bea Cukai Jabar

    Tingkatkan Wawasan, Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Bandung Studi Visit ke Bea Cukai Jabar

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa, khususnya terkait praktik kepabeanan dan perdagangan internasional, sebanyak 49 mahasiswa semester VII Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan Studi Visit ke Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat, Jl. Surapati No.12, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, […]

  • Prof. Dadan: Ada 5 Jurus Meningkatkan Etos Kerja

    Prof. Dadan: Ada 5 Jurus Meningkatkan Etos Kerja

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Upaya menumbuhkan semangat kebangsaan, memupuk nasionalisme, memperkuat kedisiplinan, dan mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai perjuangan bangsa, Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana mengingatkan kembali pesan dan spirit Quran Surat Ad-Dhuha pada  Apel Pagi 17-an, di halaman Gedung Al-Jamiah, Jumat (17/1/2025). Apel pagi tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung […]

  • UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    UIN Bandung Gelar Seminar Fiqh Jurnalistik

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar rangkaian acara seminar My Ilkom dengan tema “Fiqh Jurnalistik”. Seminar ini diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin (25/11/2024). Seminar ini menghadirkan Dr. Bahrudin, M.Ag. (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembicara […]

  • Aksi Damai Hapus Vandalisme Ala Komunitas Motor Reborn Indonesia

    Aksi Damai Hapus Vandalisme Ala Komunitas Motor Reborn Indonesia

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di tengah dinamika aksi demonstrasi di Kota Bandung, muncul inisiatif damai dari sebuah komunitas otomotif yang memilih langkah berbeda. Komunitas motor Reborn Indonesia, yang berbasis di Kota Bandung, turun langsung membersihkan fasilitas publik dari coretan dan vandalisme yang ditinggalkan pasca unjuk rasa.   Kegiatan ini digerakkan oleh divisi sosial mereka yang bernama […]

expand_less