Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”.

Krisis Identitas Personal

Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. Pada titik ini, individu sering kali mengalami kebingungan identitas yang lebih intens, karena mereka tengah mencoba berbagai peran untuk menentukan siapa mereka sebenarnya. Status ini menunjukkan bahwa krisis identitas adalah bagian dari proses pencarian jati diri yang berlangsung sepanjang hidup.

Krisis Identitas Sosial

Dari perspektif sosiologi, krisis identitas dapat dilihat sebagai akibat dari perubahan sosial yang cepat dan peran sosial yang ambigu. Henri Tajfel, melalui teori identitas sosialnya, menyatakan bahwa individu membentuk identitas mereka melalui kelompok sosial tempat mereka berada. Kelompok-kelompok ini memberikan rasa keterhubungan dan legitimasi identitas. Namun, dengan perubahan budaya yang pesat seperti globalisasi dan urbanisasi. Fenomena ini dapat memicu krisis identitas, karena individu merasa terasing baik dari komunitas mereka yang lama maupun dari komunitas baru yang mereka coba masuki.

Selain itu, teori peran sosial yang dikemukakan oleh Talcott Parsons menjelaskan bahwa setiap individu memerankan berbagai peran dalam kehidupan sosial mereka, seperti peran sebagai anak, pekerja, atau anggota masyarakat. Ketika peran-peran ini tidak selaras dengan harapan masyarakat atau bertentangan antara satu dengan yang lain, individu mengalami role conflict, yang dapat memperburuk krisis identitas. Ketegangan ini semakin besar apabila individu merasa tidak diterima oleh kelompok sosial mereka atau merasa tidak dapat memenuhi peran sosial yang diharapkan dari mereka.

Modernisasi juga memainkan peran besar dalam krisis identitas. Anthony Giddens dalam teori disembedding menyatakan bahwa modernisasi mengarah pada proses pemutusan hubungan antara individu dengan struktur sosial tradisional yang memberikan makna dan stabilitas. Individu kini lebih sering menemukan diri mereka dalam situasi yang lebih fleksibel dan penuh ketidakpastian, di mana mereka harus terus-menerus menciptakan dan memperbaharui identitas mereka dalam menghadapi arus modernitas.

Krisis Identitas Religi

Dalam tasawuf, krisis identitas dipandang sebagai perjalanan spiritual menuju pemahaman diri yang sejati. Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, mengajarkan bahwa kegelisahan hati adalah tanda dari ketidaksesuaian antara jiwa dengan fitrah ilahiah. Krisis identitas dalam tasawuf terjadi ketika seseorang terperangkap dalam keinginan duniawi dan tidak mampu mengenal hakikat dirinya yang lebih dalam. Tasawuf mengajarkan penyucian jiwa melalui proses tazkiyatun nafs yang bertujuan untuk membersihkan hati dari ego dan kecenderungan buruk yang menghalangi seseorang untuk mengenali kebenaran sejati tentang dirinya.

Menurut pandangan tasawuf, proses pembersihan jiwa ini tidak hanya membebaskan individu dari kebingungan identitas sosial, tetapi juga membawa mereka kepada pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan hidup mereka. Al-Ghazali menekankan pentingnya memahami diri dengan mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai jalan utama untuk menemukan kedamaian batin dan stabilitas identitas. Di dalam tasawuf, krisis identitas bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi dipandang sebagai peluang untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan dan mengungkap makna sejati kehidupan.

Ibn ‘Ajibah dalam Mi‘raj al-Tashawwuf menyebutkan bahwa perjalanan spiritual dalam tasawuf melalui tahapan nafs ammarah (jiwa yang cenderung buruk), nafs lawwamah (jiwa yang menyesal), dan nafs mutma’innah (jiwa yang tenang) adalah proses penting dalam mengatasi krisis identitas. Krisis ini muncul ketika jiwa berada dalam ketidakpastian dan kegelisahan, tetapi melalui latihan spiritual, individu dapat mencapai kedamaian batin dan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual.

Krisis identitas adalah pengalaman universal yang dapat terjadi pada siapa saja, terutama dalam konteks perubahan sosial dan budaya yang pesat. Dari perspektif psikologi, krisis identitas adalah bagian dari proses perkembangan psikososial yang perlu dilalui individu dalam mencapai integrasi diri. Perspektif sosiologi menekankan peran penting lingkungan sosial dalam membentuk identitas, dan bagaimana perubahan budaya atau peran sosial yang bertentangan dapat memperburuk kebingungan ini. Sementara itu, dalam tasawuf, krisis identitas dipandang sebagai tantangan spiritual yang mengarah pada pemahaman diri sejati dan kedamaian batin.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Makna Filosofis Logo Baru RSUD Welas Asih

    Inilah Makna Filosofis Logo Baru RSUD Welas Asih

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan makna filosofis dari logo baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Welas Asih. Logo yang didominasi siluet kujang berwarna biru itu sarat akan simbolisme budaya dan nilai-nilai kemanusiaan. “Ini gambar kujang dengan tiga lubang di punggungnya yang melambangkan Islam, Iman, dan Ihsan,” ujar KDM sapaan akrab Gubernur, […]

  • Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN Kanal31.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Community Development (EQUITY) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap kedua yang berlangsung pada tanggal 13–16 Januari 2026 di SMAN 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahap awal berupa survei kebutuhan sekolah yang telah dilakukan sebelumnya, guna memastikan program yang diimplementasikan benar-benar […]

  • Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    Abaikan Tips-tips Kesehatan Puasa

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tak perlu mendengarkan tips-tips kesehatan agar tak merasa haus dan lapar saat berpuasa, karena itu akan mengurangi makna dan kenikmatan berpuasa. Kenikmatan berpuasa itu justru ada pada rasa haus dan laparnya yang kita tahan, bukan pada badan yang selalu segar dan tenaga yang selalu fits. Kalau tak merasa haus dan lapar saat […]

  • Video Menembus Batas

    Video Menembus Batas

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31- Kisah Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-82 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Keluarga adalah harta paling berharga yang tiada bandingannya. Tempat paling menenangkan di tengah riuhnya dunia, tempat terbaik untuk berkeluh kesah saat lelah mendera. Ya, begitulah harapan setiap insan. Tapi tidak bagi Amanah, mahasiswa Jurusan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berasal dari […]

  • 5 Tingkatan Penggunaan Islam sebagai Organisasi, Dakwah dan Perjuangan

    5 Tingkatan Penggunaan Islam sebagai Organisasi, Dakwah dan Perjuangan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Apakah orang-orang yang aktif berorganisasi Islam, merasa berjuang untuk Islam atau merasa sebagai pejuang Islam sudah benar dan berada di jalan yang lurus? Belum tentu. Banyak orang, terutama para aktifis organisasi Islam dan para pendakwah merasa sedang berdakwah, merasa sudah benar hidupnya, merasa berjuang untuk agama, padahal belum tentu, bahkan bisa sebaliknya, ia […]

  • Keren! York College of Pennsylvania Berikan Dean’s List ke Santi Agustin, Peserta MOSMA Kemenag 2023

    Keren! York College of Pennsylvania Berikan Dean’s List ke Santi Agustin, Peserta MOSMA Kemenag 2023

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) terbukti memberi ruang bagi para mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) untuk unjuk prestasi di kampus luar negeri. Prestasi itu antara lain diraih Santi Agustin, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Setelah menjalani kuliah lebih kurang enam bulan, dia meraih Dean’s List untuk semester […]

expand_less