Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Dua Wajah Indonesia

Dua Wajah Indonesia

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.

 

Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling serobot; dalam politik saling jegal; hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hak publik dirampas, identitas dapat berubah jadi korek api.

 

Kita hangat dalam hubungan personal, tetapi dingin terhadap kepentingan bersama.

 

Wajah mendua ini mungkin sebagian merupakan residu kolonialisme: ruang publik dahulu berada di bawah otoritas asing, sementara rakyat pribumi bertahan dalam orbit komunitasnya sendiri, yang kerap berseberangan dengan negara. Akibatnya, loyalitas kepada kelompok terasa lebih nyata daripada tanggung jawab terhadap ruang publik bersama.

 

Karena itu kita lebih banyak dididik menjadi “orang baik” dalam komunitas, bukan menjadi warga negara dewasa. Kesopanan kita komunal, belum sepenuhnya sipil. Kita tahu menjaga perasaan orang yang dikenal, tetapi belum terbiasa menghormati hak orang secara impersonal.

 

Lahirlah watak sosial yang aneh: santun kepada tamu, tetapi kejam merusak sarana publik; fasih bicara moral, tapi permisif pada rasuah; tekankan kepentingan umum, tapi jabatan menjadi warisan keluarga; ramah dalam percakapan, tetapi ugal-ugalan di jalanan. Kebaikan masih dipahami sebagai urusan hati, bukan tanggung jawab bersama.

 

Padahal peradaban dibangun bukan oleh keramahan semata, melainkan oleh disiplin terhadap hukum, aturan, integritas, rasa bersalah dan malu ketika merugikan publik. Bangsa besar tidak diukur dari kesantunan saat berbicara, melainkan dari ketertiban saat tidak diawasi.

 

Indonesia tidak kekurangan orang baik. Yang masih kurang adalah warga negara yang sadar bahwa kebaikan pribadi belum tentu melahirkan keadaban publik.

 

Kita perlu mendidik manusia Indonesia bukan hanya agar sopan, tetapi juga agar beradab dalam ruang publik. Tanpa keadaban publik, keramahan hanya akan menjadi topeng indah di wajah masyarakat yang diam-diam saling melukai.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Smart Accounting, Prodi Akuntansi Syariah Gelar Workshop Accurate

    Wujudkan Smart Accounting, Prodi Akuntansi Syariah Gelar Workshop Accurate

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen meningkatkan kompetensi digital mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang akuntansi. Komitmen ini diwujudkan dalam penyelenggaraan Workshop Accurate bertema “Smart Accounting: Mengoptimalkan Efisiensi Kerja Akuntan Melalui Accurate” yang digelar di Aula FEBI Kampus II, Rabu […]

  • Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    Dr. Dedi: Ini Strategi Alumni untuk Meraih Masa Depan yang Sukses

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum memberikan bekal hidup bagi alumninya dalam merencanakan masa depan yang sukses; meliputi pengembangan karir, wirausaha, dan pendidikan berkelanjutan. “Ada tiga rencana setelah kalian diwisuda: mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau menikah. Kami lebih mengapresiasi jika di antara kalian […]

  • Ayo Bersihkan APK, Kecamatan Panyileukan Wujudkan Pilkada Tertib

    Ayo Bersihkan APK, Kecamatan Panyileukan Wujudkan Pilkada Tertib

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Kecamatan Panyileukan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), aparat Satpol PP, dan warga setempat melaksanakan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) pada Pilkada Serentak 2024, Minggu 24 November 2024. Kecamatan Panyileukan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), aparat Satpol PP, dan warga setempat melaksanakan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) pada Pilkada Serentak 2024, Minggu 24 […]

  • Keren! Raih Gelar Sarjana di Usia 20 Tahun, Jeane Wanggai Jadi Wisudawan Termuda ITB

    Keren! Raih Gelar Sarjana di Usia 20 Tahun, Jeane Wanggai Jadi Wisudawan Termuda ITB

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Pada wisuda ketiga Institut Teknologi Bandung tahun akademik 2021/2022 , Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai meraih predikat sebagai wisudawan termuda dengan usia baru 20 tahun. Jeane, begitu ia akrab disapa. Ia merupakan mahasiswi angkatan 2018 yang menamatkan kuliah sarjananya di program studi Teknik Lingkungan. Kepada reporter Humas ITB, gadis asal Papua tersebut merasa […]

  • Inilah 8 Prospek Karier Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi

    Inilah 8 Prospek Karier Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Apakah kamu tertarik mengambil jurusan ilmu komunikasi? Sebagai pertimbangan, kamu bisa cek prospek karier jurusan ilmu komunikasi di bawah ini. Mengutip laman Binus University, komunikasi merupakan studi interdisipliner yang mengintegrasikan linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Nantinya, mahasiswa akan mengkaji proses komunikasi manusia mulai dari konseptualisasi ide, penyampaian, hingga penerimaan pesan verbal dan […]

  • Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan “Resolusi Shakti 2025” yang berisi delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam. Resolusi ini merupakan hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung selama tiga hari (2-4 Desember 2025) di Hotel Shakti, Bandung.   Pertemuan yang mengangkat tema “Ekoteologi: Meneguhkan […]

expand_less