Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA, kanal31.com — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Forum Direktur Pascasarjana (FODIPAS) PTKIN se-Indonesia menyelenggarakan International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) V pada 21–23 November 2025 bertempat di Grand Rohan Jogja Hotel, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta akademisi Pascasarjana dari seluruh Indonesia. Hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. KH. Kamaruddin Amin, MA, yang memberikan arahan terkait penguatan riset dan inovasi di lingkungan PTKIN.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu peserta aktif dengan mengirim 10 delegasi, dan 2 tenaga kependidikan sebagai pendamping Direktur (Marfu dan Elsandi). Dipimpin oleh Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana. Hadir bersama Prof. Dr. H. Ajid Thohir, M.Ag. (Wakil Direktur I Bidang Akademik) dan Prof. Dr. H. Dindin Solahuddin, MA (Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama).

Delegasi UIN Bandung terdiri dari para Ketua dan Sekretaris Program Studi mulai dari Prodi Pendidikan Islam (Prof. Dr. H. Badrudin, M.Ag. bersama Prof. Dr. H. Bambang Syamsul Arifin, M.Si. selaku Sekretaris). Lalu dari Prodi Hukum Islam dipimpin oleh Prof. Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag. selaku Ketua dan Sekretarisnya Prof. Dr. H. Ending Solehudin, M.Ag. Kemudian Prodi Studi Agama-Agama (SAA) bersama Prof. Dr. M. Yusuf Wibisono, M.Ag. selaku Ketua, dan Sekretarisnya Dr. Dadang Darmawan, M.Ag. Selain itu Prodi Studi Agama-Agama (SAA) S2 Prof. M. Taufiq Rahman, Ph.D. yang turut hadir dalam acara bergengsi tersebut.

Paparan Materi Delegasi UIN Bandung

Pertama, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. membawa tema “Typology of Urban Kyai Da’wah in the Digital Era” Prof. Sarbini memotret perubahan karakter dakwah di kota-kota besar akibat disrupsi digital yang menyoroti bagaimana media sosial membentuk pola keberagamaan baru sehingga otoritas keagamaan tidak lagi hanya ditentukan oleh sanad keilmuan, tetapi oleh logika algoritma. Penelitian ini dilakukan di Bandung, Cirebon, dan Bogor dengan melibatkan enam kyai.

Direktur menjelaskan tiga tipologi dakwah kyai urban: Normatif-Tekstual, yang menekankan kekuatan dalil dan tradisi sanad. Lalu Motivasional-Spiritual, yang menyentuh aspek batin dan psikologi audiens. Terakhir Classic Salafiyah Digital, yaitu model pesantren tradisional yang mulai mengadopsi platform digital.

Dalam penjelasannya, Prof. Sarbini menekankan bahwa dakwah hari ini menjadi ruang kontestasi antara pengetahuan, spiritualitas, dan popularitas. Para pendakwah urban dituntut mengembangkan strategi hibrida yang menjaga integritas ilmu sambil beradaptasi dengan dinamika digital.

Kedua, Prof. Dr. H. Dindin Solahuddin, MA. mengangkat tema “Digital Da’wah Strategy of Islamic Boarding Schools in West Java” Prof. Dindin memaparkan hasil penelitian tentang strategi dakwah digital di tiga pesantren di Jawa Barat: Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk, Persis 67 Benda, dan Yaspida Sukabumi. Dengan menggunakan analisis tematik berbantuan NVivo 12, Hasilnya menemukan tiga pendekatan berbeda:

Model Literasi-Rasional (Al-Furqon): memadukan kurikulum literasi digital, tim media santri, dan konten beragam dari kajian tafsir hingga video pendek. Strategi Skriptural-Argumentatif (Persis 67): lebih fokus pada produk tulisan, dengan pengawasan ketat kyai untuk menjaga otoritas dan ketepatan ajaran. Model Kultural-Partisipatoris (Yaspida): menonjolkan kreativitas santri melalui musik, cerita rakyat, dan konten budaya lokal. Menurutnya strategi dakwah digital pesantren bukan hanya urusan teknis, tetapi sangat dipengaruhi identitas kelembagaan masing-masing. Penelitian ini juga membuka ruang untuk riset lanjutan tentang big data dakwah dan kolaborasi lintas negara.

