Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » 3 Prof Dunia Tawarkan Tiga Rekomendasi untuk Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia

3 Prof Dunia Tawarkan Tiga Rekomendasi untuk Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Ming, 19 Jun 2022
  • comment 0 komentar

SPI-JAKARTA

Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 “Recover Together, Recover Stronger” menyampaikan pesan bahwa diperlukan upaya bersama yang inklusif dalam mencari jalan keluar dan solusi atas pemulihan dunia akibat pandemi Covid-19. Berkaitan dengan hal itu, dalam penyelenggaraan konferensi internasional yang diadakan Universitas Indonesia (UI) di JW Marriot pada 15-16 Juni 2022, UI mengundang tiga peneliti dunia, yaitu Prof. Rifat Atun (Harvard University), Prof. Frank Jotzo (Australia National University), dan Prof. Glenn A. Woroch (UC Berkeley) untuk menyoroti permasalahan dunia seputar kesehatan, energi, dan ekonomi digital.

Ketiganya membahas tentang “Recommendation to Indonesia G20 Priority Issues”, dengan pembahasan tentang kualitas kesehatan yang buruk, energi fosil yang semakin langka, serta kesenjangan digital di banyak negara. Ketiga topik ini senada dengan tiga sektor prioritas yang dikaji dalam Presidensi G20 Indonesia, yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi yang dinilai menjadi kunci pemulihan berkelanjutan. Hasil diskusi ini diharapkan memberikan gambaran dan wawasan bagi peneliti dan pemerintah Indonesia untuk menyukseskan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Menurut Prof. Rifat Atun, pandemi Covid-19 memberikan gambaran kondisi kesehatan dunia yang sebenarnya. Ketidakefektifan, inefisiensi, ketimpangan, dan responsif yang tidak memadai menjadi bukti buruknya kinerja sistem kesehatan dunia. Bahkan, Prof. Rifat memberikan gambaran buruknya kesehatan dunia telah tampak dari sebelum pandemi Covid-19 melanda. Salah satu contohnya adalah rendahnya penanganan diabetes di tengah tingginya angka penderita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Prof. Rifat pada 2019, dari 100% penderita diabetes, hanya 64% yang terdeteksi, 48% terdiagnosis, 45% mendapat perawatan, dan hanya 30% yang sembuh.

Meski begitu, Prof. Rifat membaca adanya peluang dari setiap krisis yang dihadapi masyarakat. Pandemi yang melanda dunia mendorong kita untuk membangun sistem kesehatan yang responsif dan tangguh. Oleh karena itu, diperlukan resiliensi sebagai upaya beradaptasi atas kondisi yang menekan. Untuk mengembangkan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, diperlukan upaya untuk membangun ketahanan internasional. Hal ini bisa dilakukan melalu tiga cara, yaitu mengubah narasi dari pembiayaan menjadi investasi; transisi sistem kesehatan manual ke sistem kesehatan digital; serta dibangunnya kemitraan strategis untuk menciptakan ekosistem inovasi.

Sementara itu, dalam bidang transisi energi, Prof. Frank Jotzo melihat sistem energi masa depan dunia bukan lagi bergantung pada bahan bakar fosil, melainkan pada energi terbarukan. Transisi ini tidak mudah bagi produsen dan eksportir bahan bakar fosil besar, seperti Indonesia dan Australia. Oleh karena itu, diperlukan sistem kerja sama yang adil dan transparan untuk memberikan peluang investasi bagi negara-negara tersebut untuk menciptakan produktivitas ekonomi internasional selama beberapa dekade.

Terbukanya peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia, Australia, dan negara-negara G20 lainnya akan melahirkan inovasi, investasi swasta, serta kemudahan dalam regulasi dan kebijakan. Ke depannya, yang harus dijalankan negara-negara ini adalah memobilisasi investasi untuk energi terbarukan, industri berat yang dimodernisasi, serta sistem transportasi yang diperbarui. Diharapkan, transisi energi tanpa karbon menjadi terjangkau dan menjadi investasi besar pada 2020–2030-an untuk produktivitas jangka panjang. Sistem energi dunia sebagian besar akan bergantung pada energi terbarukan sehingga peluang perdagangan terbuka untuk energi ramah lingkungan.

