Koperasi Merah Putih dan Kapitalisme
- account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
- calendar_month Sen, 22 Jun 2026
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com — Bagi Mohammad Hatta, koperasi adalah pilar utama demokrasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Beliau memandangnya sebagai alat perjuangan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dan melawan monopoli sistem kapitalis, menjadikannya tonggak kemandirian bangsa Indonesia.
Pemikiran Bung Hatta mengenai koperasi mencakup beberapa poin fundamental:
1. Demokrasi Ekonomi
Koperasi adalah wujud konkret dari Pasal 33 UUD 1945, di mana perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.Kekuatan dari Bawah: Koperasi harus tumbuh dari kesadaran, inisiatif, dan swadaya masyarakat itu sendiri, bukan paksaan atau milik negara.
2. Menghindari Kapitalisme
Koperasi dijadikan alat untuk mencegah penguasaan ekonomi oleh segelintir pemodal besar, sehingga kekayaan terdistribusi secara adil bagi seluruh rakyat.
3. Pendidikan Rakyat
Selain fungsi ekonomi, koperasi berfungsi mendidik anggotanya untuk bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan memiliki kesadaran kolektif.
Atas dedikasi dan pemikirannya yang visioner ini, beliau dianugerahi gelar sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada 17 Juli 1953 di Bandung.
Tapi rakyat selama ini tak mampu menghidupkan koperasi karena selain manajemen yang lemah juga kalah oleh persaingan dengan kapitalisme Alfamart, Indomaret, Yomart, Borma dan Griya yang semuanya milik kaum pemilik modal dan konglomerat.
Dalam kondisi koperasi tak mampu melawan kapitalisme, kata Al-Mukarom Rocky Gerung, maka kewajiban negara menyelenggarakan koperasi untuk rakyat. Bahwa itu top down bukan bottom-up, gak apa-apa karena kapitalisme sudah mencengkram hampir ke semua pelosok desa. Kalau negara tidak inisiatif, maka kapitalisme tak akan pernah bisa dilawan.
Lucunya, sekelompok orang lugu, dengan semangat kepolosan, menyerukan hentikan Koperasi Merah Putih. Artinya, mereka tanpa sadar bersuara: “Dukung kapitalisme!! Dukung konglomerat!! Dukung Taipan dan oligarki!!” Pertahankan kesenjangan ekonomi!!” ✊✊💪
- Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Saat ini belum ada komentar