Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Luar Biasa Ramai Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua

Luar Biasa Ramai Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Saya beruntung pernah diundang Wagub Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau. Di provinsi yang terkenal dengan Raja Ampatnya saya bisa melihat Islam secara langsung. Negeri secara ras berbeda dengan umumnya rakyat Indonesia sedang memperingati 666 tahun masuknya Islam di Bumi Cenderawasih. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Kalau sejarah Papua itu noken, maka kisah Islam bukan benang baru kemarin sore dianyam. Benangnya sudah tua, melewati ombak, hujan, kolonialisme, pergantian kekuasaan, sampai politik modern yang kadang lebih ribut dari burung cenderawasih berebut dahan.

 

666 tahun, Pace!

 

Tahun 1360 Masehi, ketika Eropa masih sibuk Perang Seratus Tahun, seorang ulama dari Aceh, Syekh Abdul Gaffar, disebut telah tiba di Kampung Fatagar, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak. Ia datang melalui jalur perdagangan membawa risalah Islam, bukan pasukan, bukan meriam, apalagi proposal proyek. Orang Aceh patut bangga.

 

Masyarakat Papua menyambut. Artinya jelas, Islam di Papua bukan cerita kemarin sore yang baru ditemukan setelah seseorang di Jakarta membuka Google. Namun baru pada 11 Januari 2025, akademisi dan sejarawan berkumpul dalam seminar nasional di Fakfak untuk membahas dan mengukuhkan sejarah tersebut.

 

Enam ratus enam puluh enam tahun kemudian! Kalau sejarah bisa ngomong, mungkin ia sudah berteriak, “Kamana saja, e?” Sementara agama nasrani baru masuk, 1855 M. Hampir selisih lima abad.

 

Untung masyarakat Fakfak tidak sibuk mengomel. Mereka memilih merayakannya. Puncaknya 8 Agustus 2026 di RTH KH Ma’ruf Amin. Perayaannya bukan sekadar duduk, pidato, tepuk tangan, foto, lalu pulang bawa nasi kotak.

 

Dari 15 Juli hingga 4 Agustus 2026, digelar tujuh cabang perlombaan dengan total 252 peserta atau grup yang telah terdaftar pada pertengahan Juli.

 

Ada Hadrat, rebana yang menghentak seperti ombak Fakfak. Ada Sawat, tarian Islami khas Fakfak. Ada Samrah, lomba membaca Surah Yasin beregu, Barzanji, pidato, dan cerdas cermat.

 

Bahkan ada peserta dari Jakarta. Orang Jakarta terbang jauh ke Papua untuk lomba keislaman. Sementara sebagian manusia tinggal dekat perpustakaan kadang membaca sejarah bangsanya sendiri seperti mencari sinyal di tengah hutan, putus-putus!

 

Tetapi yang paling keren bukan perlombaan. Fakfak punya filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”: Islam, Katolik, Protestan.

 

Tiga batu berbeda menopang satu api. Ada tradisi Gereja Maghi dan Mesjid Maghi, ketika masyarakat lintas agama bergotong royong membangun rumah ibadah. Dalam satu keluarga pun bisa terdapat anggota dengan agama berbeda, tetapi mereka tetap makan dari tungku yang sama.

 

Ini toleransi sungguhan. Bukan toleransi versi baliho pemilu. Bukan toleransi versi pidato lima menit. Di saat sebagian elite menjadikan agama seperti korek api, digosok sedikit, nyala, viral, lalu bakar-bakaran politik, masyarakat Fakfak menjadikan agama sebagai tungku.

 

Untuk memasak. Untuk menghangatkan. Untuk hidup bersama.

 

Pagi 8 Agustus 2026, ratusan umat Islam dari Fakfak Tengah, Fakfak Utara, dan Pariwari mengikuti Pawai Fajar dari masjid menuju RTH KH Ma’ruf Amin. Ada marching band, tabuhan hadrat, pakaian terbaik, dan wajah-wajah penuh kebanggaan.

 

Di bawah langit Papua, Islam tidak tampil sebagai tamu. Ia tampil sebagai bagian dari sejarah.

