Breaking News:
Beranda » BEWARA » Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

Delegasi UIN Bandung Gaungkan Inovasi dalam INCOILS V dan Forum Direktur Pascasarjana se-Indonesia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA, kanal31.com — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Forum Direktur Pascasarjana (FODIPAS) PTKIN se-Indonesia menyelenggarakan International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) V pada 21–23 November 2025 bertempat di Grand Rohan Jogja Hotel, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta akademisi Pascasarjana dari seluruh Indonesia. Hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. KH. Kamaruddin Amin, MA, yang memberikan arahan terkait penguatan riset dan inovasi di lingkungan PTKIN.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu peserta aktif dengan mengirim 10 delegasi, dan 2 tenaga kependidikan sebagai pendamping Direktur (Marfu dan Elsandi). Dipimpin oleh Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana. Hadir bersama Prof. Dr. H. Ajid Thohir, M.Ag. (Wakil Direktur I Bidang Akademik) dan Prof. Dr. H. Dindin Solahuddin, MA (Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama).

Delegasi UIN Bandung terdiri dari para Ketua dan Sekretaris Program Studi mulai dari Prodi Pendidikan Islam (Prof. Dr. H. Badrudin, M.Ag. bersama Prof. Dr. H. Bambang Syamsul Arifin, M.Si. selaku Sekretaris). Lalu dari Prodi Hukum Islam dipimpin oleh Prof. Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag. selaku Ketua dan Sekretarisnya Prof. Dr. H. Ending Solehudin, M.Ag. Kemudian Prodi Studi Agama-Agama (SAA) bersama Prof. Dr. M. Yusuf Wibisono, M.Ag. selaku Ketua, dan Sekretarisnya Dr. Dadang Darmawan, M.Ag. Selain itu Prodi Studi Agama-Agama (SAA) S2 Prof. M. Taufiq Rahman, Ph.D. yang turut hadir dalam acara bergengsi tersebut.

Paparan Materi Delegasi UIN Bandung

Pertama, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. membawa tema “Typology of Urban Kyai Da’wah in the Digital Era” Prof. Sarbini memotret perubahan karakter dakwah di kota-kota besar akibat disrupsi digital yang menyoroti bagaimana media sosial membentuk pola keberagamaan baru sehingga otoritas keagamaan tidak lagi hanya ditentukan oleh sanad keilmuan, tetapi oleh logika algoritma. Penelitian ini dilakukan di Bandung, Cirebon, dan Bogor dengan melibatkan enam kyai.

Direktur menjelaskan tiga tipologi dakwah kyai urban: Normatif-Tekstual, yang menekankan kekuatan dalil dan tradisi sanad. Lalu Motivasional-Spiritual, yang menyentuh aspek batin dan psikologi audiens. Terakhir Classic Salafiyah Digital, yaitu model pesantren tradisional yang mulai mengadopsi platform digital.

Dalam penjelasannya, Prof. Sarbini menekankan bahwa dakwah hari ini menjadi ruang kontestasi antara pengetahuan, spiritualitas, dan popularitas. Para pendakwah urban dituntut mengembangkan strategi hibrida yang menjaga integritas ilmu sambil beradaptasi dengan dinamika digital.

Kedua, Prof. Dr. H. Dindin Solahuddin, MA. mengangkat tema “Digital Da’wah Strategy of Islamic Boarding Schools in West Java” Prof. Dindin memaparkan hasil penelitian tentang strategi dakwah digital di tiga pesantren di Jawa Barat: Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk, Persis 67 Benda, dan Yaspida Sukabumi. Dengan menggunakan analisis tematik berbantuan NVivo 12, Hasilnya menemukan tiga pendekatan berbeda:

Model Literasi-Rasional (Al-Furqon): memadukan kurikulum literasi digital, tim media santri, dan konten beragam dari kajian tafsir hingga video pendek. Strategi Skriptural-Argumentatif (Persis 67): lebih fokus pada produk tulisan, dengan pengawasan ketat kyai untuk menjaga otoritas dan ketepatan ajaran. Model Kultural-Partisipatoris (Yaspida): menonjolkan kreativitas santri melalui musik, cerita rakyat, dan konten budaya lokal. Menurutnya strategi dakwah digital pesantren bukan hanya urusan teknis, tetapi sangat dipengaruhi identitas kelembagaan masing-masing. Penelitian ini juga membuka ruang untuk riset lanjutan tentang big data dakwah dan kolaborasi lintas negara.

