Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump

Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump

  • account_circle Budhiana Kartawijaya, Journalist
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Ini tulisan panjang untuk membantu teman-teman memahami konteks pertemuan Pemimpin China Xi Jinping dan PResiden AS Donald Trump, kalau ingin ringkas, baca saja grafisnya

 

Tentang Pertemuan Xi Jinpng dengan Donald Trump

 

Hari ini sampai besok (14-15 Mei), perhatian dunia akan tertuju ke Beijing. Pemimpin China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bertemu membahas masa depan dunia. Penulis menganalisis 445 artikel dari 213 media internasional, baik berita umum maupun media spesifik. Jenis media itu adalah : media Barat (BBC, NYT dsb.), China (South China Morning Post, China Daily, dll), Asia Non-Barat (Nikkei, Korea Herald, Times of India), Asia Barat (Al Jazeera, Arab News, The Times of Israel, Jerusalem Post dsb), Iran (Irib, Tasnim News, dsb).

,

Pertemuan Xi-Trump memperlihatkan bahwa dunia sedang memasuki fase baru persaingan global yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan era Perang Dingin klasik. Persaingan tersebut tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi bergerak secara simultan dalam tiga layer utama: geopolitik, geoekonomi, dan teknologi.

 

Ketiga layer ini saling terhubung membentuk sebuah “networked strategic competition”, yaitu persaingan antarjaringan global yang melibatkan negara, perusahaan teknologi, sistem finansial, rantai pasok, energi, dan data. Karena itu, summit ini tidak dapat dibaca sebagai sekadar pertemuan diplomatik bilateral, melainkan sebagai negosiasi mengenai arah arsitektur dunia abad ke-21.

 

Pada layer geopolitik, isu paling sensitif tetap berada pada Taiwan, Laut China Selatan, dan Iran. Bagi AS, Taiwan adalah simbol kredibilitas keamanan Indo-Pasifik sekaligus titik penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan Asia Timur. Dukungan terhadap Taiwan bukan hanya soal demokrasi, tetapi juga tentang mencegah dominasi strategis China terhadap jalur perdagangan dan teknologi dunia. Sebaliknya, bagi China, Taiwan adalah isu kedaulatan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari proyek kebangkitan nasionalnya. Laut China Selatan memperlihatkan pola yang sama: AS mendorong kebebasan navigasi dan memperkuat jaringan aliansi maritim bersama Jepang, Filipina, Australia, dan Korea Selatan, sementara China memperluas pengaruh militernya demi mengamankan jalur energi dan perdagangan.

 

Iran juga menjadi titik penting karena memperlihatkan perbedaan strategi kedua negara terhadap Timur Tengah. AS melihat Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan sekutu-sekutunya, sedangkan China memandang Iran sebagai mitra energi strategis dalam konektivitas Eurasia dan Belt and Road Initiative.

 

Namun, dataset menunjukkan bahwa kedua negara tampaknya sama-sama berusaha menghindari konflik terbuka. Media internasional membaca summit ini sebagai upaya menciptakan “guardrail” agar rivalitas tetap terkendali. Hal ini penting karena baik AS maupun China masih sangat tergantung pada stabilitas ekonomi global. Jepang, Korea Selatan, dan Eropa khawatir terhadap eskalasi militer dan gangguan rantai pasok, tetapi juga melihat peluang memperkuat posisi strategis mereka.

 

ASEAN muncul sebagai kawasan penting karena memainkan peran “swing region”, yakni kawasan yang tidak ingin sepenuhnya masuk ke salah satu blok. Negara-negara Asia Tenggara berusaha memanfaatkan rivalitas AS–China untuk menarik investasi, relokasi industri, dan penguatan posisi diplomatik regional. Dunia dalam dataset ini terlihat semakin multipolar, di mana negara-negara menengah memperoleh ruang manuver yang lebih besar dibanding era unipolar pasca-Perang Dingin.

 

Pada layer geoekonomi, inti persaingan berada pada perebutan kontrol atas sumber daya strategis, energi, sistem pembayaran global, dan rantai pasok dunia. Friksi rare earth menjadi sangat penting karena China menguasai sebagian besar pemrosesan mineral kritis yang dibutuhkan industri semikonduktor, kendaraan listrik, hingga pertahanan modern. AS menyadari kerentanan ini dan berusaha membangun diversifikasi pasokan melalui Australia, Kanada, India, dan Afrika.

 

Energi juga menjadi instrumen geopolitik utama. AS menggunakan ekspor LNG dan dominasi finansial dolar sebagai alat pengaruh global, sementara China memperkuat hubungan energi dengan Rusia, Iran, Timur Tengah, dan Asia Tengah untuk mengurangi ketergantungan strategis terhadap Barat. Semua ini memperlihatkan bahwa geoekonomi modern bukan lagi sekadar perdagangan, melainkan keamanan nasional yang dibungkus dalam rantai pasok dan konektivitas global.

 

Kehadiran Visa, Mastercard, dan Citigroup dalam delegasi AS memperlihatkan bahwa summit ini juga membahas pertarungan arsitektur finansial global. Visa dan Mastercard mewakili dominasi sistem pembayaran berbasis dolar, sementara Citigroup melambangkan konektivitas Wall Street dengan pasar modal dunia. China di sisi lain membangun alternatif melalui yuan internasional, digital yuan, CIPS, UnionPay, Alipay, dan WeChat Pay.