Dalam isu transformasi digital dan ekonomi, Prof. Glenn menyoroti adanya kesenjangan digital di beberapa negara, terutama negara yang memiliki akses internet terbatas. Kesenjangan ini terjadi karena tiga hal, yaitu belum terlayani karena tidak ada penyedia broadband di rumah atau bisnis; kurang terlayani karena tidak ada penyedia yang menawarkan layanan yang memenuhi standar, misalnya 100/20 Mbps; serta non-pengadopsi yang memilih tidak membeli layanan broadband meski tersedia. Padahal, konektivitas digital memberikan manfaat jangka panjang yang luas dari sisi pendapatan dan pertumbuhan lapangan kerja di sektor perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Menyadari potensi ini, infrastruktur broadband sangat diperlukan untuk menghubungkan seluruh komunitas dan sekolah, pemerintah, bisnis, serta jaringan internasional yang menyatukan berbagai negara. Ketersediaan konektivitas digital merupakan prasyarat untuk mencapai banyak tujuan kebijakan yang diidentifikasi dalam program T20, khususnya pada area kebijakan yang tercantum dalam Task Force 2–Meaningful Digital Connectivity, Cyber Security, Empowerment. Sayangnya, tujuan ini terhambat oleh kesenjangan dalam ketersediaan dan adopsi konektivitas.

Presidensi Indonesia G20 diharapkan dapat meningkatkan efektivitasnya melalui peningkatan prioritas pencapaian konektivitas digital universal di negara-negara anggota. Ini harus dijalankan mengingat konektivitas digital berpengaruh besar di berbagai sektor ekonomi modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang dapat diterapkan untuk menutup kesenjangan digital. langkah-langkah kebijakan ini meliputi subsidi penyebaran broadband di tempat yang kurang terjangkau; adopsi broadband di tempat yang rendah; alokasi pajak dan biaya untuk mensubsidi penyedia dan konsumen; investasi publik dalam fasilitas, perangkat keras, dan layanan; peningkatan data dan peta broadband; promosi penyediaan konektivitas; serta penghapusan hambatan regulasi untuk pasokan di berbagi infrastruktur.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Tata Kelola JDIH, UIN Bandung Kunjungi Biro Hukum Kemenag RI

    Perkuat Tata Kelola JDIH, UIN Bandung Kunjungi Biro Hukum Kemenag RI

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Suasana diskusi hangat mewarnai kunjungan studi tiru pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) yang dilakukan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ke Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri (BKSLN) Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (17/12/2025). Rombongan UIN Bandung dipimpin oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. H. Fauzan […]

  • Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

    Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Bahasa adalah kunci moderasi budaya, melalui komunikasi yang empatik, terbuka, dan menghargai perbedaan. Indonesia dapat menjadi model dunia dalam praktik moderasi budaya melalui bahasa nasional dan lokal yang harmonis. Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung) memberikan kesimpulan, saat menjadi pemateri seminar ilmiah bertajuk “Inspirasi Bahasa dalam […]

  • Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    Inilah Kisah Guru Besar Sastra Arab Kembangkan Ilmu Perpustakaan

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Anis Masruri, S.Ag, SIP, M.Si, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi ilmu perpustakaan hampir di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan vokasi (D-3) maupun pendidikan kesarjanaan, mulai dari S-1, S-2, sampai dengan S-3. […]

  • Ini Tips Hadapi Insecure dari Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati

    Ini Tips Hadapi Insecure dari Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Dosen Fakultas Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati, S.Psi., M.A., menjelaskan insecure merupakan perasaan tidak mampu, kurang percaya diri, disertai dengan ketidakpastian dan kecemasaan akan tujuan, kemampuan maupun hubungan dengan orang lain. “Insecurity ini bisa muncul dalam berbagai bentuk yang secara umum terkait dengan perasaan ditolak, tidak dicintai, merasa terisolasi dan lainnya,” terangnya melalui rilis […]

  • Asyiknya Nonton Bareng Wayang Golek, Syukuran Rakyat Usai Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024

    Asyiknya Nonton Bareng Wayang Golek, Syukuran Rakyat Usai Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Nonton Bareng Wayang Golek Jadi Syukuran Rakyat Usai Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024 Pagelaran wayang golek menjadi suguhan bagi ribuan masyarakat di Lapangan Alun-alun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu 18 Mei 2024 malam, dalam rangka syukuran atas ditetapkannya pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih 2024. Acara pagelaran wayang […]

  • Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    Wamenag Beberkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i memaparkan inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) saat menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud, di Kantor Pusat Kemenag RI.   “Kami memiliki mushaf Al-Qur’an yang belum ada di dunia, yakni Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas […]

expand_less