 

Pada puncak acara hadir Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri dan Bupati Fakfak Samaun Dahlan. Bupati menyerukan Rahmatan lil Alamin dan mendorong sejarah masuknya tiga agama besar di Tanah Papua dimasukkan ke kurikulum lokal.

 

Buku “Masuknya Agama Islam di Tanah Papua” juga diluncurkan. Sebab sejarah jangan cuma disimpan dalam ingatan tete, nene, dan para tetua. Ia harus masuk sekolah, masuk buku, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Maka 666 tahun Islam di Papua bukan sekadar angka. Ini seperti akar pohon besar, diam, tetapi mencengkeram tanah. Papua bukan halaman kosong. Papua punya sejarah. Islam punya akar.

 

Fakfak telah menunjukkan, menjadi Muslim dengan bangga tidak harus merendahkan orang lain. Satu Tungku. Tiga Batu. Satu Indonesia. Kalau ada yang masih bertanya, “Sejak kapan Islam ada di Papua?”

 

Tersenyum saja. Buka sejarah. Lalu jawab, “Torang sudah di sini sejak 1360, e!” Selesai. Sebab sejarah tidak perlu berteriak. Sejarah sudah bicara.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Keluarga Lawan Judol dan Pinjol lewat Investasi Syariah, UIN Bandung Edukasi PKK Padasuka

    Dorong Keluarga Lawan Judol dan Pinjol lewat Investasi Syariah, UIN Bandung Edukasi PKK Padasuka

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Galeri Investasi Syariah (GIS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendorong keluarga memperkuat literasi keuangan sebagai benteng menghadapi ancaman judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol). Edukasi ini dilakukan melalui Sekolah Pasar Modal Syariah bertajuk “Keluarga Cerdas, Keluarga Bebas Cemas: Kiat Keluarga Melawan Judol & Pinjol dengan Investasi Syariah” yang digelar bersama […]

  • JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih tiga penghargaan pada Pertemuan dan Pemberian Penghargaan Anggota JDIH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (29/9/2025).   Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan […]

  • Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 5Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki 55 Guru Besar (profesor). Mereka pemegang otoritas tertinggi di bidang akademik, karena perannya sebagai motor penggerak berbagai aktivitas di kampus. Mereka juga menjadi ikon universitas karena kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga performa lembaganya menjadi bergengsi dan bereputasi. Karena perannya yang istimewa, wajar kalau ada regulasi yang […]

  • Seminar Nasional UIN Bandung Bahas Peran Identitas Lokal dalam Mendorong Pembangunan Politik Nasional

    Seminar Nasional UIN Bandung Bahas Peran Identitas Lokal dalam Mendorong Pembangunan Politik Nasional

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Nasional bertajuk “Representasi Sunda dan Jawa Barat dalam Pembangunan Politik Nasional”, yang berlangsung di Aula Utama FISIP. Dengan menghadirkan dua narasumber kunci yang membahas isu keterwakilan politik Jawa Barat dalam konteks nasional, yakni Herman […]

  • Menag: UIN Bandung Mewarisi Kepemimpinan Peradaban Islam Modern

    Menag: UIN Bandung Mewarisi Kepemimpinan Peradaban Islam Modern

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi kekompakan pimpinan dan segenap sivitas UIN DGD Bandung dalam berkarya dan berinovasi, hingga melahirkan berbagai prestasi yang gemilang. Maka, ke depan UIN Bandung akan menjadi imam (pemimpin) semua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) di Indonesia. Pernyataan Prof. Nasaruddin terungkap saat memberikan sambutan tasyakuran Dies Natalis ke-57 UIN […]

  • Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

    Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Guru BK (Bimbingan dan Konseling) di sekolah/madrasah sangat mempengaruhi kondisi perkembangan psikologi siswa. Karenanya, perlu adanya peningkatan kualitas layanan guru BK, agar agar maksimal dalam mengembangkan potensi siswa, terutama karirnya pasca lulus sekolah. Inilah yang medasari pentingnya dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Psikologi UIN Bandung dan Kementerian Agama Kabupaten […]

expand_less