 

Namun, dataset memperlihatkan bahwa kedua negara belum siap memasuki pemutusan finansial total karena sistem ekonomi global masih sangat saling tergantung. Oleh sebab itu pola yang muncul bukan “financial decoupling”, melainkan kompetisi dalam keterhubungan. China tampaknya bersedia memberi akses terbatas kepada perusahaan finansial Barat, tetapi tetap menjaga kontrol negara terhadap data, arus modal, dan sistem pembayaran domestik.

 

Layer teknologi menunjukkan bahwa persaingan utama abad ke-21 akan ditentukan oleh penguasaan AI, semikonduktor, cloud computing, 5G, keamanan siber, dan komputasi kuantum. Semikonduktor muncul sebagai node paling sentral karena seluruh teknologi modern bergantung pada chip. AS berusaha mempertahankan dominasinya melalui kontrol ekspor, pembatasan akses teknologi terhadap China, dan penguatan aliansi teknologi bersama Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Eropa.

 

Kehadiran CEO seperti Elon Musk, pimpinan NVIDIA, Apple, dan perusahaan cloud besar menunjukkan bahwa korporasi teknologi kini menjadi bagian langsung dari strategi geopolitik AS. Di sisi lain, China merespons dengan memperkuat national champions seperti Huawei, Alibaba, Tencent, BYD, CATL, dan DeepSeek untuk membangun kemandirian teknologi nasional.

 

Keseluruhan dataset memperlihatkan bahwa rivalitas AS–China bukanlah persaingan menuju isolasi total, tetapi menuju pembentukan dua ekosistem besar yang tetap saling terhubung. Dunia tampaknya bergerak menuju era “network rivalry”, di mana kekuatan utama bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki militer terbesar, tetapi oleh siapa yang mampu mengendalikan jaringan global paling luas: jaringan teknologi, energi, finansial, supply chain, dan data. Dalam dunia seperti itu, negara-negara menengah seperti ASEAN, India, Arab Teluk, dan Afrika justru menjadi sangat penting karena mereka berada di titik pertemuan berbagai jaringan strategis tersebut.

 

 

  • Penulis: Budhiana Kartawijaya, Journalist

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    • calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM- Dilansir dari #selasadata @halal.indonesia UIN Sunan Gunung Djati Bandung tercacat telah mendampingi 83.480 sertifikat halal yang terbit dan menjadi yang terbanyak di tahun 2023. Capaian ini meningkat 750% dari tahun 2022 dengan 11.000 sertifikat halal saja yang terbit.   Perlu diketahui, sertifikat halal yang terbit merupakan hasil dari program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang […]

  • Peringatan Isra Mikraj, Pesan Menag: Mari Tegakkan Salat!

    Peringatan Isra Mikraj, Pesan Menag: Mari Tegakkan Salat!

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA KANAL31.COM — Umat Islam memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Menag Nasaruddin Umar mengatakan, salah satu pesan terpenting dari peristiwa Isra Mikraj adalah Salat. Menag ajak umat Islam untuk menegakkan Salat. Isra Mikraj adalah peristiwa monumental yang membawa pesan mendalam bagi umat manusia. Isra’ Mi’raj menjadi perjalanan suci dan bersejarah sekaligus titik balik kebangkitan […]

  • Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bali) — Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama bagi ASN Jabatan Fungsional Tertentu Antar Kementerian dan Lembaga Tahun 2024 berakhir. Kompetisi ini diikuti 226 peserta dari delapan Kementerian dan Lembaga dari seluruh Indonesia. Selain dari Kementerian Agama, juga ada dari BPBD Kab. Muko-muko, BRIN, Kementerian Perindustrian, Badan Siber dan Sandi Negara, Bappeda Gorontalo, Kementerian […]

  • Dedi Mulyadi Beberkan Seluruh Penasehat Pemdaprov Jabar Bekerja Sukarela Tanpa Biaya

    Dedi Mulyadi Beberkan Seluruh Penasehat Pemdaprov Jabar Bekerja Sukarela Tanpa Biaya

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan seluruh tenaga penasehat di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan bekerja secara sukarela tanpa menerima honorarium. Kebijakan ini ditegaskannya usai dilantik sebagai Gubernur Jabar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Pernyataan ini sekaligus menanggapi keinginan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, yang bersedia menjadi […]

  • Telisik Pemilihan Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    Telisik Pemilihan Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SIAPA SETELAH MAHMUD? BANDUNG, kanal31.com— Agustus 2019, Prof Dr Mahmud M.Si dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, masa bakti 2019 -2023. Pelantikan kala itu adalah yang kedua kalinya bagi Mahmud menduduki jabatan rektor setelah sebelumnya dilantik pada Agustus 2015 untuk masa Bakti 2015-2019. Pasal 9 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia […]

  • Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong agar kawasan Teras Cihampelas semakin menggeliat. Pemkot Bandung berharap, kawasan Teras Cihampelas dapat menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebelumnya Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, Teras Cihampelas merupakan ikon Kota Bandung yang luar biasa. “Kita ingin bangga sama Cihampelas. Kita sedang mengidentifikasi, di […]

expand_less