Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Iran dan Umat Islam Abad 21

Iran dan Umat Islam Abad 21

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Penasihat Parlemen Iran: “Tangan Amerika Harus Dipotong, Jalannya Lewat Leher Netanyahu!” Whaaaw ….

Saya ingin membongkar psikologi ucapan itu dan memberi makna untuk renungan umat.

Apa yang menarik dari ucapan itu yang dikatakan Iran pada Amerika dan Netanyahu? Jawabannya: Dignity! Self-pride, self-esteem alias harga diri. Harga diri umat. Harga diri umat otomatis berarti harga diri agamanya sebagai agama yang benar (dĂŽn al-haq) dan umat yang terbaik (khaira ummah).

Pantaskah pengikut ‘agama yang benar’ dan ‘umat yang terbaik’ selama ini miskin, terbelakang, ketinggalan, sikap mentalnya lemah, kesadarannya rendah, direndahkan, dipermainkan, dilecehkan oleh umat lain? Tentu saja semuanya tak pantas.

Harga diri berkaitan dengan banyak hal: Kualitas umat, kemajuan, prestasi, kemandirian ekonomi yang tak ngemis dan gemar ngutang, terutama kesadaran moral dan sikap mental. Kurang lebih tiga abad, umat, semuanya ketinggalan, yang tersisa tinggal ajarannya yang paling agung, paling luhur dan paling mulia. Dan selama tiga abad, semua itu tak matching dengan kualitas umatnya yang sedang berada dalam kemunduran.

Harga diri. Inilah yang umat Islam kehilangan beberapa abad sejak mengalami kemunduran dan dominasi peradaban berpindah ke Barat. Kemundurannya sendiri sebagai siklus peradaban, sebagai sunatullah, tak bisa dihindari, harus dialami sebagai pelajaran. Tapi umat harus segera sadar dan mudah-mudahan mulai akan kembali melalui keberanian Iran itu. Kuncinya, umat Islam harus memenangkan perang dan kekuasaan global.

Berkuasanya umat Islam bukan ‘karena,’ ‘untuk’ dan ‘sebagai’ dendam, tapi untuk memenangkan kebenaran dan membuktikan keagungan agamanya sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tak seperti selama ini, dunia kacau balau dan rusak oleh human greedy (kerakusan) yang merusak manusia dan alam karena yang berkuasanya bukan ‘ajaran agama yang diturunkan Tuhan sebagai petunjuk keselamatan’ tapi kapitalisme, demokrasi, hedonisme, liberalisme, sekularisme. Semua tumpuannya satu: Syahwat kesenangan dan memuja kesenangan dunia!! Wajar, karena semuanya tak memiliki ajaran hisab di akhirat. Semua ideologi itu hanya untuk kepuasan dunia dan tak ada hubungannya dengan keselamatan di akhirat.

Wajar semua itu menyesatkan, maka umat Islam harus kembali kepada ajaran agamanya. Kembali pada kesadaran agama bukanlah hal yang mudah karena menyangkut kesadaran. Kesadaran ini mahal, untuk memilikinya pun harus berproses lama dengan banyak melakukan perenungan dan berulang-ulang proses kegagalan. Maka, kembali kepada agama, atau umat Islam pada ajaran Islam, tak bisa dipaksakan.

Bila Iran memenangkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel di abad ke-21 ini, tak juga otomatis bahwa umat Islam akan mengembalikan harga dirinya. Karena kemenangan perang atau kembalinya dominasi politik hanyalah salah satunya. Itu hanya instrumen kekuasaan. Yang lebih penting adalah kesadaran moral. Tapi, bukan berarti kemenangan politik dan kekuasaan bukan tak penting. Sangat penting! Karena ajaran kebenaran, salah satunya harus dipaksa melalui penguasaan dan kekuasaan. Misalnya, bagaimana para ulama, para ustadz, para mubaligh dan para pendakwah selama ini terus-terusan mengajarkan kebaikan, kesadaran dan kebenaran, tapi sistem sosial, budaya, ekonomi dan politiknya, semua bertentangan dengan seruan dan ajakan kebenaran itu. Disinilah dominasi politik dan kekuasaan menjadi penting yang bisa mengimplementasikan ajaran kebenaran melalui struktur kekuasaan.

Harapan kemenangan Iran, sebagai representasi politik Muslim, atas AS dan Israel, dan katakanlah Islam menjadi penguasa dunia di abad 21, pasti akan akan berdampak pada banyak hal (lepaskan dulu soal Sunni Syi’ah). Maka, dengan dominasi kekuasaan globalnya, secara proses sejarah, tentu kapitalisme akan mengalami koreksi, demokrasi akan mengalami revisi, sekularisme akan dilucuti, hedonisme akan berganti, dst. Akhirnya, seperti yang sudah terjadi dalam sejarah berabad-abad, dunia ini lebih baik berada di tangan kaum Muslimin atas bimbingan wahyu Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW, ketimbang dunia modern sekarang yang dikuasai oleh hawa nafsu kekuasaan dan syahwat duniawi yang merusak manusia dan alam: Al-Qur’an sudah menjelaskannya 15 abad yang lalu: “Telah terjadi kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh tangan-tangan manusia.”

