Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Jari dan Kebenaran

Jari dan Kebenaran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Ini zaman “post truth”, begitu para pemikir menyebutnya. Sebuah zaman ketika emosi lebih dipercaya ketimbang fakta. Kebenaran objektif dikesampingkan, ukuran benar dan salah disepelekan. Dalam lanskap ini, budaya “berbagi” (share) menemukan lahannya yang paling subur.

Hanya dalam hitungan detik, sebuah informasi bisa tersebar luas, bukan karena ia benar, tapi karena ia menyentuh emosi. Karena ia menguatkan keberpihakan. Karena ia meneguhkan bisikan keyakinan kita.

Konon, di masa lalu, berbicara di hadapan publik adalah privilese yang terbatas. Setiap kata dan kalimat yang keluar ditimbang dengan perhitungan yang matang. Narasi dibangun dengan penuh kehati-hatian.

Tapi hari ini, semua orang adalah penyiar, dan jari adalah mikrofon. Tombol “share” telah menggantikan proses berpikir yang seharusnya mendahului komunikasi. “Kebenaran dan politik jarang berjalan seiring, tetapi di zaman sekarang, kebohongan bahkan lebih cepat berlari,” begitu kata Hannah Arendt.

Kita sering membagikan sesuatu bukan karena kita telah memeriksa kebenarannya, melainkan karena ia selaras dengan perasaan kita. Ketika kita marah, terharu, atau takut, segera saja kita ingin orang lain juga merasakan ikhwal serupa. Dalam ekosistem media sosial, emosi adalah bahan bakar utama. Semakin emosional sebuah konten, semakin besar peluangnya untuk menjadi viral. Kebenaran menjadi subordinat.

Barangkali, di sinilah bahayanya: ketika berbagi dilakukan bukan karena keyakinan akan kebenaran, tetapi karena kenyamanan psikologis. Kita membangun “ruang gema” (echo chamber) di mana satu-satunya suara yang kita dengar adalah suara yang memantul dari diri sendiri.

Kita memilih hanya apa yang ingin kita dengar. Kita membagikan hanya apa yang mendukung keyakinan kita. Maka, lahirlah masyarakat yang terfragmentasi, bukan karena kekurangan informasi, tapi karena kelebihan disinformasi yang tidak disaring.

Berbagi informasi tanpa berpikir adalah bentuk lain dari kelalaian bahkan kebodohan. Dalam post-truth society, kelalaian semacam ini bukan hanya persoalan etis, tapi juga politis. Sebuah berita palsu yang dibagikan ribuan kali bisa membentuk opini publik, bahkan kebijakan. Kita menjadi bagian dari pusaran, dan tanpa sadar ikut menyumbang bahan bakar bagi kebohongan yang dibungkus sebagai “narasi alternatif”.

Lalu bagaimana seharusnya kita hidup di zaman ini? Barangkali jawabannya sederhana, sekalipun tidak mudah: jeda. Menunda satu detik sebelum membagikan sesuatu. Lalu bertanya: Apakah ini benar? Apakah ini adil? Apakah ini akan membangun atau malah menyulut kerusuhan?

Di zaman ketika semua orang ingin didengar, sepertinya kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk mendengarkan, terutama mendengarkan suara hati sebelum jari menekan tombol share. Karena mungkin, satu-satunya cara “melawan” era post-truth bukanlah dengan lebih banyak bicara, tapi menolak tergesa, dan berusaha menemukan kembali ruang refleksi di antara notifikasi untuk kemudian khusu’ dalam berpikir dan menimbang ulang. Allahu a’lam.

 

Radea Juli A Hambali Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Forum Dosen FISIP Seri ke-25 (FDF #25) bertajuk “Kabinet Prabowo-Gibran: Dinamika Sosial, Struktur Birokrasi, dan Manuver Politik” yang berlangung di Aula FISIP, Rabu (30/10/2024). Dengan menghadirkan narasumber: Dr. Hamzah Turmudi, M.Si, Dosen Jurusan Sosiologi, Dr. Fajar Tri […]

  • Luar Biasa! Pameran 30 Poster Ide Layanan Karier Karya Mahasiswa UIN Bandung

    Luar Biasa! Pameran 30 Poster Ide Layanan Karier Karya Mahasiswa UIN Bandung

    • calendar_month Jum, 22 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Mahasiswa semester tiga Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan pameran ide layanan karier di Aula Lantai 4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (21/12/2023). Kegiatan dibuka oleh Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, dan Yessika Nurmasari, M.Pd sebagai perwakilan tim dosen pengampu Teknologi BKI. Acara […]

  • Peneliti UI Beberkan Cuti Melahirkan 6 Bulan Bikin Pekerja Kian Produktif

    Peneliti UI Beberkan Cuti Melahirkan 6 Bulan Bikin Pekerja Kian Produktif

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA DPR RI telah menyetujui RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak, yang di dalamnya mengatur kewajiban cuti melahirkan menjadi 6 bulan. Peneliti dari Divisi Kedokteran Kerja FKUI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK menilai keputusan itu tepat, sebab sudah ada beberapa bukti dan kajian ilmiah yang menyatakan durasi cuti hamil 6 bulan berdampak baik bagi kesehatan […]

  • G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — “APA resolusimu di tahun 2026?” Seorang dosen bertanya dalam sebuah forum diskusi kecil beberapa saat sebelum pergantian tahun 2025 ke 2026. Orang-orang serentak menjawab dengan beragam rencana, agenda, atau program yang sangat personal. Saya tidak lantas ikut menjawab. Saya memilih berhati-hati dan menimbang: apakah pertanyaan itu memang membutuhkan jawaban segera, atau jangan-jangan, pertanyaan […]

  • Lima Prodi UIN SGD Terakreditasi Unggul BAN-PT

    Lima Prodi UIN SGD Terakreditasi Unggul BAN-PT

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Lima Program Studi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung terakreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kelima prodi itu adalah: Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah (MD) dan Hukum Pidana Islam (HPI). “Alhamdulillah berkah ramadhan. Kita menyambut gembira atas terbitnya SK […]

  • Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Tulisan ke-33 Edisi Ramadan. Kalian yang Muslim wajib tahu tokoh ini. Di tangan beliau, arsitek kejayaan Islam tercipta. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul usai sahur, wak!   Beliau adalah Khalifah Al-Walid bin Abdul MaliK atau lebih dikenal Al-Walid I. Bukan “Walid nak Dewi boleh” Bukan ya! Ini Walid, khalifah keenam dari Dinasti Umayyah […]

expand_less