Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Imam Masjid Duta Perdamaian dan Subjek Diplomasi Global

Imam Masjid Duta Perdamaian dan Subjek Diplomasi Global

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas imam masjid agar mampu menjawab tantangan umat sekaligus mengambil peran lebih besar dalam membangun perdamaian dunia. Imam masjid juga bisa menjadi subjek diplomasi global.

Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Road to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jawa Barat yang mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace.”

Menurut Menag, imam masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai figur yang memimpin salat dan kegiatan keagamaan. Imam masjid juga memiliki posisi strategis sebagai pemimpin moral, pendidik masyarakat, penjaga harmoni sosial, sekaligus representasi nilai-nilai Islam di tengah kehidupan bangsa dan dunia.

“Kita ingin meningkatkan kapasitas imam masjid agar tidak hanya kuat dalam kapasitas keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, literasi sosial, serta perspektif global. Imam masjid harus mampu membaca perubahan zaman dan memberikan jawaban keagamaan yang menyejukkan, mencerahkan, dan menyatukan,” ujar Menag di Bandung, Minggu (23/8/2026).

Menag menilai penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin penting karena masjid merupakan ruang publik yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Dari masjid, nilai keislaman dapat diterjemahkan menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, kepedulian sosial, dan nasionalisme.

“Imam masjid sesungguhnya adalah duta perdamaian. Karena itu, imam masjid harus mampu menjadi subjek diplomasi dunia. Dari mihrab masjid, pesan perdamaian Indonesia dapat disampaikan kepada masyarakat internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal sosial dan keagamaan yang sangat besar untuk memperkuat diplomasi agama. Tradisi Islam Nusantara yang mengedepankan keseimbangan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman dapat menjadi kontribusi penting bagi penyelesaian berbagai persoalan global.

“Imam masjid juga merupakan perekat nasionalisme bangsa di tengah masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi perbedaan pilihan, latar belakang, dan pandangan, masjid harus menjadi ruang yang mempertemukan, bukan memisahkan. Imam harus hadir sebagai penjaga persatuan Indonesia,” katanya.

Ketua Steering Committee IGIC 2026, Irjen. Pol. M. Sabilul Alif, dalam sambutan menegaskan bahwa Jawa Barat merupakan titik strategis dalam rangkaian menuju IGIC 2026. “Jawa Barat memiliki tradisi keislaman, pendidikan, pesantren, serta semangat kebangsaan yang kuat. Daerah ini juga telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan tokoh umat yang berkontribusi dalam kehidupan keislaman dan kebangsaan Indonesia,” ungkap Sabilul Alif.

Ia menegaskan, IGIC bukan sekadar konferensi internasional, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Masjid diharapkan menjadi pusat harmoni, pendidikan, pemberdayaan umat, diplomasi keagamaan, dan perdamaian.

Rangkaian Jawa Barat menghadirkan unsur Kementerian Agama, pemerintah daerah, kepolisian, perguruan tinggi, pengurus masjid, serta tokoh ulama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi menuju IGIC 2026 yang mempertemukan imam dan tokoh agama dari berbagai negara. Situs resmi IGIC menyebut konferensi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas imam sebagai pemimpin moral, membangun jejaring internasional, serta merumuskan respons bersama terhadap isu perdamaian, toleransi, lingkungan, dan tantangan kemanusiaan global.

Dari Jawa Barat, semangat tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk menjadikan imam masjid sebagai kekuatan strategis Indonesia dalam merawat persatuan nasional sekaligus menghadirkan pesan Islam yang damai bagi dunia.

Hadir dalam giat ini, Kapolrestabes Bandung, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, Ketua DKM Masjid Pusdai, KH. Jujun Junaidi, Rektor UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Prof. Rosihon Anwar, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), Prof. Aan Jaelani, Ketua PW IPIM Jabar, KH. Rif’at Abi syahid beserta 5.000 jamaah dari barbagai Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran dan Umat Islam Abad 21

    Iran dan Umat Islam Abad 21

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Penasihat Parlemen Iran: “Tangan Amerika Harus Dipotong, Jalannya Lewat Leher Netanyahu!” Whaaaw …. Saya ingin membongkar psikologi ucapan itu dan memberi makna untuk renungan umat. Apa yang menarik dari ucapan itu yang dikatakan Iran pada Amerika dan Netanyahu? Jawabannya: Dignity! Self-pride, self-esteem alias harga diri. Harga diri umat. Harga diri umat otomatis […]

  • Mahasiswa Tidak Membaca, Dosen Juga Tidak Menulis 

    Mahasiswa Tidak Membaca, Dosen Juga Tidak Menulis 

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Syahiduz Zaman, dosen TI UIN Malang
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Pada pertemuan pertama mata kuliah Sistem Informasi, saya mencoba melakukan hal sederhana: bertanya kepada mahasiswa tentang buku.   Saya mengajar empat kelas. Saya menunjukkan buku Principles of Information Systems, buku teks yang selama ini menjadi salah satu rujukan utama bidang Sistem Informasi. Saya bertanya, “Menurut kalian, berapa harga buku ini?”   Jawabannya menarik. […]

  • Prof Azra : Pendorong Transformasi PTKIN Berpulang

    Prof Azra : Pendorong Transformasi PTKIN Berpulang

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM- Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, UIN Jakarta kembali berduka. Guru Besar sekaligus Rektor UIN Jakarta periode 1998-2006 Prof. Dr. Azyumardi Azra M.Phil., MA., CBE., wafat di Malaysia hari ini, Ahad (18/9/2022). Almarhum wafat setelah dirawat para dokter RS Serdang Malaysia pasca dinyatakan sakit dalam perjalanannya memenuhi undangan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Informasi wafatnya Profesor […]

  • Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Safari Ramadan di Kecamatan Gedebage mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan warga, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat selama bulan suci Ramadan. Salah satu warga, Agung Ardian (34), menyatakan, program ini sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. […]

  • Perdana, 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru dari Kemenag-LPDP

    Perdana, 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru dari Kemenag-LPDP

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyiapkan dana penyelenggaraan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2022. Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana Sapdi menyampaikan bahwa program ini bagian dari upaya Kemenag meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru binaan Kementerian Agama. Skema ini merupakan salah satu dari […]

  • Tetap Waspada, 5 Tips Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

    Tetap Waspada, 5 Tips Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Pelecehan seksual masih menjadi hal yang harus dicegah. Orang tua wajib mengantisipasi terjadinya hal ini ketika anak atau saudara sedang di luar rumah. Dilansir dari laman Kota Bandung, berikut 5 tips untuk orang tua, sebagai upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak. 1. Ajarkan Anak untuk Waspada […]

expand_less