Pertanyaannya, akankah umat Islam sekarang ini akan menerima pikiran seperti ini? Jawabannya, tergantung penghayatannya masing-masing pada agamanya yang selama ini dipeluknya. Apakah Islam itu hanya formalitas? Hanya status? Hanya di mulut? Hanya studi dan profesionalisme kajian ilmiah? Hanya tradisi akademik? Hanya karir? Hanya KTP, beriman hanya setengah-setengah? Atau, Islam dihayati sebagai way of life alias jalan hidup? Sistem kehidupan atau sistem peradaban?

Untuk jawaban ini, sebagian umat yang belum menghayati Islam sebagai jalan hidup, tampaknya harus introspeksi bahkan malu, paling tidak pada dua orang yang keduanya bukan Muslim: Orientalis besar H.A.R Gibb dan Rocky Gerung.

Gibb terkenal dalam sejarah mengatakan: “Islam is indeed much more than a system of theology, it is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekadar ajaran teologis, tapi sebuah peradaban yang lengkap). Dan Rocky Gerung mengatakan: “Saya ingin negara Islam karena ‘justice,’ konsep keadilannya, lebih mudah dibayangkan ketimbang di ajaran lain termasuk dalam Pancasila.” Dia juga mengatakan, “ideologi saya Islam, muamalah saya adalah Islam.” Apa arti kedua ucapan kedua orang ini? Itulah penghayatan!! Yang jutaan umat Islam justru tak menghayati agamanya seperti kedua “orang kafir” ini. Ya gak masalah, pertanggungjawabannya kelak masing-masing di akhirat, apa arti agama yang kita anut selama ini?

Hubungannya dengan Iran? Ah masa belum paham juga. Ngopilah 😊☕🚬

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  – Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Perkembangan Fotografi di Era Digital” pada Rabu (24/9/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Aula FDK UIN SGD Bandung dengan menghadirkan narasumber utama, Oka Hardiana, S.Sos, seorang praktisi sekaligus fotografer […]

  • Upacara HUT ke-79 RI di IKN: Menag Doakan Nusantara Baru Indonesia Maju Terwujud

    Upacara HUT ke-79 RI di IKN: Menag Doakan Nusantara Baru Indonesia Maju Terwujud

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (PENAJAM) — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas didaulat membacakan doa dalam Upacara Peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, yang digelar perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini, Menag berdoa agar cita-cita Nusantara Baru Indonesia Maju dapat terwujud tanpa rintangan. “Bimbing dan pandu kami melewati masa-masa peralihan ini, agar […]

  • Masjid Baitul Huda: Makan, Pangkas Rambut Gratis Hingga Kajian

    Masjid Baitul Huda: Makan, Pangkas Rambut Gratis Hingga Kajian

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    NUBANDUNG.ID — Masjid Baitul Huda di Jalan Terusan Jakarta No. 138, Antapani Tengah, Kota Bandung sukses memakmurkan masjid dengan menarik banyak jemaah melalui berbagai program unggulannya. Program paling populer yang membuat jemaah sering berdatangan adalah makan siang gratisnya. Program ini adalah program utama untuk menggaet jemaah agar istiqomah datang ke Masjid Baitul Huda. “Program makan-makan […]

  • Makna Pergantian Tahun

    Makna Pergantian Tahun

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — TAHUN Baru biasanya ditandai berakhirnya penanggalan. Ia berganti jadi yang baru. Sebuah masa yang belum dialami sebelumnya dan insya Allah disongsong. Setiap tanggal 1 Januari masyarakat dunia merayakan Tahun Baru Masehi. Tak jarang sebagian umat Islam pun ikut. Hal ini dkarenakan ketidaktahuan bahwa Islam pun mempunyai sistem penanggalan tersendiri. Hijriyah nama kalender Islam, […]

  • Ayo Ikutan Lomba Cerdas Cermat Museum 2022

    Ayo Ikutan Lomba Cerdas Cermat Museum 2022

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Museum Nasional bersama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tahun 2022 guna mendekatkan sejarah bangsa pada remaja sebagai generasi masa depan. “Lewat LCCM kami berharap agar para siswa dapat menambah wawasan kebudayaan, sejarah dan pengetahuan lain,” kata Plt. Kepala Museum Nasional Sri Hartini dalam […]

  • Inilah Daftar Penghargaan 11 Penyuluh Agama Islam Terbaik 2024

    Inilah Daftar Penghargaan 11 Penyuluh Agama Islam Terbaik 2024

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Kementerian Agama memberi penghargaan kepada 11 Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam perhelatan PAI Award 2024. Acara ini tidak hanya menjadi wujud apresiasi terhadap dedikasi dan loyalitas PAI, tetapi juga sebagai pengakuan atas peran vital mereka dalam memberi inovasi dan gagasan terkait kepenyuluhan agama Islam di Indonesia. Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) […]

expand_less