Memberi
- account_circle Jun
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025
- comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Memberi adalah bahasa lain dari cinta. Ia tidak selalu berbentuk tangan yang menengadah, atau duduk bersimpuh di atas sajadah, tapi mungkin bisa berupa hati yang rela menjadi jembatan bagi yang lain. Bagi sesama. Bagi tiap makhluk. Dalam pandangan para sufi, memberi bukan sekadar amal, melainkan jalan pulang menuju Sang Maha Pemberi.
“Apa yang kau berikan akan tumbuh, apa yang kau simpan akan layu,” demikian kata Rumi. Pernyataan ini bukan sekadar ajaran moral, bagi para penempuh jalan Tuhan, ini adalah kunci bagi siapapun yang ingin menapaki jalan makrifat. Karena memberi bukan kehilangan, tapi pelepasan diri dari kelekatan terhadap dunia.
Menurut para sufi, saat kita memberi, sebenarnya kita sedang membebaskan diri dari belenggu milik: “Tiada yang benar-benar milikku, semuanya hanyalah titipan.”
Memberi adalah cara jiwa untuk tetap segar, begitu kata para bijak bestari. Setiap pemberian bukanlah kehilangan, melainkan bagian dari sirkulasi kasih Tuhan yang terus berputar. Dalam memberi, kita tidak mengurangi apa pun, kita justru menjadi bagian dari kelimpahan itu sendiri.
“Jadilah taman yang memberi aroma, bukan bejana yang menyimpan air.”
Radea Juli A. Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Penulis: Jun

Saat ini belum ada komentar