Ketiga, Prof. M. Taufiq Rahman, Ph.D. dengan tema “Religion and Food Security in Tasikmalaya, Serang, and Cirebon” Prof. Taufiq menjelaskan bagaimana nilai agama berperan besar dalam menopang ketahanan pangan masyarakat. Praktik seperti sedekah, zakat, dan infak menjadi mekanisme redistribusi yang efektif bagi keluarga rentan. Penelitian ini membagi strategi ketahanan pangan berbasis nilai keagamaan ke dalam empat kategori:

Produksi: pesantren mengembangkan pertanian mandiri dan dapur kolektif. Distribusi: majlis taklim mengoptimalkan ZIS, bank makanan, dan lumbung digital. Edukasi: penyadaran anti-pemborosan dan konsumsi sehat. Kolaborasi: kemitraan dengan pemerintah, LSM, dan CSR. Melalui data lapangan ini menunjukkan bagaimana agama bukan hanya sumber moral, tetapi berpotensi pada kerangka aksi kolektif dalam menghadapi tantangan pangan.

Keempat, Prof. Dr. HM. Yusuf Wibisono, M.Ag. “Insertion of Religious Values for Building Environmental Resilience in Pangalengan” Prof. Yusuf mengangkat isu krisis lingkungan di Pangalengan akibat kerusakan kebun teh, deforestasi, dan krisis air. Perlunya pendekatan keagamaan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan melibatkan tokoh masyarakat, pesantren, serta masjid. Beberapa strategi yang diperkenalkan meliputi:

Penguatan Eco-Pesantren. Dakwah lingkungan melalui ceramah dan pengajian. Pengelolaan sampah berbasis jemaah, Pemanfaatan zakat, wakaf, dan sedekah untuk program konservasi. Tujuannya adalah membangun resiliensi lingkungan yang tidak hanya teknis, tetapi juga moral dan spiritual.

Kontribusi Delegasi UIN Bandung adalah Partisipasi para pemateri dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkaya forum melalui perspektif tentang dakwah digital, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi, dan memperlihatkan peran aktif UIN Bandung dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional.(nas)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Menag Terima Penghargaan Tokoh Kerukunan Umat Beragama

    Selamat! Menag Terima Penghargaan Tokoh Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima penghargaan sebagai Tokoh Kerukunan Umat Beragama kategori Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi sejak survei 2015. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Kemenag dalam memelihara kerukunan antar umat beragama. Apresiasi ini diberikan dalam Penganugerahan Indoposco kepada Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu yang hadir […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

  • Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan kanal31.com – Afirmasi Kementerian Agama terhadap guru madrasah dan pendidikan agama berbuah manis. Tahun ini, keikutsertaan mereka dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan meningkat tajam, angkanya mencapai 700%. Data Kemenag mencatat, ada 29.933 guru yang ikut PPG dalam Jabatan pada 2024. Tahun ini, total peserta PPG dalam Jabatan mencapai 206.411 guru madrasah […]

  • Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bedugul) — Masjid Besar Al-Hidayah di Bedugul, Bali, kini menjadi pusat pengembangan ekonomi umat berbasis masjid. Beberapa usaha yang dikembangkan di antaranya adalah Sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Syariah Indonesia (BSI), homestay, gedung serbaguna, rest area, kafe kopi, serta agrowisata. Sentra UMKM ini bertujuan untuk memfasilitasi pemasaran produk-produk pelaku UMKM binaan […]

  • Hujan Guyur Kota Bandung, Farhan Instruksikan Dinas dan Kewilayahan Siaga

    Hujan Guyur Kota Bandung, Farhan Instruksikan Dinas dan Kewilayahan Siaga

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hujan kembali mengguyur Kota Bandung sejak Jumat 14 Maret hingga Sabtu 15 Maret 2025 malam. Pada situasi saat ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta dinas terkait dan kewilayahan untuk bersiaga dan mengantisipasi terhadap bencana hidrometeorologi. Farhan juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana. “Kita terus kerja keras mengantisipasi agar […]

  • Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    Peneliti LIPI: Pemilu 2024 Harus Beri Pembelajaran Positif Bagi Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bukan sekadar menang atau kalahnya pasangan calon dan partai politik. Namun, Pemilu 2024 harus lebih menekankan pembelajaran positif bagi masyarakat. “Kita sudah punya pengalaman lima kali pemilu, namun yang belum kita belajar adalah bagaimana agar pemilu serentak […]

expand_less