Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » CITIZEN » Iran dan Umat Islam Abad 21

Iran dan Umat Islam Abad 21

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Penasihat Parlemen Iran: “Tangan Amerika Harus Dipotong, Jalannya Lewat Leher Netanyahu!” Whaaaw ….

Saya ingin membongkar psikologi ucapan itu dan memberi makna untuk renungan umat.

Apa yang menarik dari ucapan itu yang dikatakan Iran pada Amerika dan Netanyahu? Jawabannya: Dignity! Self-pride, self-esteem alias harga diri. Harga diri umat. Harga diri umat otomatis berarti harga diri agamanya sebagai agama yang benar (dĂŽn al-haq) dan umat yang terbaik (khaira ummah).

Pantaskah pengikut ‘agama yang benar’ dan ‘umat yang terbaik’ selama ini miskin, terbelakang, ketinggalan, sikap mentalnya lemah, kesadarannya rendah, direndahkan, dipermainkan, dilecehkan oleh umat lain? Tentu saja semuanya tak pantas.

Harga diri berkaitan dengan banyak hal: Kualitas umat, kemajuan, prestasi, kemandirian ekonomi yang tak ngemis dan gemar ngutang, terutama kesadaran moral dan sikap mental. Kurang lebih tiga abad, umat, semuanya ketinggalan, yang tersisa tinggal ajarannya yang paling agung, paling luhur dan paling mulia. Dan selama tiga abad, semua itu tak matching dengan kualitas umatnya yang sedang berada dalam kemunduran.

Harga diri. Inilah yang umat Islam kehilangan beberapa abad sejak mengalami kemunduran dan dominasi peradaban berpindah ke Barat. Kemundurannya sendiri sebagai siklus peradaban, sebagai sunatullah, tak bisa dihindari, harus dialami sebagai pelajaran. Tapi umat harus segera sadar dan mudah-mudahan mulai akan kembali melalui keberanian Iran itu. Kuncinya, umat Islam harus memenangkan perang dan kekuasaan global.

Berkuasanya umat Islam bukan ‘karena,’ ‘untuk’ dan ‘sebagai’ dendam, tapi untuk memenangkan kebenaran dan membuktikan keagungan agamanya sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tak seperti selama ini, dunia kacau balau dan rusak oleh human greedy (kerakusan) yang merusak manusia dan alam karena yang berkuasanya bukan ‘ajaran agama yang diturunkan Tuhan sebagai petunjuk keselamatan’ tapi kapitalisme, demokrasi, hedonisme, liberalisme, sekularisme. Semua tumpuannya satu: Syahwat kesenangan dan memuja kesenangan dunia!! Wajar, karena semuanya tak memiliki ajaran hisab di akhirat. Semua ideologi itu hanya untuk kepuasan dunia dan tak ada hubungannya dengan keselamatan di akhirat.

Wajar semua itu menyesatkan, maka umat Islam harus kembali kepada ajaran agamanya. Kembali pada kesadaran agama bukanlah hal yang mudah karena menyangkut kesadaran. Kesadaran ini mahal, untuk memilikinya pun harus berproses lama dengan banyak melakukan perenungan dan berulang-ulang proses kegagalan. Maka, kembali kepada agama, atau umat Islam pada ajaran Islam, tak bisa dipaksakan.

Bila Iran memenangkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel di abad ke-21 ini, tak juga otomatis bahwa umat Islam akan mengembalikan harga dirinya. Karena kemenangan perang atau kembalinya dominasi politik hanyalah salah satunya. Itu hanya instrumen kekuasaan. Yang lebih penting adalah kesadaran moral. Tapi, bukan berarti kemenangan politik dan kekuasaan bukan tak penting. Sangat penting! Karena ajaran kebenaran, salah satunya harus dipaksa melalui penguasaan dan kekuasaan. Misalnya, bagaimana para ulama, para ustadz, para mubaligh dan para pendakwah selama ini terus-terusan mengajarkan kebaikan, kesadaran dan kebenaran, tapi sistem sosial, budaya, ekonomi dan politiknya, semua bertentangan dengan seruan dan ajakan kebenaran itu. Disinilah dominasi politik dan kekuasaan menjadi penting yang bisa mengimplementasikan ajaran kebenaran melalui struktur kekuasaan.

Harapan kemenangan Iran, sebagai representasi politik Muslim, atas AS dan Israel, dan katakanlah Islam menjadi penguasa dunia di abad 21, pasti akan akan berdampak pada banyak hal (lepaskan dulu soal Sunni Syi’ah). Maka, dengan dominasi kekuasaan globalnya, secara proses sejarah, tentu kapitalisme akan mengalami koreksi, demokrasi akan mengalami revisi, sekularisme akan dilucuti, hedonisme akan berganti, dst. Akhirnya, seperti yang sudah terjadi dalam sejarah berabad-abad, dunia ini lebih baik berada di tangan kaum Muslimin atas bimbingan wahyu Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW, ketimbang dunia modern sekarang yang dikuasai oleh hawa nafsu kekuasaan dan syahwat duniawi yang merusak manusia dan alam: Al-Qur’an sudah menjelaskannya 15 abad yang lalu: “Telah terjadi kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh tangan-tangan manusia.”