Ketiga, Prof. M. Taufiq Rahman, Ph.D. dengan tema “Religion and Food Security in Tasikmalaya, Serang, and Cirebon” Prof. Taufiq menjelaskan bagaimana nilai agama berperan besar dalam menopang ketahanan pangan masyarakat. Praktik seperti sedekah, zakat, dan infak menjadi mekanisme redistribusi yang efektif bagi keluarga rentan. Penelitian ini membagi strategi ketahanan pangan berbasis nilai keagamaan ke dalam empat kategori:

Produksi: pesantren mengembangkan pertanian mandiri dan dapur kolektif. Distribusi: majlis taklim mengoptimalkan ZIS, bank makanan, dan lumbung digital. Edukasi: penyadaran anti-pemborosan dan konsumsi sehat. Kolaborasi: kemitraan dengan pemerintah, LSM, dan CSR. Melalui data lapangan ini menunjukkan bagaimana agama bukan hanya sumber moral, tetapi berpotensi pada kerangka aksi kolektif dalam menghadapi tantangan pangan.

Keempat, Prof. Dr. HM. Yusuf Wibisono, M.Ag. “Insertion of Religious Values for Building Environmental Resilience in Pangalengan” Prof. Yusuf mengangkat isu krisis lingkungan di Pangalengan akibat kerusakan kebun teh, deforestasi, dan krisis air. Perlunya pendekatan keagamaan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan melibatkan tokoh masyarakat, pesantren, serta masjid. Beberapa strategi yang diperkenalkan meliputi:

Penguatan Eco-Pesantren. Dakwah lingkungan melalui ceramah dan pengajian. Pengelolaan sampah berbasis jemaah, Pemanfaatan zakat, wakaf, dan sedekah untuk program konservasi. Tujuannya adalah membangun resiliensi lingkungan yang tidak hanya teknis, tetapi juga moral dan spiritual.

Kontribusi Delegasi UIN Bandung adalah Partisipasi para pemateri dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkaya forum melalui perspektif tentang dakwah digital, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi, dan memperlihatkan peran aktif UIN Bandung dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional.(nas)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Bu Cinta: Hadapi Tantangan Masa Depan dengan Bekal Ini

    Pesan Bu Cinta: Hadapi Tantangan Masa Depan dengan Bekal Ini

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi tantangan di masa depan. Tidak hanya hard skill, mahasiswa pun perlu memiliki soft skill dalam menghadapi tantangan tersebut. Begitulah yang disampaikan Ketua PKK & Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya saat memberikan materi pada pekan sosialisasi dan orientasi mahasiswa baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung (Bandung) pada […]

  • MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

    MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menjadi tuan rumah diskusi Madrasah Malam Raboan (MMR), kali ini mengusung tema “Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu” Rabu (11/12/2024). Acara yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan sejumlah akademisi, mahasiswa, dan tokoh penting, dengan jumlah peserta mencapai 35 orang. Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB dengan sesi pembukaan yang […]

  • Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Suwendi, Dosen Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN merupakan langkah strategis untuk melahirkan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kompetensi agamawan yang ilmuwan atau ilmuwan yang agamawan. Dua kompetensi sekaligus, ahli agama dan ahli ilmu pengetahuan, terekonstruksi dalam kebijakan transformasi lembaga ini. Inilah sesungguhnya di antara alasan lahirnya PP 46 tahun 2019 tentang […]

  • Gunakan Dana CSR, Gedung Mako Polsek Arjasari Dibangun

    Gunakan Dana CSR, Gedung Mako Polsek Arjasari Dibangun

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAl31.COM – Polresta Bandung melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Mako Polsek Arjasari di Perumahan Kota Baru Arjasari RT 04/RW 13 Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Senin (13/1/2025). Peletakan batu pertama itu dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus, didampingi Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna, Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr […]

  • Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    PEKALONGAN, kanal31.com–  Pariwisata halal selama ini sering diperdebatkan secara dangkal, seolah-olah penyeragaman destinasi atau sekadar urusan stempel halal pada makanan. Hal itu terjadi karena regulasinya yang masih tumpang-tindih dan belum terintegrasi secara utuh dalam sistem hukum nasional. Sebuah riset komprehensif  Dr. Heris Suhendar –-dosen UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dalam Sidang Senat Terbuka Doktoral yang […]

  • Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung.
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan atas perjuangan para pekerja. Bagi umat Islam, ini menjadi momen penting untuk merenungkan makna bekerja dalam perspektif Islam, serta mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW dalam hal etos kerja, kemandirian ekonomi, dan integritas dalam profesi. Bekerja dalam Islam sebagai Kewajiban Ibadah […]

expand_less