Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu giliran untuk menjadi korban dari sebuah sistem yang rusak.

Krisis Panutan: Demi Kuasa, Semua jadi Abangan 

Di media sosial, ketidakpercayaan publik sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kalimat-kalimat satir seperti, “Besok ada kebijakan gila apalagi?” menjadi makanan sehari-hari. Tak ada lagi sosok yang bisa dijadikan pegangan. Gelar-gelar terhormat seperti Kyai, Gus, atau Buya seolah kehilangan maknanya begitu mereka masuk ke pusaran politik praktis.

Semuanya mendadak menjadi “kaum abangan” yang hanya memuja materi dan kursi. Logika mereka picik: tanpa kuasa, tidak ada harga diri. Akibatnya, hukum dikangkangi dan janji “demi rakyat” hanya menjadi mantra kosong yang diucapkan oleh mereka yang sedang berkuasa maupun yang sedang haus kekuasaan. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, apa harga hidup kita ini?” Namun sayangnya, hari ini keberanian itu bukan dipakai untuk membela kebenaran, melainkan untuk mempertahankan ego dan kursi.

Amarah yang Salah Sasaran (Horizontal Rage)

Setiap hari, masyarakat dipaksa menelan kenyataan yang jauh berbeda dari retorika pejabat. Ini bukan sekadar rasa kesal, ini adalah tumpukan amarah yang mencari jalan keluar. Celakanya, karena rakyat tak berdaya melawan “raksasa” di atas, amarah itu meledak ke samping—kepada sesama warga yang dianggap lebih lemah.

Kasus dosen yang meludahi kasir adalah potret sempurna bagaimana “akal sehat” yang dirawat puluhan tahun bisa hangus dalam hitungan detik. Fenomena ini mengingatkan kita pada ucapan filsuf Hannah Arendt tentang The Banality of Evil (banalitas kejahatan), di mana dalam sistem yang bobrok, orang-orang biasa bisa melakukan tindakan yang sangat tidak masuk akal dan jahat tanpa merasa bersalah.

Berjalan di Atas Tumpukan Jerami

Kita semua yang masih mencoba bertahan dengan akal sehat harus sadar bahwa kita sedang berjalan di atas tumpukan jerami kering. Setiap berita tentang ketidakadilan adalah percikan api. Kita tidak tahu kapan ledakan besar itu akan terjadi, karena setiap hari “tangki kekecewaan” kita terus diisi paksa oleh keadaan.

Seperti yang pernah diingatkan oleh Bung Hatta:

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.” Dan hari ini, ketidakjujuran kolektif itulah yang sedang membakar sumbu amarah kita semua yang suatu saat siap meledak.

 

Nurholis, Founder Kanal31.com

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    Inilah 6 Jurnal PTKI Masuk Peringkat 10 Besar Asia

    • calendar_month Kam, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Jurnal ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus unjuk prestasi. Ada enam jurnal yang kini menduduki peringkat 10 besar tingkat Asia dalam bidang religious studies atau kajian keagamaan. Empat di antaranya meraih peringkat tertinggi pada Q1 (Quartile 1). Selain itu, ada dua jurnal yang berada di peringkat Q2 dan dua jurnal di Q3. Sedang […]

  • Selamat! UIN Jakarta Tambah Satu Guru Besar Ekonomi Islam

    Selamat! UIN Jakarta Tambah Satu Guru Besar Ekonomi Islam

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta kembali menambah guru besarnya setelah dosennya, Dr. M. Arief Mufraini M.Si menjadi profesor bidang Ilmu Ekonomi Islam. Kenaikan jabatan akademik ini dituangkan dalam SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbu Ristek) Nomor 51119 Tahun 2002 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. SK yang ditandatangani Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim […]

  • Perang

    Perang

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perang, dalam wajahnya yang paling jujur, adalah kegagalan akal dan kebangkrutan nurani. Ketika peluru menyalak dan rudal melesat dari satu negara ke negara yang lain, yang hancur bukan hanya bangunan dan infrastruktur, melainkan juga hidup manusia, harapan, dan rasa percaya. Dalam setiap reruntuhan, terkubur mimpi anak-anak yang belum sempat tumbuh, kasih ibu […]

  • UIN Bandung dan Denny JA Foundation Buka Ruang Sastra Berbasis Realitas Sosial

    UIN Bandung dan Denny JA Foundation Buka Ruang Sastra Berbasis Realitas Sosial

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam upaya memperkaya literasi dan ekspresi keilmuan mahasiswa serta dosen, Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formaca) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkolaborasi dengan Komunitas Puisi Esai, Denny JA Foundation, dan SupeR Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Puisi Esai, Senin (30/6/2025). Bertajuk “Apa Itu Puisi Esai?”, kegiatan ini berlangsung di Lantai 5, Gedung Pascasarjana Kampus […]

  • Berolahraga itu Perintah Agama

    Berolahraga itu Perintah Agama

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas olahraga nasional dengan mengintegrasikan pendidikan jasmani secara fundamental di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri mengenai Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis (19/2/2026). Dalam kesempatan ini, Menag menyampaikan bahwa pemerintah memastikan setiap santri […]

  • Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BANDUNG) — Muhammad Daffa mahasiswa Jurusan Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi. Kali ini, artikel ilmiah yang dia tulis di semester akhir berjudul “Tracing The Nation’s Indentity Through The Diversity of Content and Language of Ancient Manuscripts of Sumedang Larang Palace,” sukses menembus ketatnya persaingan […]

expand_less