Sabtu, 31 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » CITIZEN » Jari dan Kebenaran

Jari dan Kebenaran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Ini zaman “post truth”, begitu para pemikir menyebutnya. Sebuah zaman ketika emosi lebih dipercaya ketimbang fakta. Kebenaran objektif dikesampingkan, ukuran benar dan salah disepelekan. Dalam lanskap ini, budaya “berbagi” (share) menemukan lahannya yang paling subur.

Hanya dalam hitungan detik, sebuah informasi bisa tersebar luas, bukan karena ia benar, tapi karena ia menyentuh emosi. Karena ia menguatkan keberpihakan. Karena ia meneguhkan bisikan keyakinan kita.

Konon, di masa lalu, berbicara di hadapan publik adalah privilese yang terbatas. Setiap kata dan kalimat yang keluar ditimbang dengan perhitungan yang matang. Narasi dibangun dengan penuh kehati-hatian.

Tapi hari ini, semua orang adalah penyiar, dan jari adalah mikrofon. Tombol “share” telah menggantikan proses berpikir yang seharusnya mendahului komunikasi. “Kebenaran dan politik jarang berjalan seiring, tetapi di zaman sekarang, kebohongan bahkan lebih cepat berlari,” begitu kata Hannah Arendt.

Kita sering membagikan sesuatu bukan karena kita telah memeriksa kebenarannya, melainkan karena ia selaras dengan perasaan kita. Ketika kita marah, terharu, atau takut, segera saja kita ingin orang lain juga merasakan ikhwal serupa. Dalam ekosistem media sosial, emosi adalah bahan bakar utama. Semakin emosional sebuah konten, semakin besar peluangnya untuk menjadi viral. Kebenaran menjadi subordinat.

Barangkali, di sinilah bahayanya: ketika berbagi dilakukan bukan karena keyakinan akan kebenaran, tetapi karena kenyamanan psikologis. Kita membangun “ruang gema” (echo chamber) di mana satu-satunya suara yang kita dengar adalah suara yang memantul dari diri sendiri.

Kita memilih hanya apa yang ingin kita dengar. Kita membagikan hanya apa yang mendukung keyakinan kita. Maka, lahirlah masyarakat yang terfragmentasi, bukan karena kekurangan informasi, tapi karena kelebihan disinformasi yang tidak disaring.

Berbagi informasi tanpa berpikir adalah bentuk lain dari kelalaian bahkan kebodohan. Dalam post-truth society, kelalaian semacam ini bukan hanya persoalan etis, tapi juga politis. Sebuah berita palsu yang dibagikan ribuan kali bisa membentuk opini publik, bahkan kebijakan. Kita menjadi bagian dari pusaran, dan tanpa sadar ikut menyumbang bahan bakar bagi kebohongan yang dibungkus sebagai “narasi alternatif”.

Lalu bagaimana seharusnya kita hidup di zaman ini? Barangkali jawabannya sederhana, sekalipun tidak mudah: jeda. Menunda satu detik sebelum membagikan sesuatu. Lalu bertanya: Apakah ini benar? Apakah ini adil? Apakah ini akan membangun atau malah menyulut kerusuhan?

Di zaman ketika semua orang ingin didengar, sepertinya kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk mendengarkan, terutama mendengarkan suara hati sebelum jari menekan tombol share. Karena mungkin, satu-satunya cara “melawan” era post-truth bukanlah dengan lebih banyak bicara, tapi menolak tergesa, dan berusaha menemukan kembali ruang refleksi di antara notifikasi untuk kemudian khusu’ dalam berpikir dan menimbang ulang. Allahu a’lam.

 

Radea Juli A Hambali Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahim, Permudah Akses Jemaah Istiqlal dan Katedral

    Presiden Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahim, Permudah Akses Jemaah Istiqlal dan Katedral

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. “Peresmian Terowongan Silaturahim ini adalah simbol berharga kerukunan bangsa kita. Terowongan ini menunjukkan bahwa perbedaan tidak pernah menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk saling bersatu,” ungkap Presiden, dalam keterangannya, Minggu (15/12/2024). Dalam laporannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar […]

  • Asyik ! Jabar Terus Genjot Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Asyik ! Jabar Terus Genjot Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31- Rangkaian Acara Rakernas dan Pertemuan Nasional Asprodi MKS se Indonesia hari kedua merupakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Barat dan Strategi Pengembangannya.” Kegiatan diadakan di Hotel Aryaduta, Selasa (24/05/2022). Seminar nasional ini dihadiri oleh dua orang pemateri, pertama Pimpinan Cabang Bank Jabar Banten Syariah KC Bandung Pelajar Pejuang, […]

  • UIN Bandung Dorong Akreditasi Unggul, Prodi Tasawuf Psikoterapi Jalani Asesmen BAN-PT

    UIN Bandung Dorong Akreditasi Unggul, Prodi Tasawuf Psikoterapi Jalani Asesmen BAN-PT

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Tasawuf Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalani asesmen lapangan dalam rangka proses akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang berlangsung di Gedung Rektorat (Gedong Bodas), Kampus II Jalan Cimencrang, Kota Bandung, Rabu–Jumat (23–25/7/2025). Asesmen ini menghadirkan dua asesor dari BAN-PT, Prof. Dr. Imam Kanafi (UIN […]

  • Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    Enjang: Leksam Bedas Berkiprah di 3 Gerakan Literasi Nasional, Ini Sasarannya!

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM – Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung tahun 2024 digelar di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (11/1/2025). Anugerah Literasi ini diselenggarakan oleh Leksam Bedas untuk memberikan berbagai penghargaan dan anugerah kepada insan literat Kabupaten Bandung. Leksam Bedas ini adalah Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat  yang […]

  • Sambal Bakar Mang Ujang Dipatiukur, Pedasnya Siap Menggoda Selera!

    Sambal Bakar Mang Ujang Dipatiukur, Pedasnya Siap Menggoda Selera!

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kota Bandung yang dijuluki sebagai Paris van Java tidak hanya terkenal dengan alamnya yang indah dan sejuk, tetapi juga kekayaan serta keaneka ragaman kulinernya yang menggoda selera.   Tak heran, jika banyak wisatawan dari luar kota dan bahkan mancanegara yang tertarik ingin mencicipi kuliner-kuliner yang ada di Kota Kembang ini.   Salah satu […]

  • Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2024 berlangsung di Kabupaten Pati, 25-29 April 2024. MTQ Jateng XXX ini diikuti 830 peserta. Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh turut serta mengirim delegasi, Mohamad Khizam Ali dan Aini Ulfiyah Farida. Keduanya adalah penerima beasiswa pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) […]

expand_less