Pertanyaannya, akankah umat Islam sekarang ini akan menerima pikiran seperti ini? Jawabannya, tergantung penghayatannya masing-masing pada agamanya yang selama ini dipeluknya. Apakah Islam itu hanya formalitas? Hanya status? Hanya di mulut? Hanya studi dan profesionalisme kajian ilmiah? Hanya tradisi akademik? Hanya karir? Hanya KTP, beriman hanya setengah-setengah? Atau, Islam dihayati sebagai way of life alias jalan hidup? Sistem kehidupan atau sistem peradaban?

Untuk jawaban ini, sebagian umat yang belum menghayati Islam sebagai jalan hidup, tampaknya harus introspeksi bahkan malu, paling tidak pada dua orang yang keduanya bukan Muslim: Orientalis besar H.A.R Gibb dan Rocky Gerung.

Gibb terkenal dalam sejarah mengatakan: “Islam is indeed much more than a system of theology, it is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekadar ajaran teologis, tapi sebuah peradaban yang lengkap). Dan Rocky Gerung mengatakan: “Saya ingin negara Islam karena ‘justice,’ konsep keadilannya, lebih mudah dibayangkan ketimbang di ajaran lain termasuk dalam Pancasila.” Dia juga mengatakan, “ideologi saya Islam, muamalah saya adalah Islam.” Apa arti kedua ucapan kedua orang ini? Itulah penghayatan!! Yang jutaan umat Islam justru tak menghayati agamanya seperti kedua “orang kafir” ini. Ya gak masalah, pertanggungjawabannya kelak masing-masing di akhirat, apa arti agama yang kita anut selama ini?

Hubungannya dengan Iran? Ah masa belum paham juga. Ngopilah 😊☕🚬

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM— Hancur sudah harapan pegawai Honorer Kategori 2 (HK2) UIN SGD Bandung untuk meraih status pegawai negeri sipil (PNS). Sebagian harus puas menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebagian lagi gagal mendaftar P3K karena hanya lulusan SLTA, dan sebagian lagi nasibnya kadaluarsa karena ‘dimakan’ usia. Prahara yang menimpa HK2 ini tidak datang dengan serta-merta, […]

  • Keren! Aby Ramadhan, Siswa MTsN 3 Kota Surabaya Juara I Tinju Amatir Jatim

    Keren! Aby Ramadhan, Siswa MTsN 3 Kota Surabaya Juara I Tinju Amatir Jatim

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (SURABAYA) — Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Surabaya beberapa hari yang lalu meraih Juara I Tinju Amatir se-Jawa Timur Kategori Putera Kelas -80 Kg. Siswa tersebut adalah M. Aby Ramadhan N, putra dari pasangan Bapak Yanuar Nusi dan Ibu Andi Yuliana. Kejuaraan Tinju Amatir ini diselenggarakan oleh Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia […]

  • Inilah Tips dan Trik Publikasi Scopus Ala Adhan Efendi

    Inilah Tips dan Trik Publikasi Scopus Ala Adhan Efendi

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengakhiri bulan Juni 2025 dengan semangat akademik yang membara, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Kelas Menulis dan Workshop Academic Writing yang terbuka untuk umum tanpa biaya. Dengan menghadirkan narasumber utama Adhan Efendi, seorang pakar publikasi ilmiah sekaligus kandidat doktor di National Chin-Yi University of Technology, Taiwan. Kegiatan yang dilaksanakan […]

  • Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG – Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan studium generale dengan tema “Aspek Hukum Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 168/PUU-XXI/2023” di Aula Utama FSH. Acara ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai aspek hukum ketenagakerjaan, terutama terkait perubahan-perubahan yang diatur setelah putusan […]

  • Tingkatkan Daya Saing Global, Mahasiswa FTK UIN Bandung Magang ke Malaysia

    Tingkatkan Daya Saing Global, Mahasiswa FTK UIN Bandung Magang ke Malaysia

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi melepas mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Latihan Profesi (PLP) Internasional Malaysia, Jumat (3/10/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman praktik lapangan pendidikan di luar negeri, khususnya di PASTI Al-Mukmin, Bandar Springhill, Port Dickson, Negeri Sembilan, […]

  • Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan  Call for Papers AICIS 2024

    Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan Call for Papers AICIS 2024

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (SEMARANG) Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama mengundang para akademisi dan peneliti untuk ikut dalam Call for Paper pada The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Kesempatan mengikuti program ini dibuka mulai 11 Desember 2023 sampai 14 Januari 2024. “Mulai hari ini, kami undang para peneliti dan akademisi untuk ikut berpartisipasi dalam call […]

expand_less