Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Mengapa Banyak Hal Teringat Saat Shalat?

Mengapa Banyak Hal Teringat Saat Shalat?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang membutuhkan kekhusyukan dan kehadiran hati. Namun, seringkali individu mengalami fenomena di mana berbagai pikiran, bahkan ide penting, justru muncul saat shalat dan menghilang setelahnya. Tulisan ini menelaah fenomena tersebut melalui pendekatan tasawuf dengan konsep muroqobah, serta psikologi kognitif dan atensi.

Shalat dalam Islam merupakan perjumpaan hamba dengan Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
«الصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ»
“Shalat adalah mi’raj (pendakian spiritual) seorang mukmin.” (HR. Al-Baihaqi)

Namun banyak umat Islam mengeluhkan bahwa saat shalat justru muncul berbagai lintasan pikiran, seperti ide, rencana, atau bahkan hal-hal yang sebelumnya tak terpikirkan. Anehnya, setelah salam, pikiran-pikiran tersebut sering kali lenyap. Apa makna fenomena ini? Apakah ini gangguan atau malah bentuk hadirnya kesadaran? Bagaimana Islam dan ilmu psikologi melihatnya?

Penjelasan Banyak Hal Teringat Saat Shalat

Secara psikologi, fenomena munculnya banyak pikiran saat shalat dapat dijelaskan melalui beberapa konsep.

Teori Relaksasi Mental

Shalat adalah aktivitas yang melibatkan pengulangan gerakan, irama bacaan, dan konsentrasi, yang menciptakan kondisi serupa meditasi. Dalam keadaan tenang ini, otak masuk ke gelombang alpha atau bahkan theta, yang mendukung munculnya memori bawah sadar. Ini menjelaskan mengapa ide-ide atau hal-hal yang sebelumnya terlupakan tiba-tiba muncul dalam shalat, otak dalam keadaan optimal untuk asosiasi dan penggalian informasi terdalam.

Default Mode Network (DMN)

DMN adalah jaringan saraf di otak yang aktif saat seseorang tidak fokus pada dunia luar, seperti saat melamun atau berdoa. DMN berperan dalam introspeksi dan pemanggilan memori jangka panjang. Saat seseorang dalam shalat, perhatian ke dunia luar berkurang, sehingga DMN aktif, dan pikiran bawah sadar pun lebih bebas mengalir. Itulah sebabnya orang tiba-tiba “teringat” banyak hal saat shalat.

Selective Attention & Working Memory

Shalat menuntut fokus terbagi (divided attention). Namun, jika muroqobah tidak kuat, perhatian bisa berpindah ke working memory, yang menyimpan informasi jangka pendek, termasuk pikiran sehari-hari yang belum selesai diproses. Karena itu, segala hal yang dianggap “penting tapi tertunda” oleh otak bisa muncul saat shalat sebagai “pengingat internal”.

Dalam Tinjauan Religi dan Spiritualitas, fenomena ini juga dapat dimaknai secara spiritual. Isyarat Allah untuk Introspeksi.
Pikiran yang muncul dalam shalat bisa menjadi bahan muhasabah, Allah mungkin sedang membuka hijab agar kita merenungi apa yang penting tapi terlupakan.

Ujian Khusyuk, gangguan pikiran adalah ujian dalam mencapai khusyuk. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Tahapan Ruhani, dalam tasawuf munculnya lintasan hati (khawatir) adalah tahapan yang akan dilewati dalam perjalanan menuju fana’, dan harus ditundukkan dengan dzikir dan muroqobah yang konsisten.

Solusi Meningkatkan Muroqobah dan Fokus dalam Shalat

Untuk menjaga fokus dan mengelola pikiran yang muncul saat shalat, perlu perkuat niat dan persiapan shalat. Menghadirkan niat dengan sungguh-sungguh, serta tenangkan diri sebelum takbir. Melatih teknik perhatian sadar (mindfulness islami), misalnya dengan memahami arti bacaan shalat, dan menghubungkan gerakan dengan dzikir hati.

Catat lintasan penting setelah shalat. Bila muncul ide penting saat shalat, perlu sediakan catatan setelahnya agar tidak hilang. Ini menghindarkan stres karena “takut lupa”.

