Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”.

Krisis Identitas Personal

Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. Pada titik ini, individu sering kali mengalami kebingungan identitas yang lebih intens, karena mereka tengah mencoba berbagai peran untuk menentukan siapa mereka sebenarnya. Status ini menunjukkan bahwa krisis identitas adalah bagian dari proses pencarian jati diri yang berlangsung sepanjang hidup.

Krisis Identitas Sosial

Dari perspektif sosiologi, krisis identitas dapat dilihat sebagai akibat dari perubahan sosial yang cepat dan peran sosial yang ambigu. Henri Tajfel, melalui teori identitas sosialnya, menyatakan bahwa individu membentuk identitas mereka melalui kelompok sosial tempat mereka berada. Kelompok-kelompok ini memberikan rasa keterhubungan dan legitimasi identitas. Namun, dengan perubahan budaya yang pesat seperti globalisasi dan urbanisasi. Fenomena ini dapat memicu krisis identitas, karena individu merasa terasing baik dari komunitas mereka yang lama maupun dari komunitas baru yang mereka coba masuki.

Selain itu, teori peran sosial yang dikemukakan oleh Talcott Parsons menjelaskan bahwa setiap individu memerankan berbagai peran dalam kehidupan sosial mereka, seperti peran sebagai anak, pekerja, atau anggota masyarakat. Ketika peran-peran ini tidak selaras dengan harapan masyarakat atau bertentangan antara satu dengan yang lain, individu mengalami role conflict, yang dapat memperburuk krisis identitas. Ketegangan ini semakin besar apabila individu merasa tidak diterima oleh kelompok sosial mereka atau merasa tidak dapat memenuhi peran sosial yang diharapkan dari mereka.

Modernisasi juga memainkan peran besar dalam krisis identitas. Anthony Giddens dalam teori disembedding menyatakan bahwa modernisasi mengarah pada proses pemutusan hubungan antara individu dengan struktur sosial tradisional yang memberikan makna dan stabilitas. Individu kini lebih sering menemukan diri mereka dalam situasi yang lebih fleksibel dan penuh ketidakpastian, di mana mereka harus terus-menerus menciptakan dan memperbaharui identitas mereka dalam menghadapi arus modernitas.

Krisis Identitas Religi

Dalam tasawuf, krisis identitas dipandang sebagai perjalanan spiritual menuju pemahaman diri yang sejati. Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, mengajarkan bahwa kegelisahan hati adalah tanda dari ketidaksesuaian antara jiwa dengan fitrah ilahiah. Krisis identitas dalam tasawuf terjadi ketika seseorang terperangkap dalam keinginan duniawi dan tidak mampu mengenal hakikat dirinya yang lebih dalam. Tasawuf mengajarkan penyucian jiwa melalui proses tazkiyatun nafs yang bertujuan untuk membersihkan hati dari ego dan kecenderungan buruk yang menghalangi seseorang untuk mengenali kebenaran sejati tentang dirinya.

Menurut pandangan tasawuf, proses pembersihan jiwa ini tidak hanya membebaskan individu dari kebingungan identitas sosial, tetapi juga membawa mereka kepada pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan hidup mereka. Al-Ghazali menekankan pentingnya memahami diri dengan mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai jalan utama untuk menemukan kedamaian batin dan stabilitas identitas. Di dalam tasawuf, krisis identitas bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi dipandang sebagai peluang untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan dan mengungkap makna sejati kehidupan.

Ibn ‘Ajibah dalam Mi‘raj al-Tashawwuf menyebutkan bahwa perjalanan spiritual dalam tasawuf melalui tahapan nafs ammarah (jiwa yang cenderung buruk), nafs lawwamah (jiwa yang menyesal), dan nafs mutma’innah (jiwa yang tenang) adalah proses penting dalam mengatasi krisis identitas. Krisis ini muncul ketika jiwa berada dalam ketidakpastian dan kegelisahan, tetapi melalui latihan spiritual, individu dapat mencapai kedamaian batin dan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual.

Krisis identitas adalah pengalaman universal yang dapat terjadi pada siapa saja, terutama dalam konteks perubahan sosial dan budaya yang pesat. Dari perspektif psikologi, krisis identitas adalah bagian dari proses perkembangan psikososial yang perlu dilalui individu dalam mencapai integrasi diri. Perspektif sosiologi menekankan peran penting lingkungan sosial dalam membentuk identitas, dan bagaimana perubahan budaya atau peran sosial yang bertentangan dapat memperburuk kebingungan ini. Sementara itu, dalam tasawuf, krisis identitas dipandang sebagai tantangan spiritual yang mengarah pada pemahaman diri sejati dan kedamaian batin.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RMB UIN Bandung – Kanwil Kemenag Jabar Perkuat Moderasi Beragama dan Ekoteologi

    RMB UIN Bandung – Kanwil Kemenag Jabar Perkuat Moderasi Beragama dan Ekoteologi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Direktur dan Sekretaris Eksekutif Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA, Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag., bersama jajaran melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, di Ruang Rapat Kakanwil, Senin (20/4/2026). Pertemuan ini turut didampingi […]

  • Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    Implementasi MBKM 2022, UIN Bandung Buka 4 Program Literasi Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka peluang kerjasama seluas-luasnya dengan mitra strategis. Peluang kerjasama ini diarahkan dalam rangka implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr Wahyudin Darmalaksana MAg menjelaskan “kerjasama yang kami tawarkan berupa Program Literasi Mahasiswa (PLM) untuk sasaran penguatan kompetensi kemampuan keterampilan khusus dalam memenuhi Capaian […]

  • Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama Republik Indonesia menggagas penerapan Kurikulum Cinta. Ini menjadi inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. Menurutnya, pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan inovasi yang lebih mendalam, salah […]

  • Dharmasanti Waisak 2023 Momentum Teguhkan Moderasi Beragama

    Dharmasanti Waisak 2023 Momentum Teguhkan Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Kementerian Agama hari ini menggelar Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2023 dengan mengusung tema Merajut Kebersamaan dan Harmoni dalam Moderasi Beragama. Mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan Dharmasanti Tri Suci Waisak merupakan momen yang sangat penting dalam kehidupan umat beragama Buddha khususnya. “Pesan penting yang dapat dipetik dari acara ini […]

  • Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Peluncuran Danantara digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). “Selamat atas peluncuran Danantara yang dilakukan Pemerintah. Semoga bisa menggerakkan perekonomian nasional,” kata Puan. Peluncuran Danantara ini ditandai dengan dikeluarkannya aturan baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Danantara menjadi badan pengelola […]

  • Hebat! Profesor Pertama Studi Media di Indonesia dari UNAIR Masuk Top 100 Scientist

    Hebat! Profesor Pertama Studi Media di Indonesia dari UNAIR Masuk Top 100 Scientist

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-UNIVERSITAS AIRLANGGA Rachmah Ida, salah satu dosen dari Universitas Airlangga (UNAIR) masuk dalam deretan Top 100 Scientist Social Sciences versi AD Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index) beberapa waktu yang lalu. Penghargaan tersebut diperoleh berkat kontribusi riset dan penelitiannya selama ini di bidang audience, gender, dan komunikasi politik. Ida dinobatkan sebagai Guru Besar Studi Media Pertama di Indonesia […]

expand_less