Konsisten muroqobah di luar shalat. Orang yang terbiasa sadar akan Allah dalam aktivitas harian lebih mudah mempertahankan kekhusyukan dalam shalat.

Konsep Muroqobah dalam Shalat

Dalam tasawuf, muroqobah bermakna kesadaran terus-menerus bahwa Allah SWT mengawasi hamba-Nya. Ini sejalan dengan makna ihsan, sebagaimana disebut dalam hadits Jibril:

“أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك.”
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu” (HR. Muslim).

Muroqobah melatih hati untuk hadir sepenuhnya dalam shalat, menyadari bahwa setiap gerak dan lafadz diamati oleh Allah. Dalam keadaan ini, pikiran liar bisa muncul, bukan sebagai gangguan semata, melainkan sebagai cermin kejujuran batiniah apa yang sebenarnya sedang mengisi benak seseorang.

Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam Ihya’ Ulumuddin, bahwa saat shalat, ruh seseorang sedang mendekat kepada Allah. Namun, nafs (jiwa) yang belum sepenuhnya tunduk bisa mengajak pikiran melayang. Oleh karena itu, muroqobah perlu dibarengi dengan mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu) agar fokus terjaga.

 

Fenomena mengingat banyak hal saat shalat bukanlah gangguan murni, melainkan cerminan dinamika batin manusia yang tengah menapaki jalur ruhani. Dalam tinjauan tasawuf, itu menunjukkan pentingnya muroqobah agar shalat menjadi pengalaman spiritual sejati. Dalam psikologi, hal itu selaras dengan kerja memori bawah sadar saat otak dalam kondisi tenang.

Dengan memahami dua pendekatan ini, kita tidak hanya bisa menyikapi fenomena ini secara bijak, tapi juga memperbaiki kualitas shalat dan meningkatkan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  – Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Perkembangan Fotografi di Era Digital” pada Rabu (24/9/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Aula FDK UIN SGD Bandung dengan menghadirkan narasumber utama, Oka Hardiana, S.Sos, seorang praktisi sekaligus fotografer […]

  • Upacara HUT ke-79 RI di IKN: Menag Doakan Nusantara Baru Indonesia Maju Terwujud

    Upacara HUT ke-79 RI di IKN: Menag Doakan Nusantara Baru Indonesia Maju Terwujud

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (PENAJAM) — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas didaulat membacakan doa dalam Upacara Peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, yang digelar perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini, Menag berdoa agar cita-cita Nusantara Baru Indonesia Maju dapat terwujud tanpa rintangan. “Bimbing dan pandu kami melewati masa-masa peralihan ini, agar […]

  • Keren! Aby Ramadhan, Siswa MTsN 3 Kota Surabaya Juara I Tinju Amatir Jatim

    Keren! Aby Ramadhan, Siswa MTsN 3 Kota Surabaya Juara I Tinju Amatir Jatim

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (SURABAYA) — Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Surabaya beberapa hari yang lalu meraih Juara I Tinju Amatir se-Jawa Timur Kategori Putera Kelas -80 Kg. Siswa tersebut adalah M. Aby Ramadhan N, putra dari pasangan Bapak Yanuar Nusi dan Ibu Andi Yuliana. Kejuaraan Tinju Amatir ini diselenggarakan oleh Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia […]

  • Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

    Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui kegiatan Pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat Kasus: Satgas sebagai First Responder—Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat yang berlangsung di Aula Lecture Hall, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem respons cepat […]

  • Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”. Krisis Identitas Personal Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. […]

  • Indonesia dan Modal Sejarah yang Tercampakkan

    Indonesia dan Modal Sejarah yang Tercampakkan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, ada bangsa yang miskin sumber daya, tetapi kaya ingatan. Ada pula bangsa yang kaya sejarah, tetapi hidup seolah tidak pernah belajar dari sejarahnya sendiri. Indonesia, sayangnya, terlalu sering menunjukkan gejala yang kedua.   Sebuah bangsa tidak hanya berdiri di atas kekuatan ekonomi, teknologi, atau militernya. Ada kekuatan lain yang sering tak terlihat, […]

expand_less